DENPASAR– Pekan kedua pertandingan Liga 1 musim 2023/2024 membuat tim Komisi Disiplin (Komdis) PSSI panen denda. Tercatat ada enam klub yang terkena sanksi, salah satunya Borneo FC saat laga melawan Bali United di stadion Segiri, Samarinda pada Sabtu (8/7) lalu.
Dalam laga tersebut, Serdadu Tridatu -julukan Bali United- menelan kekalahan 3-1. Wasit menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Sebab, kedua tim merasa dirugikan oleh wasit yang dipimpin Abdul Aziz,36. Sebagai informasi, ini menjadi debut perdana pria asal Ciamis tersebut di Liga 1.
Namun Komdis PSSI tampaknya tidak memberikan sanksi meski kedua pelatih klub geram dengan kepemimpinan wasit. Justru, mereka hanya memberikan sanksi kepada tim Borneo FC karena mendapatkan 5 kartu kuning dalam satu pertandingan.
Tim Pesut Etam pun menerima sanksi dan harus membayar denda Rp50.000.000. Padahal, dalam pertandingan tersebut, sejumlah keputusan kontroversial terjadi. Seperti kejadian Elias Dolah yang kepalanya ditendang di areal kotak pinalti hingga dibawakan ke rumah sakit.
Hanya saja, wasit tidak melihat hal tersebut sebagai pelanggaran. Keputusan yang merugikan Bali United itu pun mendapatkan banyak respon dari para suporter sepak bola, tidak hanya pendukung Bali United.
Selain Borneo FC, ada PSM Makkasar, Dewa United dan Barito Putera yang juga terkena sanski atas hasil rapat yang digelar oleh Komdis PSSI pada 13 Juli 2023. Lalu bagaimana pengamat sepak menilai keputusan terkait laga Bali United melawan Borneo FC?
"Wasit bisa saja lalai tidak melihat atau berfikir bahwa saat itu terjadi dikarenakan momen on play dan bukan sebuah kesengajaan yang walau hal tersebut sudah diatur adanya tingginya kaki yang boleh dilakukan didalam lapangan," ujar Satya Wibhawa selaku pengamat sepak bola di Bali kemarin.
Satya pun berharap untuk pendidikan wasit harus lebih ditambahkan, dan mungkin bila digunakan wasit tambahan yang melihat dari rekaman pertandingan juga dapat dipertimbangkan oleh PSSI. Namun Satya tetap mengapresiasi langkah Komdis PSSI karena telah secara tegas memberi ganjaran kepada klub.
"Kalau mau mengukur keadilan tentu tiap orang memiliki perspektif berbeda namun tindakan komdis kali ini harus diapresiasi oleh seluruh insan sepakbola, karena harapannya dengan denda sanksi ini permainan akan lebih fair play, semoga ini tetap berlaku terus kedepannya dan tidak hanya saat ini saja," pungkasnya.
Editor : Donny Tabelak