Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persija Kecewa Hasil Imbang, PSIM Anggap Hasil Maksimal

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 23 April 2026 | 09:29 WIB
Striker Persija Allano Lima membawa bola setelah mencetak gol ke gawang PSIM melalui titik putih di menit ke-20.
Striker Persija Allano Lima membawa bola setelah mencetak gol ke gawang PSIM melalui titik putih di menit ke-20.

 

RADAR BALI – PSIM Jogja sukses memutus tren negatif tiga kekalahan beruntun setelah bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta dalam laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4) sore. Meski berbagi angka, kedua kubu membawa pulang perasaan yang bertolak belakang.

Laskar Mataram langsung menggebrak lewat gol cepat Norberto Ezequiel “Pulga” Vidal pada menit ke-4 setelah memanfaatkan umpan Savio Sheva.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-18, pelanggaran Donny Warmerdam di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Allano Souza yang maju sebagai eksekutor sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-20.

Macan Kemayoran sebenarnya berpeluang berbalik unggul sebelum turun minum setelah kembali mendapatkan penalti akibat pelanggaran Yusaku Yamadera pada menit ke-40.

Namun, kiper PSIM Cahya Supriadi tampil gemilang dengan menepis tendangan Emaxwell Souza, sehingga skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Persija tampil sangat dominan dengan melancarkan gelombang serangan melalui Gustavo Almeida, Jean Mota, hingga Bruno Tubarão.

Keputusan penalti untuk Persija pada menit ke-77 bahkan sempat dianulir wasit Muhammad Nazmi setelah pengecekan VAR. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang tetap tidak berubah.

PSIM: Hasil Realistis untuk Bangkit

Pelatih Kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mengaku puas bisa mengamankan satu poin dari tim papan atas. Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan tekad besar untuk bertahan, terutama pada babak kedua.

"Mengingat skor akhir 1-1, saya rasa itu adalah hasil maksimal yang bisa kami raih. Persija bermain dengan baik dan kami lebih banyak dituntut untuk bertahan. Sangat penting bagi kami untuk memutus rentetan kekalahan ini," ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Senada dengan sang pelatih, kapten PSIM Jogja Franco Ramos mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya. Ia mengakui kualitas pemain Persija membuat laga menjadi sangat sulit bagi Laskar Mataram.

Persija: Dominasi yang Terbuang Sia-sia

Di kubu lawan, kekecewaan mendalam dirasakan oleh skuad Macan Kemayoran. Statistik mencatat Persija melepaskan 25 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, namun hanya satu yang berbuah gol.

Pelatih Kepala Persija Mauricio Souza menyoroti ketidakefektifan lini serangnya. "Percuma jika sudah banyak menekan pertahanan lawan tetapi tidak berbuah gol. Lawan hanya punya tiga peluang dan mencetak satu gol, sementara kami punya 25 kesempatan dan satu penalti yang gagal," tuturnya dengan nada kecewa.

Bek Persija Fajar Fathurrahman juga tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Menurutnya, mengontrol permainan sepanjang laga tanpa meraih kemenangan adalah hasil yang menyakitkan bagi seluruh anggota tim.

"Tentu ini hasil yang sangat mengecewakan bagi kami semua. Kami mengontrol permainan, tetapi inilah sepak bola," kata Fajar.

Tambahan satu poin ini membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen dengan raihan 59 poin, sementara bagi PSIM, hasil ini menjadi modal berharga untuk menatap sisa laga musim ini.***

Editor : Ibnu Yunianto
#stadion kapten i wayan dipta #persija jakarta #psim yogyakarta #BRI Super League #hasil pertandingan