RADAR BALI - Keberhasilan Bhayangkara Presisi Lampung FC menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda membawa dampak signifikan bagi posisi mereka di klasemen.
Kemenangan dramatis pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 tersebut mengantarkan tim berjuluk The Guardian tersebut menembus urutan kelima besar klasemen Super League 2025 2026.
Nehar Sadiki, palang pintu andalan Bhayangkara FC, mengungkapkan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari komitmen tinggi seluruh anggota skuad. Menurut dia, tim selalu turun ke lapangan dengan satu visi tunggal, yakni mengamankan poin penuh.
"Kami melakukan pekerjaan yang hebat, jadi Alhamdulillah. Saat kami memainkan permainan kami, target kami selalu untuk meraih tiga poin. Kami sangat senang dengan hasil ini," ujar Nehar seperti dikutip ILeague.
Nehar menilai pencapaian ke posisi kelima saat ini adalah apresiasi yang pas atas konsistensi mereka di putaran kedua. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ambisi tim belum surut dan masih mengincar posisi yang lebih tinggi di sisa delapan laga musim ini.
"Menurut saya kami layak mendapatkannya, terutama setelah apa yang kami tunjukkan di paruh kedua musim ini. Kami akan terus melaju, mungkin untuk mengejar posisi tiga atau empat besar," tambahnya.
Kualitas strategi pelatih juga dianggap sebagai faktor kunci. Meski gaya melatihnya tergolong keras dan disiplin, para pemain merasa metode tersebut sangat efektif dalam meningkatkan level permainan tim.
"Pelatih itu yang terbaik. Terkadang dia 'gila' dalam menekan kami, tapi itu karena dia sangat bagus. Kami semua mencintainya," kata Nehar.
Selain itu, ia memberikan pujian setinggi langit kepada Moussa Sidibe yang dianggapnya sebagai sosok pembeda yang membuat alur permainan menjadi jauh lebih simpel.
"Saya pikir dia pemain terbaik di Indonesia, bahkan di Asia. Bersama Moussa Sidibe, segalanya menjadi mudah di dalam tim kami," pungkasnya.
Amunisi Tambahan di Sektor Pertahanan
Kekuatan lini belakang Bhayangkara FC diprediksi akan semakin kokoh seiring pulihnya Muhammad Ferarri. Pemain muda tim nasional ini mengonfirmasi bahwa cedera Medial Collateral Ligament (MCL) yang sempat membekapnya kini mulai membaik.
Selama masa absen, ia menjalani terapi intensif bersama tim medis klub. Ferarri bahkan sudah mulai terlihat di bangku cadangan saat laga kontra Persija pekan lalu.
"Saya sempat alami Medial Collateral Ligament (MCL) grade dua. Sempat istirahat dan melakukan pemulihan bersama fisioterapis. Alhamdulillah, saat ini sudah baikan," ujar Ferarri.
Menjelang duel menghadapi Persijap Jepara, Ferarri menyatakan kesiapannya untuk merumput kembali. Namun, ia memilih untuk bersikap realistis dan tidak ingin memaksakan diri tampil penuh demi menjaga kebugaran jangka panjang.
"Insha Allah, jika dapat kesempatan, saya bisa bermain melawan Persijap, meski dipastikan tidak bermain selama 90 menit penuh. Saat ini bertahap lebih dahulu, tidak mau terburu-buru," tambahnya.
Ia juga menyadari bahwa persaingan internal untuk memperebutkan posisi utama di lini pertahanan sangat ketat, sehingga fokusnya saat ini adalah mengembalikan ritme permainan.
"Yang terpenting saat ini bisa bermain penuh di tim dahulu, apalagi persaingan di Bhayangkara FC juga cukup ketat," tutupnya.
Persijap Jepara Perpanjang Napas di Papan Bawah
Di sisi lain, Persijap Jepara berhasil menjaga tren positif mereka setelah membawa pulang satu angka dari markas Persik Kediri. Laga di Stadion Brawijaya pada Senin (6/4) tersebut berakhir kacamata, 0-0, berkat performa gemilang kiper Sendri Johansah.
Momen krusial terjadi pada menit ke-57 ketika Sendri secara heroik memblok tendangan penalti Jose Enrique menggunakan kakinya. Aksi penyelamatan tersebut mengamankan catatan tak terkalahkan Laskar Kalinyamat dalam lima pertandingan terakhir.
“Alhamdulillah kita bersyukur bisa mendapatkan satu poin dari laga tandang lawan Persik. Kita memang membutuhkan poin untuk dapat merangkak ke posisi lebih baik lagi,” kata Sendri Johansah.
Penjaga gawang berusia 32 tahun ini baru saja kembali setelah sempat absen di dua pekan sebelumnya karena masalah fisik. Ia menegaskan kini sudah bugar sepenuhnya untuk mengawal gawang Persijap di laga-laga krusial mendatang.
“Iya, dua pertandingan sebelumnya saya memang mengalami cedera. Dan di laga lawan Persik saya siap 100 persen. Di laga-laga berikutnya, saya selalu siap,” dia menegaskan.
Pelatih Persijap Mario Lemos mengaku bahwa timnya belum tampil maksimal secara permainan, namun ia sangat mengapresiasi kerja keras anak asuhnya dalam mencuri poin di kandang lawan yang cukup tangguh.
“Kita tidak tampil seperti biasanya. Namun kita bersyukur bisa dapat poin meski tidak sesuai dengan target yakni tiga poin,” katanya usai pertandingan.
Meski masih tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 22 poin, hasil imbang ini sangat vital untuk menjauh dari kejaran tim-tim di zona degradasi seperti Madura United dan Semen Padang.
“Persaingan sangat ketat di klasemen bawah, satu laga saja bisa merubah komposisi yang ada, makanya kita sangat membutuhkan tiga poin,” pungkas Mario Lemos.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali