RADAR BALI – Pelatih Persebaya Bernardo Tavares terus memantau perkembangan kondisi para pemainnya menjelang laga klasik Super League melawan Persija Jakarta.
Bagi pelatih asal Portugal itu, kesiapan fisik dan kebugaran skuad menjadi hal yang paling menentukan sebelum tim turun bertanding.
Persebaya dijadwalkan menantang Persija pada pekan ke-27 Super League 2025/2026.
Pertandingan sarat gengsi tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) malam.
Hingga Kamis (9/4) hari ini, fokus utama tim medis adalah memantau enam pemain yang masih diragukan untuk tampil sebagai starter.
“Kami akan melihat perkembangan para pemain sepanjang minggu ini, apakah kondisinya cukup baik untuk dimainkan saat menghadapi Persija,” ujar Tavares.
Daftar Pemain dalam Pemantauan
Kondisi "Badai Cedera" ini memaksa Tavares menyiapkan rencana cadangan. Beberapa nama kunci yang saat ini masih dalam tahap pemulihan antara lain:
Kiper utama Ernando Ari masih dipantau intensif guna menghindari risiko cedera jangka panjang.
Kapten Bruno Moreira & gelandang kreatif Francisco Rivera belum bugar sepenuhnya setelah berjibaku melawan Persita.
Bek sayap Catur Pamungkas mengalami masalah fisik.
Striker Bruno Paraíba berjuang mengembalikan kebugaran setelah debut emosionalnya di GBT.
Tavares menegaskan tidak ingin memaksakan pemain yang belum pulih total. “Saat ini fokus kami adalah melihat pemain mana saja yang tersedia. Kami berharap memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk pertandingan nanti,” tuturnya.
Analisis Kekuatan Lawan
Pelatih berusia 45 tahun itu juga mengingatkan bahwa pertemuan pertama musim ini dimenangkan oleh Persija dengan skor 1-3. Karena itu, tim pelatih mulai mempelajari kembali kekuatan Macan Kemayoran sejak sesi latihan pertama setelah meraih kemenangan melawan Persita.
Pada pertandingan nanti, Persija dipastikan tidak akan diperkuat dua pemain belakangnya, Jordi Amat dan Thales Lira. Jordi menerima kartu merah pada laga sebelumnya, sementara Thales harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Namun, Tavares menegaskan bahwa hal tersebut bukan keuntungan otomatis bagi Persebaya. “Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan. Jordi dan Thales memang pemain bagus, tetapi Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan mereka,” ucap pelatih Persebaya Bernardo Tavares itu.
Kalah dari Bhayangkara FC, Persija dalam Tekanan
Di sisi lain, Persija Jakarta sedang dalam sorotan tajam. Manajemen Macan Kemayoran menyatakan kekecewaan mendalam setelah hanya meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan dalam tiga laga terakhir.
Situasi ini membuat target gelar juara menjadi semakin sulit mengingat kompetisi hanya menyisakan delapan pertandingan.
Direktur olahraga Persija, Bambang Pamungkas, meminta seluruh elemen tim untuk bangkit. “Manajemen sangat menyayangkan tiga laga terakhir dilewati tanpa kemenangan. Kami meminta pelatih dan pemain untuk memberikan fokus ekstra pada setiap pertandingan dan terus berjuang hingga pekan terakhir,” tegas sosok yang akrab disapa Bepe tersebut.
Bagi Persebaya, meski datang dengan kondisi skuad yang pincang, ambisi membawa pulang tiga poin dari Jakarta tetap menjadi misi utama demi memperbaiki posisi di klasemen Super League. ***
Editor : Ibnu Yunianto