Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemain Bulgaria Sulit Tidur Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Aleksandar Dimitrov Akui Skuad Garuda Berkelas

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:11 WIB
Pemain Timnas Bulgaria merayakan gol ke gawang Timnas Kepulauan Soloon dalam FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pemain Timnas Bulgaria merayakan gol ke gawang Timnas Kepulauan Soloon dalam FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

 

RADAR BALI – Timnas Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional menjelang laga final FIFA Series 2026.

Berbagai komentar dari tim lawan, Bulgaria, mewarnai persiapan jelang duel panas yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut.

Satu hal yang menjadi sorotan adalah keluhan penggawa Bulgaria mengenai kondisi cuaca ekstrem di Jakarta.

Sayap tim nasional Bulgaria Kristiyan Balov mengaku timnya harus berjuang keras melawan kelembapan udara yang tinggi.

"Kami benar-benar 'dihajar' oleh cuaca panas. Sangat sulit untuk bermain, proses aklimatisasi terasa berat, dan kami kesulitan untuk tidur," ujar bintang klub Slavia Sofia tersebut.

Kemenangan Telak dan Catatan Pertahanan

Bulgaria datang ke laga final dengan modal kemenangan fantastis 10-2 atas Kepulauan Solomon. Meski menang telak, tim pelatih tetap memberikan catatan kritis terhadap performa lini belakang mereka yang sempat lengah.

Hal ini ditegaskan oleh gelandang Bulgaria, Ilian Iliev, yang menyoroti evaluasi internal tim pasca laga tersebut.

"Pelatih memang tidak senang dengan dua gol yang bersarang di gawang kami, tetapi yang terpenting adalah kami berhasil mencetak sepuluh gol," ungkapnya.

Transformasi Skuad Garuda di Mata Dimitrov

Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov mengaku terkejut dengan perubahan mencolok di tubuh skuad Garuda.

Sebagai sosok yang pernah membela Persija (2002) dan menjadi asisten pelatih timnas Indonesia era Ivan Kolev (2007), ia melihat perbedaan besar pada komposisi pemain.

"Perbedaan terbesar sekarang adalah banyaknya pemain naturalisasi. Dulu kami hanya mengandalkan pemain lokal," jelas Aleksandar Dimitrov.

Meski begitu, ia menilai kekuatan Indonesia tidak pernah pudar. Jika dulu Indonesia memiliki legenda seperti Boaz Solossa, kini tim asuhan John Herdman diperkuat nama-nama besar seperti Jay Idzes hingga Kevin Diks.

"Indonesia adalah tim yang sangat tangguh. Kita tahu mereka memiliki 12 atau 13 pemain yang bermain di Eropa, di liga-liga kuat seperti Belanda, Italia, Prancis, Belgia, dan Jerman. Jadi, kualitas tim Indonesia saat ini cukup tinggi," tambah Dimitrov saat ditemui dalam sesi latihan di Jakarta, Rabu (25/3).

Waspadai Motivasi Tinggi Tuan Rumah

Menghadapi tim peringkat 152 dunia, Dimitrov mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan.

Meski Bulgaria terbiasa menghadapi raksasa sepak bola di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ia menegaskan bahwa Indonesia kini telah menjelma menjadi kekuatan baru di kawasan Asia.

“Mereka tidak sekuat lawan kami di kualifikasi Piala Dunia seperti Spanyol, Turki, atau Georgia. Namun sejarah menunjukkan bahwa jika meremehkan lawan, kita bisa terkejut. Mereka akan sangat termotivasi, apalagi ini pertama kalinya menghadapi tim Eropa,” tegasnya.

Selain itu, Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov menyatakan antusiasmenya untuk beradu taktik dengan John Herdman.

Menurutnya, pengalaman Herdman memimpin Kanada di Piala Dunia akan memberikan tantangan tersendiri bagi Bulgaria.

"Akan menjadi suatu kehormatan bertemu dengannya. John Herdman pernah memimpin tim di Piala Dunia bersama Kanada. Bertemu dengannya di dalam maupun di luar lapangan adalah hal yang luar biasa," pungkasnya.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#timnas bulgaria #indonesia vs bulgaria #alexandar dimitrov #persegres gresik united #FIFA series 2026 #kualifikasi piala dunia 2026 #timnas indonesia #persija #John Herdman