Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Saling Ejek Suporter hingga Lempar Minuman Terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta

I Wayan Widyantara • Rabu, 20 Desember 2023 | 02:52 WIB
LAGA PANAS: Gelandang Bali United Eber Bessa bersitegang dengan Rezaldi Hehasusa (Persib Bandung) saat laga yang berakhir imbang di Stadion Kapten Dipta Gianyar.
LAGA PANAS: Gelandang Bali United Eber Bessa bersitegang dengan Rezaldi Hehasusa (Persib Bandung) saat laga yang berakhir imbang di Stadion Kapten Dipta Gianyar.

GIANYAR– Aksi saling ejek dan lempar minuman antar suporter Bali United dan Persib Bandung menghiasi jalannya pertandingan yang berakhir remis alias imbang 0-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Senin malam (18/12). Beruntung, pihak kepolisian sigap untuk memisahkan suporter.

Kejadian tersebut terjadi di menit ke 72 waktu normal pertandingan di tribun selatan yang dikuasai oleh supporter Bali United dan tribun barat daya yang diisi oleh pendukung Persib. “Awalnya saling ejek, kemudian saling lempar air yang pakai plastik. Kan botol gak boleh masuk,” kata saksi saat ditemui Jawa Pos Radar Bali usai keributan.

Belum dewasanya ulah oknum supoter tersebut tak membuat laga ditunda. Permainan masih tetap berlanjut dan Bali United masih kesulitan untuk mencetak gol ke gawang Persib Bandung. Selain penampilan apik dari kiper Persib Bandung, Kevin Mendoza, keberuntungan juga bukan menjadi milik Ricky Fajrin dan koleganya.

Hal itu terlihat dari beberapa peluang emas dimiliki oleh pemain Bali United terkena mistar gawang. Skor kacamata pun bertahan hingga peluit akhir berbunyi dan sekaligus memperpanjang rekor Bali United belum pernah dikalahkan Persib Bandung sejak 7 tahun lalu.

"Saya pikir kedua tim bermain terbuka untuk bisa dapat hasil di pertandingan. Kami bermain lebih bagus karena ada beberapa peluang terkena tiang gawang tetapi belum berbuah gol. Faktor keberuntungan belum memihak ke kami. Dengan satu poin kami tetap berada di posisi kedua dan balik dari libur kompetisi akan kembali kerja keras di latihan," kata Teco usai pertandingan.

Pertandingan kian menarik karena penyelenggara mencatat ada sebanyak 10.607 supoter yang hadir, termasuk suporter Persib Bandung. Meski tak menggunakan pakaian Persib, namun tampak sejumlah atribut seperti spanduk kecil masih bisa masuk ke dalam stadion. Padahal penyelenggara sudah menekankan agar supoter tim tamu untuk tidak hadir.

Kehadiran suporter juga berdampak kepada laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut. Statistik mencatat, Serdadu Tridatu, julukan Bali United berhasil membukukan 17 tembakan dimana 5 mengarah ke gawang dibandingkan Persib yang hanya mencatatkan 11 peluang tembakan dan 2 tembakan ke mengarah ke gawang.

Jelang laga akhir, Jajang Mulyana, bek tengah Bali United juga diganjar kartu merah karena mendapatkan kartu kuning keduanya. “Menurut saya Jajang main bagus karena berhasil menutup ruang top skor liga sementara, David Silva. Soal kartu kuning kedua, dia (Jajang) hanya berusaha menutup peluang David setelah kami ada salah passing ke belakang. Ini normal terjadi di sepak bola,” kata pelatih asal Brasil tersebut membela anak asuhnya.

Hasil imbang ini pun membawa Bali United masih bertengger di posisi kedua klasemen sementara Liga satu dengan raihan 41 poin dibawah Borneo FC Samarinda. Pertandingan ini menjadi laga terakhir di tahun 2023 dan sejumlah tim baik pelatih, pemain dan official akan libur panjang dan Bali United akan bertanding kembali pada Februari tahun depan. ***

Editor : Donny Tabelak
#persib bandung #Stadion Dipta Gianyar #suporter bali united #bali united