GIANYAR,radarbali.id – Pertarungan sengit terjadi di laga pekan ke-16 antara Bali United menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 musim 2023/2024.
Bertindak sebagai tuan rumah, Serdadu Tridatu -julukan Bali United akhirnya berhasil menang dengan skor 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat sore (20/10).
Kekalahan Persebaya itu sempat membuat bonek berulah. Bahkan ada yang diamankan polisi karena kedapatan membawa senjata tajam.
Tak ada yang mengejutkan dari strategi Pelatih Bali United, Stefano Teco Cugurra dalam memilih pemainnya sebagai starting line up. Tampaknya, pelatih asal Brasil dan pernah sebagai pelatih fisik di Persebaya Surabaya sudah nyaman dengan formasi 4-5-1 dengan memasang seorang target man, Ilija Spasojevic di depan.
Dalam jalannya pertandingan babak pertama, Spaso, pemain naturalisasi berusia 36 tahun tersebut tampil minim peluang. Padahal dari segi statistik babak pertama, Serdadu Tridatu menguasai jalannya pertandingan 53 persen. Beruntung, pada menit ke 41, Privat Mbarga mampu memanfaatkan kemelut depan gawang dan mencetak gol menjadi 1-0.
Kedua tim sejatinya saling jual beli serangan. Terbukti, Persebaya mampu dua kali membahayakan gawang Adilson Maringa. Sedangkan Bali United mendapatkan tiga peluang dan satu peluangnya berakhir dengan gol.
Jalannya pertandingan babak pertama juga ketat, di mana wasit total sudah memberikan 4 kartu kuning. Dua kartu kuning untuk Bali United dan Dua Kartu Kuning untuk Persebaya Surabaya.
Di babak kedua, Persebaya tampaknya tak mau pulang dengan tangan kosong. Paulo Victor dan koleganya langsung melakukan dobrakan dengan mencoba menguasai jalannya pertandingan. Hal tersebut terbukti ampuh. Memanfaatkan bola mati yang diberikan Ze Palente berhasil dimanfaatkan oleh bek Persebaya yang maju ke depan gawang, Dusan Stevanovic dimenit 47. Skor pun menjadi 1-1.
Tak mau malu di hadapan para suporter sendiri, Bali United mencoba mengimbangi perlawanan. Hal tersebut berbuah hasil. Saat Persebaya sedang asyik menyerang, pertahanan mereka ternyata goyah. Para pemain Bali United melakukan serangan balik dan lagi-lagi, Privat Mbarga yang dijaga dua pemain Persebaya mampu lepas dari penjagaan.
Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persebaya yang dijaga Ramadhani, berhasil dimenangkan pemain yang baru saja dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Kamboja tersebut. Skor menjadi 2-1 di menit 54.
Usai gol tersebut, adu serangan pun kembali terjadi. Lagi-lagi, Privat Mbarga menjadi MPV dalam pertandingan tersebut. Saat hendak mendapatkan peluang emas di area kotak pinalti Persebaya, Privat justru dilanggar keras. Hal ini pun berbuah pinalti dan dieksekusi sempurna oleh Jeferson Assis yang menggantikan Spasojevic di menit 76. Skor pun berubah menjadi 3-1 dan bertahan hingga menit babak kedua berakhir.
Dalam laga tersebut, Persebaya pun sejatinya memiliki banyak peluang. Hanya saja tak berbuah gol. "Kami banyak peluang tapi gagal menciptakan peluang jadi gol. Kami akan meningkatkan lagi ke depannya untuk bisa menciptakan banyak peluang jadi banyak gol," ujar Josep Gombau, pelatih Persebaya Surabaya usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Bali United, Teco mengatakan babak pertama, anak asuhnya bisa mencetak gol terlebih dahulu. Namun di babak kedua Teco sudah menduga Persebaya akan melakukan serangan total. Maka strategi ruang ganti pun yang dilakukan Teco bisa membantu merubah keadaan dibabak kedua.
"Babak pertama kami unggul gol dan dibabak kedua kami lakukan perubahan. Maka dari itu, di loker room, saya bilang Persebaya pasti menyerang. Maka kita lakukan strategi serangan balik. Terbukti, Privat bisa mencetak gol melalui serangan balik," pungkasnya.
Nah, jelang menit akhir pertandingan, dalam pantauan radarbali.id di luar lapangan, pihak keamanan juga melakukan pengusiran sejumlah suporter yang bikin ulah di dalam stadion setelah Persebaya keok.***
Editor : Donny Tabelak