Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berkah Piala Dunia 2026: Persib, Persija dan Persebaya Kecipratan Dana FIFA

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 2 April 2026 | 09:21 WIB
Bek Persib Frans Putros berlaga di putaran final Piala Dunia membela Timnas Irak.
Bek Persib Frans Putros berlaga di putaran final Piala Dunia membela Timnas Irak.

 RADAR BALI - Kabar mengenai kucuran dana segar dari induk organisasi sepak bola dunia kepada klub Indonesia bukan sekadar isapan jempol.

Melalui skema FIFA Club Benefits Programme (CBP), tim-tim yang mendelegasikan pemainnya ke ajang internasional dalam siklus Kualifikasi Piala Dunia 2026 dipastikan akan mendapatkan kompensasi finansial.

Meskipun narasi ini sering dikaitkan dengan keberhasilan bek Persib Bandung, Frans Putros, yang baru saja mengantarkan Timnas Irak menembus putaran final setelah menyingkirkan Bolivia di fase play-off, keuntungan ini nyatanya tidak hanya milik Maung Bandung.

Revolusi Distribusi Dana FIFA

Berdasarkan keputusan strategis Dewan FIFA pada September 2025, payung hukum pemberian dana kini jauh lebih luas.

FIFA telah menyiapkan dana total sebesar USD 355 juta (setara Rp 6 triliun) untuk dibagikan secara proporsional.

Berbeda dengan aturan lama, kini setiap hari yang dihabiskan pemain profesional untuk membela negaranya sejak babak kualifikasi akan dihitung sebagai pundi-pundi bagi klub asal.

Artinya, klub-klub Indonesia lainnya seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Malut United, dan Dewa United.

Semua tim tersebut berhak atas dana serupa karena pemain mereka aktif terlibat dalam agenda Timnas Indonesia di kualifikasi zona Asia.

Persib Unggul dalam Durasi dan Jumlah

Secara kalkulasi teknis, Persib memang berpeluang menjadi penerima dana terbesar di tanah air. Hal ini dipicu oleh banyaknya penggawa mereka yang dipanggil pelatih tim nasional, mulai dari Marc Klok, Beckham Putra, hingga dua pemain naturalisasi anyar, Thom Haye dan Eliano Reijnders.

Namun, terdapat satu catatan penting terkait pemain asing mereka. Meski Frans Putros membawa Irak ke Amerika Utara, hak Persib atas dana tersebut bisa terhenti jika kontrak sang pemain yang berakhir pada 31 Mei 2026 tidak diperpanjang.

Jika ia berstatus bebas transfer saat putaran final dimulai, maka tambahan kompensasi harian dari fase grup Piala Dunia tidak akan mengalir ke kas klub.

Analisis Kontribusi Klub

Perbandingan                       Persib Bandung     Persebaya Surabaya
Akumulasi Personel              8 Pemain                Sekitar 3 Pemain
Total Hari Tugas Negara       250 - 300 Hari        60 - 90 Hari
Status Pemain di Final           Ada (Irak)               Belum Ada

Bagi Persebaya, meski jumlah hari kepesertaan pemainnya seperti Ernando Ari cenderung fluktuatif di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman, kontribusi mereka pada fase awal kualifikasi tetap tercatat dalam sistem FIFA.

Sistem ini menggunakan formula khusus:

Pendapatan= (Total Pemain\Durasi Hari) x Alokasi Harian

Melalui transparansi ini, FIFA ingin memastikan bahwa setiap klub, baik di level elite Eropa maupun BRI Super League, mendapatkan apresiasi yang adil atas kontribusi mereka dalam memajukan sepak bola global.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #piala dunia 2026 #persija jakarta #BRI Super League #Persebaya Surabaya