RADAR BALI - Kabar mengenai kucuran dana segar dari induk organisasi sepak bola dunia kepada klub Indonesia bukan sekadar isapan jempol.
Melalui skema FIFA Club Benefits Programme (CBP), tim-tim yang mendelegasikan pemainnya ke ajang internasional dalam siklus Kualifikasi Piala Dunia 2026 dipastikan akan mendapatkan kompensasi finansial.
Meskipun narasi ini sering dikaitkan dengan keberhasilan bek Persib Bandung, Frans Putros, yang baru saja mengantarkan Timnas Irak menembus putaran final setelah menyingkirkan Bolivia di fase play-off, keuntungan ini nyatanya tidak hanya milik Maung Bandung.
Revolusi Distribusi Dana FIFA
Berdasarkan keputusan strategis Dewan FIFA pada September 2025, payung hukum pemberian dana kini jauh lebih luas.
FIFA telah menyiapkan dana total sebesar USD 355 juta (setara Rp 6 triliun) untuk dibagikan secara proporsional.
Berbeda dengan aturan lama, kini setiap hari yang dihabiskan pemain profesional untuk membela negaranya sejak babak kualifikasi akan dihitung sebagai pundi-pundi bagi klub asal.
Artinya, klub-klub Indonesia lainnya seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Malut United, dan Dewa United.
Semua tim tersebut berhak atas dana serupa karena pemain mereka aktif terlibat dalam agenda Timnas Indonesia di kualifikasi zona Asia.
Persib Unggul dalam Durasi dan Jumlah
Secara kalkulasi teknis, Persib memang berpeluang menjadi penerima dana terbesar di tanah air. Hal ini dipicu oleh banyaknya penggawa mereka yang dipanggil pelatih tim nasional, mulai dari Marc Klok, Beckham Putra, hingga dua pemain naturalisasi anyar, Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Namun, terdapat satu catatan penting terkait pemain asing mereka. Meski Frans Putros membawa Irak ke Amerika Utara, hak Persib atas dana tersebut bisa terhenti jika kontrak sang pemain yang berakhir pada 31 Mei 2026 tidak diperpanjang.
Jika ia berstatus bebas transfer saat putaran final dimulai, maka tambahan kompensasi harian dari fase grup Piala Dunia tidak akan mengalir ke kas klub.
Analisis Kontribusi Klub
Perbandingan Persib Bandung Persebaya Surabaya
Akumulasi Personel 8 Pemain Sekitar 3 Pemain
Total Hari Tugas Negara 250 - 300 Hari 60 - 90 Hari
Status Pemain di Final Ada (Irak) Belum Ada
Bagi Persebaya, meski jumlah hari kepesertaan pemainnya seperti Ernando Ari cenderung fluktuatif di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman, kontribusi mereka pada fase awal kualifikasi tetap tercatat dalam sistem FIFA.
Sistem ini menggunakan formula khusus:
Melalui transparansi ini, FIFA ingin memastikan bahwa setiap klub, baik di level elite Eropa maupun BRI Super League, mendapatkan apresiasi yang adil atas kontribusi mereka dalam memajukan sepak bola global.***
Editor : Ibnu Yunianto