Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Persija Jakarta vs PSIM Jogja: Misi Macan Kemayoran Kejar Poin Persib

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 22 April 2026 | 14:04 WIB
Kapten Persija Rizky Ridho memimpin timnya memasuki lapangan saat bertanding melawan Persib Bandung.
Kapten Persija Rizky Ridho memimpin timnya memasuki lapangan saat bertanding melawan Persib Bandung.

 
RADAR BALI – Persaingan di papan atas BRI Super League 2025/26 kian memanas. Menyusul hasil kurang maksimal yang diraih Persib,

Persija Jakarta kini mengalihkan fokus sepenuhnya untuk mengamankan poin penuh saat bersua PSIM Jogja.

Laga pekan ke-29 ini akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Persija datang ke Bali dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Pelatih Mauricio Souza ini tengah dalam tren positif setelah menyapu bersih dua laga terakhir dengan kemenangan, yakni melibas Persebaya 3-0 dan menang tipis 1-0 atas PSBS.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Macan Kemayoran untuk terus memangkas jarak di klasemen. Apalagi, pada pertemuan pertama musim ini di Jakarta, Persija terbukti mampu mengatasi perlawanan Laskar Mataram dengan skor 2-0.

"Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok. Meskipun persiapan terbatas karena perjalanan ke Bali yang mendadak, kami memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin," ujar Mauricio Souza.

Souza menekankan pentingnya kreativitas di lini depan yang sempat menjadi catatan evaluasi. "Kami sering menekan ke kotak penalti namun kurang dalam penyelesaian akhir. Kami butuh lebih banyak aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus pertahanan lawan," tambahnya.

Kekecewaan PSIM Terusir dari Rumah

Di kubu lawan, PSIM Jogja harus menerima kenyataan pahit batal menjamu Persija di Yogyakarta. Keputusan pemindahan lokasi ke Gianyar memicu kekecewaan Pelatih Kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel.

Pria asal Belanda ini merasa timnya kehilangan keuntungan besar tanpa dukungan langsung dari suporter fanatiknya.

"Sangat mengecewakan pertandingan ini tidak digelar di Yogyakarta. Klub dan penggemar kami sudah menunggu lama untuk bermain melawan tim besar di Indonesia di rumah sendiri," ungkap mantan juru taktik Besiktas FC tersebut.

Meski merasa dirugikan secara psikologis, Van Gastel memastikan anak asuhnya tetap profesional. "Situasi ini memang sulit, tetapi kami harus tetap siap untuk pertandingan besok," tegasnya.

Fokus Internal Laskar Mataram

Gelandang andalan PSIM Jogja Ze Valente mengakui bahwa jadwal yang padat dan perpindahan lokasi cukup menguras energi. Pemain asal Portugal ini memilih tidak terlalu memikirkan kekuatan bertabur bintang milik Persija dan lebih fokus pada kesiapan rekan setimnya.

"Persiapan kami cukup singkat, praktis hanya untuk pemulihan. Kita semua tahu Persija adalah tim bagus dengan pemain berkualitas, tapi saya lebih memilih fokus pada tim saya sendiri," kata Ze Valente.

Bagi Ze, menghadapi Persija adalah tantangan yang harus dijawab dengan performa maksimal di lapangan, terlepas dari kualitas individu lawan yang mumpuni. "Kami akan berusaha memberikan penampilan yang maksimal untuk mendapatkan hasil terbaik," pungkasnya.

Statistik Pertemuan Kedua Tim

Menjelang duel sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, catatan statistik menunjukkan dominasi psikologis berada di tangan Persija Jakarta.

Pada pertemuan pertama di putaran musim ini yang berlangsung akhir November 2025 lalu, Macan Kemayoran sukses membungkam Laskar Mataram dengan skor meyakinkan 2-0.

Keunggulan head to head tersebut menjadi landasan kepercayaan diri bagi anak asuh Mauricio Souza untuk mengulangi hasil serupa di Pulau Dewata.

Performa Persija belakangan ini pun sedang berada dalam grafik yang terus menanjak melalui tren positif di BRI Super League. Skuad asal ibu kota ini baru saja menyapu bersih dua kemenangan beruntun melawan tim asal Jawa Timur dan Papua, yakni melibas Persebaya Surabaya 3-0 dan menang tipis atas PSBS Biak.

Dari lima laga terakhirnya, Persija sukses mengemas tiga kemenangan dan satu hasil imbang, yang membuktikan lini serang mereka mulai tajam dan konsisten.

Di sisi lain, PSIM Jogja sebenarnya datang dengan kondisi yang tidak kalah stabil meski harus bermain jauh dari rumah. Laskar Mataram tercatat belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir, termasuk kemenangan krusial atas Persita Tangerang serta hasil imbang saat melakoni laga sulit di kandang Borneo FC.

Meski sempat tersungkur saat bertamu ke markas Bali United pada akhir Maret, ketangguhan mental tim asuhan Jean-Paul Van Gastel dalam meraih poin di beberapa laga terakhir menjadi sinyal bahaya bagi lawan.

Secara teknis, pertarungan ini akan menjadi ujian antara lini pertahanan solid melawan kolektivitas tim yang ulet. Persija Jakarta memiliki modal berharga berupa catatan clean sheet dalam dua laga pamungkas, yang menunjukkan betapa rapatnya barisan belakang mereka saat ini.

Namun, PSIM Jogja telah membuktikan diri sebagai tim yang sulit ditaklukkan, sehingga laga di Gianyar diprediksi akan berjalan sangat alot karena kedua tim sama-sama sedang berada dalam motivasi tinggi untuk mengamankan posisi di klasemen.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#head to head #BRI Super League #klasemen liga 1 #Persija vs PSIM #Jean Paul van Gastel