DENPASAR, Radar Bali.id- Indonesia sebagai negara besar memang sebetulnya melimpah bibit-bibit pemain sepak bola potensial dari usia dini. Kali ini pesepak bola pelajar U-10 dari Bali.
Mereka adalah pesepak bola dari Mifa Academy Bali, mewakili Indonesia mengalahkan tim dari negeri jiran, bernama Serting Wonderkids pada even ASC (Asian Soccer Championship) U-10 di Penang, Malaysia, pada 4 September 2023 lalu.
Anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) mampu menunjukkan prestasi mengalahkan seluruh negara Asia Tenggara dengan skor akhir 2-1, menang melawan Malaysia.
Dalam penuturannya kepada Jawa Pos Radar Bali manajer tim Mifa Academy Bali, Muhammad Imron, mengatakan bahwa hasil yang dicapai tidak lepas dari usaha keras para anak asuhnya.
Untuk melaju ke grand final mewakili Indonesia, harus melewati berapa tahap. Dari laga di Jawa Timur, dan nasional tanding di Bogor, Jawa Barat
"Ini menjadi motivasi ke depannya. Tidak ada yang tidak mungkin, mereka memiliki kualitas yang bagus karena berhasil mengalahkan negara-negara Asia Tenggara," ucap Muhammad Imron
Lawan Mifa Academy Bali juga lumayan sulit, tapi mereka termotivasi untuk menang. Adapun nama-nama pemainnya 1. I Gusti Ngurah Arysenna Denpasar (Pemain Belakang); 2. Made Bagus Jeevan Mugos Lofty (Pemain Belakang); 3. Daffa Panca Setyobudi (Pemain Tengah) ; 4. Alif Riesky Ramadhan (Pemain Sayap); 5. Nicholas Valentino Elia – (Pemain Depan); 6. Yehuda Mischel Weni (Pemain Belakang); 7. Hezkiel Gasto Purnomo (Pemain Sayap ) ; 8. Noah Wijaya Kusuma Schieck (Pemain Tengah); 9. Dewa Made Widiananta Suniantara ( Kiper); 10. Muhammad Athar Fachri Al-Farruk Yamani (Pemain Sayap); 11. Akmal Fauzan Aldinata – (Pemain Depan); 12. Juwan Rinjani Wieser – (Kiper); 13. Hubertus Adrian Moses Rinanto – (Pemain Sayap).
Mifa Academy Bali dilatih oleh Ismail wijaya sebagai kepala pelatih, dibantu asisten coach Rendi Angga Jaya dan pelatih kipper bernama coach Neilal Chair Parasuci .;
“Bulan Juni kami juara di Bogor se-Indonesia mewakili Bali. Terus karena juara kami dapat tiket grand final ke Penang Malaysia,” ucapnya.
Muhammad Imron berharap, anak-anak tidak merasa puas dengan capaian, terus latihan dan mengasah diri. Sebab, untuk menjadi pemain professional tidak boleh berhenti berlatih dan belajar.
Selanjutnya, Mifa Academy Bali juga akan mengikuti kompetisi lagi di Thailand. “Mereka percaya diri, maka dari itu anak Indonesia bagus-bagus tinggal melanjutkan grassroots tahapan selanjutnya. Didikan benar, berapa tahap usia dini, habis itu lanjut usia berikutnya. Jangan berhenti,” tuturnya. [*]
Editor : Hari Puspita