Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persebaya Pincang Lawan Persita: Daftar Pemain Absen dan Kondisi Bruno Paraiba

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:36 WIB

 

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares memimpin latihan timnya menjelang bertemu Persita Tangerang di BRI Super League 2026.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares memimpin latihan timnya menjelang bertemu Persita Tangerang di BRI Super League 2026.

 

RADAR BALI – Persiapan Persebaya Surabaya terus dipacu menjelang laga krusial melawan Persita Tangerang pada pekan ke-26 Super League 2025/26.

Meski bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (4/4) mendatang, tim berjuluk Bajol Ijo ini dihantui krisis kebugaran pemain yang mengancam kedalaman skuad, terutama di sektor vital.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa situasi timnya saat ini jauh dari kata sempurna. Fokus utama staf pelatih dalam sepekan terakhir adalah memantau perkembangan medis para pemain yang masih dibekap cedera.

"Terkait kondisi pemain, situasinya memang belum sepenuhnya ideal. Kami masih memiliki beberapa pemain yang mengalami cedera, bahkan ada yang baru kembali mengikuti latihan hari ini," ujar pelatih asal Portugal tersebut seperti dikutip laman resmi klub.

Tavares menegaskan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan departemen medis untuk memastikan para pemain yang diturunkan nanti memiliki kecepatan, stamina, dan kebugaran yang mumpuni untuk bersaing di level tinggi.

Teka-teki Kesiapan Bruno Paraiba

Salah satu sorotan utama tertuju pada legiun asing asal Brasil, Bruno Paraiba. Meski kontribusinya sangat dinantikan oleh Bonek dan Bonita, tim pelatih memilih bersikap konservatif.

Paraiba dipastikan belum mencapai kondisi fisik 100% setelah hanya mencatatkan total 43 menit bermain dalam dua laga terakhir.

Tavares enggan berjudi dengan memaksakan pemain berusia 31 tahun itu tampil sebagai starter guna menghindari risiko cedera kambuhan yang lebih fatal.

"Kami perlu berhati-hati. Pemain tentu ingin bermain, tetapi ada risiko stamina mereka tidak bagus dan memicu masalah cedera lagi. Saat ini dia membaik, tapi kami harus mengikuti prosedur medis agar dia pulih total," jelas Tavares.

Daftar Absensi dan Tantangan Kedalaman Tim

Kekhawatiran akan lini tengah yang pincang diperparah dengan absennya sejumlah pilar penting. Berikut adalah daftar pemain yang dipastikan absen atau diragukan tampil:

Muhammad Hidayat: Gelandang bertahan senior ini masih absen panjang akibat masalah lutut, yang meninggalkan lubang besar di sektor pemutus serangan lawan.

Ernando Ari Sutaryadi: Kiper utama ini masih dalam tahap pemulihan cedera bahu sehingga harus absen dari panggilan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Posisinya di Persebaya akan kembali diisi oleh Andhika Ramadhani.

Malik Risaldi: Penyerang sayap ini harus menjalani perawatan intensif akibat cedera kaki.

Arief Catur Pamungkas: Bek sayap ini absen pada pekan ke-25 melawan Borneo FC akibat cedera kepala saat berduel dengan pemain Persib Bandung, Federico Barba. Meski sudah pulih 80%, ia baru diproyeksikan kembali pada pekan ke-26 melawan Persita Tangerang.

Risto Mitrevski: Bek tengah andalan ini juga terpaksa menepi pada periode Maret 2026, yang membuat jantung pertahanan Persebaya menjadi keropos.

Gustavo Fernandes: Pemain baru ini terus bergelut dengan masalah kebugaran. Tercatat dari sembilan laga awal, ia hanya sekali bermain penuh selama 90 menit.

Bruno Paraiba: Di sektor tengah, pemain asal Brasil ini baru mulai kembali fit sepenuhnya pada Maret ini setelah absen dalam enam pertandingan.

Selain itu, pemain muda seperti Sadida Nugraha dan Mikael Tata juga sempat mengalami gangguan fisik ringan yang membatasi opsi strategi Tavares.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai penurunan performa ini berakar pada berkurangnya intensitas persaingan di dalam internal skuat.

Badai cedera yang menghantam pilar-pilar utama membuat atmosfer latihan menurun, yang pada akhirnya menggerus motivasi serta level kompetitif para pemain di lapangan.

“Hal-hal ini hanya dapat kita tingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat,” tegas pelatih asal Portugal tersebut seperti dikutip ILeague.

Pentingnya Kompetisi Sehat dalam Tim

Bagi mantan pelatih PSM Makassar ini, kompetisi sehat antarpemain adalah elemen krusial untuk menjaga konsistensi. Ia menekankan bahwa setiap pemain seharusnya merasa posisinya terancam jika tidak memberikan kemampuan maksimal.

“Sangat penting bagi para pemain yang berlatih untuk merasa bahwa jika saya tidak melakukan 200% dalam latihan dan dalam pertandingan, saya akan kehilangan tempat utama saya di tim utama,” ujarnya.

Namun, realita yang dihadapi Persebaya saat ini justru bertolak belakang. Terbatasnya pilihan pemain akibat cedera membuat rotasi tidak berjalan optimal, sehingga keseimbangan tim terganggu.

"Jika kita memiliki banyak pemain cedera dan kita tidak memiliki cukup pemain untuk mengikuti kompetisi ini, maka akan sulit," keluh Tavares.

Misi Memperbaiki Posisi Klasemen

Laga melawan Persita memiliki arti penting bagi Persebaya untuk merangkak naik di papan klasemen.

Saat ini, Bajol Ijo tertahan di peringkat ketujuh, sementara Persita Tangerang berada di posisi kelima.

Persebaya wajib waspada, mengingat Persita kerap tampil mengejutkan saat menghadapi tim yang tidak turun dengan kekuatan penuh.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Persita Tangerang #berita persebaya hari ini #Persebaya Surabaya #Bernardo Tavares #bruno paraiba