DENPASAR, Radar Bali.;id- Pesilat Bali akan berlaga di kompetisi Pra-PON di Solo, Jawa tengah dimulai hari ini (10/9). Pertandingan di Solo, diawali technical meeting (MT) hari ini (10/9/2023) dan pertandingan Senin (11/9/2023) hingga Kamis (14/9/2023).
Dari 18 pesilat yang berlaga, diantaranya Komang Harik Adi Putra ikut turun gunung. Peraih medali Emas Asian Games 2018 Jakarta ini sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari.
"Persiapan sudah matang. Sebelumnya sudah melakukan TC (Training Camp) kurang lebih sebulan," ucap Pesilat Kelahiran Buleleng ini.
Harik mengaku harus pintar membagi waktu antara latihan, bekerja dan keluarga. Pria 28 tahun ini selain sebagai pesilat ia juga Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
Karena sudah berumah tangga wajib bisa membagi waktu pekerjaan dan keluarga. Tetapi istrinya, Hita Jyotisna Putri ini memberikan dukungan penuh. "Membagi waktu kesibukan bekerja mengikuti latihan pagi dan dilanjutkan kerja dan membagi waktu bersama keluarga saat libur latihan dan kebetulan juga istri juga mendukung saya," ucap peraih medali perak di PON 2021 Papua ini.
Di lain sisi, pesilat nasional Putu Anom Wiraguna bersama istrinya Ni Made Dwi Yanti juga turun berlaga di Solo. Ni Made Dwi yanti adalah juara kejuaraan dunia Pencak Silat 2010 dan 2012 dan juga peraih medali emas Asian Games 2018 lalu.
"Anak sudah ada yang urus sama kakek dan neneknya karena ayah dan ibunya tanding," ungkap peraih medali perunggu kejuaraan dunia di Malaysia 2022 lalu.
Kepada Jawa Pos Radar Bali Putu Anom mengaku latihan lebih keras dan fokus karena pertandingan kali ini berbeda. Partnernya di ganda putra berbeda dari sebelumnya. Saat PON Papua 2021 Putu Anom tandem dengan adiknya I Kadek Nyeneng dan berhasil meraih medali perak.
Tapi kini Nyeneng memilih fokus untuk bekerja. "Pasangan saya juara 2 Porprov yang wakil Gianyar, karena waktu yang mepet harus nyari pasangan yang sudah mahir di ganda. Astungkara tidak susah penyesuaiannya," akuinya.
Selain itu, sistemnya juga berbeda. Dulu sistemnya sekali tampil dinilai semua, sedangkan sekarang sistem head to head. "Kalau menang lolos ke ronde berikut kayak tanding laga," kata penyabet medali emas nomor seni ganda di Porprov Bali 2022 ini
Putu Anom mengaku waspada terhadap semua lawan, walau tidak pasang target juara yang penting bisa meraih tiket PON . Masalah juara katanya nanti dikejar di PON 2024. "Yang penting lolos dulu lebih cari tiket PON," targetnya.
Secara pribadi Putu Anom telah mempersiapkan diri dari latihan mandiri sejak Porprov lalu. Kemudian, persiapan resmi TC sudah dari Juli. "Bulan Juli Tc perguruan, Agustus TC IPSI," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita