Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mauricio Souza Soroti Rendahnya Konversi Gol Persija

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 24 April 2026 | 17:02 WIB
Allano dan kawan-kawannya merayakan gol Persija ke gawang PSIM Yogyakarta. Persija masih mengandakan gol dari tendangan bebas dan penalti untuk menang maupun memaksakan hasil imbang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Allano dan kawan-kawannya merayakan gol Persija ke gawang PSIM Yogyakarta. Persija masih mengandakan gol dari tendangan bebas dan penalti untuk menang maupun memaksakan hasil imbang dalam beberapa pertandingan terakhir.

RADAR BALI – Berbagi angka dengan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 menjadi pil pahit bagi Persija Jakarta.

Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4/2026), Macan Kemayoran sejatinya tampil sangat dominan namun gagal mengamankan poin penuh akibat buruknya penyelesaian akhir.

Statistik menunjukkan agresivitas mentereng tim besutan Mauricio Souza tersebut.

Persija mencatatkan 69 persen penguasaan bola, melepaskan 25 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, serta akurasi umpan mencapai 90 persen.

Namun, dari sekian banyak peluang, hanya satu gol yang bersarang ke gawang lawan melalui eksekusi penalti Allano Lima pada menit ke-20.

Pelatih Persija Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya atas produktivitas tim. Meski mengapresiasi respons anak asuhnya setelah kebobolan di menit keempat, ia menilai dominasi tanpa gol adalah hal yang sia-sia.

“Tidak ada gunanya menciptakan peluang seperti yang kami lakukan jika tidak bisa mengonversinya menjadi gol. Sejauh yang saya lihat, kami memiliki semua peluang untuk memenangkan laga ini,” tegas pelatih berkebangsaan Brasil tersebut.

Evaluasi Ketajaman di Sepertiga Akhir

Rendahnya konversi gol Persija sepanjang periode Maret hingga April 2026 kini menjadi sorotan tajam.

Setidaknya ada empat faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab menurunnya efektivitas lini depan Macan Kemayoran:

Penyerang seperti Maxwell Souza dan Allano Brendon dinilai sering terburu-buru dalam mengambil keputusan di kotak penalti.

Gol dari skema permainan terbuka (open play) menurun drastis. Lawan mulai mudah membaca skema umpan silang Persija yang sering berujung buntu.

Gelandang serang jarang melakukan tusukan langsung (late run) ke kotak penalti, membuat penyerang tunggal mudah dikepung bek lawan.

Jadwal padat di penghujung April berdampak pada akurasi tendangan yang menurun drastis, terutama memasuki babak kedua.

“Kami perlu lebih kreatif di sepertiga akhir lapangan dan harus lebih unggul dalam duel di area tersebut,” tambah Mauricio.

Sinar Terang Dony Tri Pamungkas

Di tengah rapor merah lini serang, konsistensi Dony Tri Pamungkas menjadi kabar baik bagi publik Jakarta.

Pemain muda yang bersinar di FIFA Series 2026 ini kembali dinobatkan sebagai Young Player of The Month edisi Februari 2026, mengulangi prestasinya di bulan Januari.

Sepanjang Februari, Dony tampil solid dalam empat laga krusial, termasuk saat membantu Persija meraih kemenangan atas Bali United, PSM Makassar, dan Malut United.

Perannya sangat vital dalam menjaga keseimbangan pertahanan sekaligus membangun serangan dari sisi sayap.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas penghargaan ini. Apresiasi ini memotivasi saya untuk terus menjadi versi terbaik dan terus berkembang ke depannya,” ujar Dony Tri.

Kini, tugas berat menanti pelatih Mauricio Souza untuk segera memperbaiki rasio konversi gol timnya.

Jika tidak segera dibenahi, posisi Persija di papan atas klasemen terancam dikudeta oleh tim-tim yang lebih klinis seperti Persib Bandung atau Persebaya Surabaya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#klasemen Persija #mauricio souza #persija jakarta #dony tri pamungkas #Super League Indonesia