Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mampu Catatkan Kecepatan 6,48 Detik, Srikandi Buleleng Bakal Beraksi di Olimpiade Paris

I Wayan Widyantara • Minggu, 13 Agustus 2023 | 19:05 WIB
SIAP BERADU KECEPATAN : Desak Made Rita Kusuma Dewi bakal beradu kebolehan di Olimpiade Paris, Prancis 2024.(Instagram)
SIAP BERADU KECEPATAN : Desak Made Rita Kusuma Dewi bakal beradu kebolehan di Olimpiade Paris, Prancis 2024.(Instagram)

BULELENG, Radar Bali.id – Atlet panjat tebing putri Indonesia asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mendapatkan tiket mengikuti Olimpiade di Paris tahun 2024. Raihan tiket itu diperolehnya saat mengikuti IFSC Climbing World Championships, sebuah kejuaraan panjat tebing internasional yang akan berlangsung dari 1 hingga 12 Agustus 2023 di Swiss.

Berkompetisi di Stadion Post Finance Arena, sebuah stadion hoki es terbesar di Heidiland, Desak menunjukkan performa terbaiknnya. Ia berhasil meraih medali emas sekaligus memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024 dengan mengalahkan Emma Hunt asal Amerika Serikat dengan catatan waktu 6,49 detik, sedangkan Emma 6,67 detik.

Ya,  saya tentu sangat bangga mengingat Desak lolos sebagai atlet yang akan berlaga pada Olimpiade Paris tahun 2024 mendatang. Doa terbaik agar Desak dapat menjaga kondisi sehingga kelak dapat berdiri pada podium tertinggi,” ungkap I Ketut Wiratmaja selaku Ketua KONI Buleleng pada Sabtu (12/8/2023) kemarin.

foto-foto: Instagram
foto-foto: Instagram

Desak sendiri memulai debutnya pada 2021 silam. Prestasi demi prestasi pun ia raih terutama di nomor speed climbing. Atlet kelahiran 21 Januari 2001 pun kini menjadi andalan Indonesia untuk bisa berbicara banyak di kompetisi dunia untuk panjat tebing

“Bertepatan dengan bulan kemerdekaan tahun ini, saya berharap prestasi Desak dapat dijadikan teladan bagi para atlet untuk meraih prestasi. Jika dibayangkan hanya untuk meraih catatan waktu 6,49 detik, Desak harus rela melepas kebebasan pribadinya sejak kelas 2 SD. Selamat Bravo FPTI Buleleng, Bali, Indonesia,” pungkas Wiratmaja. 

Sebagai Informasi, Olimpiade 2024 jadi Olimpiade pertama bagi panjat tebing masuk ke dalam perhitungan medali. Cabang ini sebelumnya diperkenalkan di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang sebagai ekshibisi.

Di Olimpiade 2024 nanti panjat tebing akan diikuti total 68 orang atlet . Para atlet  akan bersaing ke dalam dua nomor, speed dan kombinasi (lead boulder) untuk memperebutkan 12 medali. [*]

Editor : Hari Puspita
#panjat tebing #olimpiade #Olimpiade paris