BALIKPAPAN, Radar Bali.id – Bali United hanya mendapatkan 1 poin setelah bermain imbang, skor kacamata 0-0 menghadapi PSM Makassar, di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Sabtu malam (24/2/2024).
Hasil ini membuat Bali United masih bertahan di posisi ke- 4 klasemen dengan raihan 42 poin dan PSM Makassar di posisi 8 dengan raihan 33 poin.
Sebelum jalannya pertandingan dimulai, PSM Makassar punya persoalan di skuadnya. Saat pemanasan, penyerang PSM Makassar, Adilson mengalami cedera.
Baca Juga: Target Bisa Curi Poin Lawan PSM Makassar, Suporter Yakin Bali United Pasti Fight
Bernardo Tavares selaku pelatih pun kemudian memasangnya Joao Pedro sebagai penggantinya.
Sementara itu, dari kubu Bali United, sang pelatih Stefano “Teco” Cugurra juga membuat kejuatan di line up yang dipasang. Di mana, di lini tengahm pelatih berpaspor Brasil itu memasang duet dua pemain muda, Gede Sunu dan Kadek Agung.
Di sektor sayap kiri, Novri Setiawan yang telah lama cedera diberikan kepercayaan di skuad utama. Padahal, posisi Novri Setiawan sejatinya lebih kerap di bek kanan atau di posisi yang ditempatkan leh Andhika Wijaya.
Dalam jalannya pertandingan, para pemain Bali United terlihat hanya menunggu dan melakukan serangan balik sebagaimana yang biasa diterapkan oleh Teco.
Strategi ini membuat para pemain PSM Makassar lebih leluasa melakukan serangan.
Banyaknya kesalahan passing dan umpan panjang yang dilakukan para pemain Bali United juga membuat para pemain PSM sering mendapatkan peluang dadakan yang dimanfaatkan dengan tendangan jarak jauh. Seperti yang sering dilakukan Kenzo Nambu.
Beruntung, Adilson Maringa kembali menunjukan kelasnya sebagai kiper yang sering melakukan penyelamatan gawang dari ancaman yang berbahaya dari lawan.
Di babak pertama, ada 32 serangan berbahaya yang dilakukan PSM Makassar, sedangkan Bali United hanya 18 kali saja.
Bermain sabar, membuat Bali United hingga babak pertama mampu tanpa kebobolan. Padahal selain menang ball posisition 54 persen berbanding 46 persen, PSM Makassar juga menang dalam kesempatan gol dengan 2 berbanding 1.
Satu-satunya peluang berbahaya yang dimiliki Bali United pun terjadi di menit 23, di mana Jefferson Assis gagal memberikan assist ke Privat Mbarga.
Melihat kebuntuan tersebut, Novri Setiawan tiba-tiba cederanya kambuh di menit 39 dan M. Rahmat pun masuk menggantikannya.
Di babak kedua, Bali United belum melakukan perubahan strategi. Bermasin sabar dan menunggu bola pilihan serta mengandalkan serangan balik melalui umpan panjang masih menjadi pilihan.
Beruntung, PSM Makassar juga menurunkan tempo permainannya sehinga jalan pertandingan terlihat berimbang.
Teco juga melakukan beberapa pergantian pemain.
Gede Sunu digantikan Sidik Saimina untuk memperkuat lini tengah di menit 63. Kemudian, Ilija Spasojevic juga diturunkan dengan menggantikan Jefferson Assis yang buntu di lini depan karena kurangnya support dari rekan-rekannya.
Di menit 79, Andhika Wijaya juga diganti. Ardi Idrus masuk dengan harapan menambah kecepatan pemainnya di lini sayap. Namun sayangnya hingga peluit babak kedua berakhir, skor pun kacamata pun menjadi hasil terbaik kedua tim ini.
Statistik akhir mencatata, PSM Makassar masih menang penguasaan bola 51 persen berbanding dengan 49 persen. Begitu juga kesempatan gol.
Sedangkan Bali United hanya unggul dalam pelanggaran, yakni 16 berbanding 1 dan satu-satunya kartu kuning juga didapatkan Eber Bessa, gelandang serang Bali United.
“Kami pasti mau bertahan di empat besar. Tapi kami tahu itu tidak mudah. Karena tim yang ada di posisi lima dan enam poinnya sangat dekat. Selain itu juga masih banyak pertandingan dan semua bisa terjadi dengan menyisakan banyak poin,” kata Teco.
Jika melihat klasemen, Bali United yang berada di posisi 4 klasemen dengan raihan 42 poin memang belum aman. Sebab ada Madura United di posisi 5 dengan memiliki 39 poin dan Persik Kedidi dengan di posisi 6 dengan mengumpulkan 37 poin. [*]
Editor : Hari Puspita