Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dewa United Waspadai Kecepatan Pemain Sayap PSIM Yogyakarta

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 2 April 2026 | 18:04 WIB
Bek kiri Dewa United Jonathan Pereira siap meredam kecepatan pemain-pemain sayap PSIM dalam laga lanjutan BRI Super League pada Jumat (3/4).
Bek kiri Dewa United Jonathan Pereira siap meredam kecepatan pemain-pemain sayap PSIM dalam laga lanjutan BRI Super League pada Jumat (3/4).

 

RADAR BALI - Dewa United Banten FC bersiap menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium (BIS), Jumat (3/4).

Mengantongi modal positif usai menahan imbang Persija Jakarta 1-1 di laga sebelumnya, skuad berjuluk Banten Warriors ini berada dalam kondisi siap tempur.

Bek andalan Dewa United Johnathan Pereira menegaskan bahwa tim telah memanfaatkan masa libur singkat untuk memulihkan tenaga sekaligus mempertajam fokus. Ia menyebut sesi latihan pasca-libur berjalan sangat baik guna menghadapi gempuran Laskar Mataram.

Antisipasi Duel di Sektor Sayap

Johnathan Pereira memberikan perhatian khusus pada komposisi pemain lawan. Menurut pemain bernomor punggung 4 tersebut, PSIM Yogyakarta memiliki keseimbangan yang baik antara pemain asing dan lokal, serta lini pertahanan yang kokoh.

Secara spesifik, Johnathan menyoroti kecepatan sektor sayap kiri PSIM yang diprediksi akan menjadi lawan langsungnya di lapangan. "PSIM punya pemain asing dan lokal yang bagus, sayap kirinya cepat. Khusus untuk sayap kiri, dia akan jadi lawan langsung saya besok," ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap percaya diri dengan kualitas kolektif yang dimiliki timnya untuk mengamankan poin di kandang sendiri.

Strategi Reaktif Laskar Mataram

Optimisme serupa juga disampaikan oleh pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink. Pelatih asal Belanda tersebut menilai hasil imbang melawan Persija telah memberikan dampak psikologis positif bagi mentalitas para pemainnya.

Namun, pelatih Dewa United ini enggan memandang remeh taktik lawan. Berdasarkan analisisnya, PSIM Yogyakarta merupakan tim yang sangat terorganisir dan memiliki kemampuan transisi yang berbahaya.

"Mereka memainkan reaction football (sepak bola reaktif) lebih banyak saat tandang daripada kandang. Mereka sangat terorganisir dan mobile. Itu adalah refleksi dari pelatihnya yang melakukan pekerjaan dengan baik," jelas Riekerink.

Persaingan Sengit Menuju Enam Besar

Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sangat sengit mengingat posisi kedua tim yang saling sikut di papan klasemen sementara. Saat ini, PSIM Yogyakarta masih unggul tipis di peringkat ke-6 dengan koleksi 41 poin.

Dewa United menempel ketat tepat di bawahnya, yakni posisi ke-7, dengan hanya selisih satu angka saja di 40 poin. Situasi ini menjadikan kemenangan sebagai harga mati bagi Banten Warriors untuk bisa menyalip posisi Laskar Mataram.

Dengan sisa sembilan pertandingan di musim reguler, Jan Olde Riekerink berharap anak asuhnya mampu menjaga ritme dan konsistensi demi mengakhiri musim di posisi terbaik.

Dukungan penuh publik Banten di BIS diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk meredam kecepatan sayap PSIM dan mengamankan tiga poin krusial.***

Editor : Ibnu Yunianto
#banten international stadium #dewa united #psim yogyakarta #BRI Super League #Jan Olde Riekerink