JAKARTA, RadarBali.id – Timnas Indonesia harus mengubur mimpi untuk mengangkat trofi juara FIFA Series 2026. Bertanding di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, skuad Garuda harus mengakui keunggulan tipis, gol semata wayang dari Bulgaria dengan skor akhir 0-1.
Satu-satunya gol pembeda dalam laga sengit ini lahir dari titik putih pada babak pertama.
Meskipun gagal mengunci gelar juara dan harus puas keluar sebagai runner-up, performa militan anak asuh John Herdman ini menuai banyak pujian karena berhasil mendominasi jalannya pertandingan melawan tim Eropa tersebut.
Gegara Petaka Menit ke-38
Indonesia yang tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan justru harus menerima kenyataan pahit pada menit ke-38. Akibat pelanggaran di area terlarang, wasit tanpa ragu menunjuk titik putih untuk tim tamu.
Marin Petkov, penyerang muda Bulgaria berusia 22 tahun, maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan tinggi, Petkov melepaskan sepakan terukur yang mengarah tajam ke sisi kanan gawang.
Kiper andalan Indonesia, Emil Audero, sebenarnya sanggup membaca arah bola. Namun, derasnya laju si kulit bulat gagal diantisipasi oleh kiper sarat pengalaman tersebut. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Bulgaria.
Mendominasi Penguasaan Bola dan Bermain Ngotot
Tertinggal satu gol tidak membuat mental Jay Idzes dan kawan-kawan ambruk. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia justru tampil kesetanan dan terus mengurung lini pertahanan Bulgaria.
Mengandalkan kolektivitas permainan pendek dan determinasi tinggi, Indonesia sukses mendominasi penguasaan bola secara signifikan. Gelombang serangan bertubi-tubi terus dilancarkan dari berbagai lini untuk membongkar rapatnya barisan belakang Bulgaria yang bermain disiplin demi mempertahankan keunggulan.
Sayangnya, meski bermain sangat ngotot hingga menit-menit akhir injury time, penyelesaian akhir yang kurang klinis serta kokohnya pertahanan tim tamu membuat papan skor tidak berubah. Gol semata wayang Marin Petkov sukses mengunci kemenangan bagi Bulgaria.
Walau harus menyandang status sebagai runner-up di rumah sendiri, perjuangan gigih skuad Garuda malam ini membuktikan bahwa kualitas sepak bola Indonesia kini sudah mampu bersaing sejajar dengan kekuatan sepak bola dari benua biru. [*]
Editor : Hari Puspita