DENPASAR, Radar Bali.id — Persaingan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kota Denpasar 2026 benar-benar membara memasuki detik-detik akhir pelaksanaan.
Hingga menjelang penutupan, kontingen Denpasar Selatan (Densel) tampil dominan dan sukses memuncaki klasemen sementara untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).
Baca Juga: Sempat Vakum Dua Tahun, Porjar Klungkung Kembali Digelar: E-Sport Jadi Primadona Baru
Densel berhasil mengoleksi total 54 medali yang terdiri atas 20 emas, 13 perak, dan 21 perunggu.
Raihan ini membuat mereka unggul tipis dari rival terdekatnya, Denpasar Timur, yang sebenarnya mengemas total medali yang sama (54 medali), namun kalah dalam perolehan emas dengan rincian 17 emas, 18 perak, dan 19 perunggu.
Baca Juga: Bersiap Sejak Sekarang, Buleleng Targetkan Peringkat Terbaik di Porjar Bali 2026, Ini yang Dilakukan
Sementara itu, Denpasar Barat terus membayangi di posisi ketiga dengan torehan 45 medali (13 emas, 11 perak, dan 21 perunggu).
Dominasi Sekolah Favorit di Tingkat SMP dan SMA
Tidak kalah mendebarkan, persaingan sengit juga tersaji di level SMP dan SMA:
- Tingkat SMP: SMPN 1 Denpasar masih kokoh di puncak dengan koleksi 11 emas, 6 perak, dan 8 perunggu. Menyusul di posisi kedua ada SMPN 9 Denpasar dengan 7 emas, 11 perak, dan 6 perunggu, serta SMPN 2 Denpasar di peringkat ketiga dengan modal 7 emas, 6 perak, dan 3 perunggu.
- Tingkat SMA: SMAN 4 Denpasar sementara ini memimpin takhta klasemen dengan raihan 8 emas, 7 perak, dan 13 perunggu. Posisi kedua ditempati oleh SMAN 2 Denpasar (6 emas, 4 perak, 5 perunggu), disusul ketat oleh SMKN 1 Denpasar di posisi ketiga (5 emas, 2 perak, 9 perunggu).
Juara Umum Ditentukan Hingga Detik Terakhir
Ketua Panitia Pelaksana Porjar 2026, I Wayan Eka Apriana, menegaskan bahwa peta kekuatan dan klasemen masih sangat mungkin berubah. Hal ini dikarenakan beberapa cabang olahraga (cabor) masih menyisakan laga penentu. Dari total 38 cabor yang dipertandingkan tahun ini—mulai dari atletik, renang, panjat tebing, hingga tren baru seperti e-sport dan wushu—beberapa di antaranya baru akan rampung di hari terakhir.
"Kami pastikan seluruh pertandingan tuntas sebelum penutupan pada Kamis (2/4),” ujar I Wayan Eka Apriana, Senin (30/3/2026).
Beliau menambahkan bahwa Porjar bukan sekadar ajang perebutan medali biasa, melainkan panggung strategis untuk pembibitan atlet pelajar secara berjenjang. Atlet-atlet muda potensial yang lahir dari kompetisi ini nantinya diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kota Denpasar di tingkat Provinsi Bali.
Kemeriahan ajang tahunan ini juga semakin lengkap dengan hadirnya dua cabang olahraga eksebisi yang baru diperkenalkan, yaitu bola tangan dan kick boxing.
"Persaingan yang masih terbuka membuat perebutan gelar juara umum dipastikan berlangsung dramatis hingga detik terakhir," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita