RADAR BALI - Timnas Indonesia sukses membuka gelaran FIFA Series 2026 dengan hasil yang meyakinkan.
Menghadapi St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (27/3/2026) malam, Skuad Garuda menang telak empat gol tanpa balas.
Kemenangan ini menjadi panggung bagi kuartet Persija Jakarta: Rizky Ridho Ramadhany, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Mauro Zijlstra. Keempatnya tampil penuh dedikasi di bawah arahan pelatih anyar John Herdman.
Debut Gol Emosional Mauro Zijlstra
Nama Mauro Zijlstra menjadi sorotan utama setelah mencetak gol penutup pada menit ke-74.
Gol ini terasa sangat istimewa karena merupakan gol perdana Mauro bersama Merah Putih, sekaligus menjadi pembuktian dirinya setelah pulih dari cedera.
Masuk sebagai pengganti Ramadhan Sananta pada menit ke-71, Mauro hanya butuh tiga menit untuk menunjukkan kelasnya.
Memanfaatkan umpan terobosan Joey Pelupessy, Mauro menyambut bola dengan ketenangan tinggi dan melepaskan tembakan mendatar yang presisi ke sisi kiri gawang lawan.
"Mencetak gol untuk negara adalah sebuah mimpi. Tapi saya masih perlu mengembalikan ritme permainan saya setelah cedera. Ini adalah awal dari sesuatu yang hebat," ujar Mauro.
Performa Spartan Dony Tri Pamungkas
Jika Mauro menjadi pemecah kebuntuan di akhir laga, Dony Tri Pamungkas menunjukkan performa spartan sepanjang 90 menit.
Bermain di sisi kiri pertahanan timnas, Dony tampil dinamis dalam menjaga kedalaman pertahanan sekaligus aktif membantu serangan.
Kepercayaan John Herdman kepadanya juga terlihat saat Dony ditunjuk sebagai eksekutor bola mati, terutama sepak pojok. Ia menjadi motor serangan yang membuat lini pertahanan lawan kewalahan.
Kehadiran Dony membuat publik untuk sejenak melupakan sosok bek kiri andalan timnas Pratama Arhan yang tengah absen karena mengalami cedera ACL saat membela klub Bangkok United.
Dominasi Ridho dan Jordi Amat
Kapten tim, Rizky Ridho, tampil solid di lini belakang. Memulai laga di sisi kanan, ia kemudian bergeser ke jantung pertahanan dan memimpin rekan-rekannya dengan ban kapten di lengan setelah Jay Idzes ditarik keluar.
Sementara itu, Jordi Amat yang tampil sebagai starter di lini tengah menunjukkan kematangannya dalam mengatur ritme permainan. Jordi mengaku sangat menyukai visi bermain John Herdman yang dinilainya memiliki banyak kesamaan dengan filosofi permainan di klubnya, Persija.
Harapan Besar Direktur Persija
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengapresiasi kontribusi besar para pemainnya. Ia meyakini proses adaptasi yang cepat akan membawa hasil membanggakan di final nanti.
"Ridho, Jordi, Dony, dan Mauro harus menunjukkan level terbaiknya. Mereka tidak hanya membawa nama Persija, tetapi juga harapan jutaan masyarakat Indonesia," tegas Prapanca.
Kemenangan ini mengantarkan Indonesia ke babak final FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026 mendatang di GBK. Indonesia akan menghadapi timnas peringkat 87 dunia Bulgaria. ***
Editor : Ibnu Yunianto