RADAR BALI – Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mencatatkan kemenangan dramatis 3-2 atas Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Minggu (5/4/2026).
Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster membeberkan kunci keberhasilan timnya membalikkan keadaan meski sempat tertinggal dua kali dari sang rival.
Salah satu kunci sukses The Guardian dalam meredam agresivitas Macan Kemayoran adalah keberhasilan mematikan pergerakan motor serangan lawan, Allano Lima.
Pelatih Paul Munster memberikan tugas khusus kepada bek sayap Bhayangkara FC Frengky Missa untuk melakukan man-to-man marking secara ketat sepanjang laga.
Frengky mengungkapkan bahwa kedisiplinan dalam menjaga jarak menjadi kunci agar Allano tidak memiliki ruang untuk berkreasi.
"Kunci mematikan Allano adalah menutup ruang tembak, penempatan posisi yang tepat, dan antisipasi skill satu lawan satu. Jadi, saya benar-benar fokus pada dia dan selalu menerapkan man-to-man marking agar dia tidak bisa mengembangkan permainan," ujar Frengky.
Senjata Bola Mati yang Terasah
Selain aspek bertahan, Bhayangkara FC menunjukkan keunggulan dalam memanfaatkan bola mati. Pelatih Paul Munster menyebut bahwa keberhasilan membalikkan kedudukan merupakan hasil dari skenario yang telah dipersiapkan matang dalam sesi latihan.
Gol penyama kedudukan dari Dendy Sulistyawan pada menit ke-86 melalui eksekusi tendangan bebas menjadi bukti efektivitas strategi tersebut.
"Saya mengapresiasi Dendy yang mencetak gol melalui tendangan bebas. Gol seperti ini memang sering kami ulang saat latihan. Setelah tertinggal, kami mengubah strategi dan akhirnya berhasil mengamankan poin di kandang," kata pelatih asal Irlandia tersebut.
Perlawanan 10 Pemain Persija
Di sisi lain, Persija sebenarnya menunjukkan determinasi tinggi meski harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua akibat kartu merah Jordi Amat.
Macan Kemayoran sempat unggul melalui gol cepat Rayhan Hannan dan tendangan bebas spektakuler Fabio Calonego. Namun, Pelatih Persija Mauricio mengakui bahwa kelemahan dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir menjadi bumerang bagi timnya.
"Kami tiba-tiba berhenti bermain dan memberikan ruang di lini pertahanan yang tidak seharusnya diberikan, sampai kita kemasukan gol dari bola liar. Sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain," tutur Pelatih Mauricio.
Kemenangan ini memastikan Bhayangkara FC meraih poin penuh berkat gol penentu Moussa Sidibe di masa injury time, sekaligus menjadi bukti kejeniusan taktik Paul Munster dalam mengeksploitasi kelemahan lawan di saat kritis.***
Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali