RADAR BALI - Laga sarat gengsi bertajuk Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam pekan ke-30 Super League 2025/2026 dipastikan batal digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Sebagai gantinya, kandang Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kembali ditunjuk menjadi panggung duel panas ini pada Selasa, 28 April 2026, pukul 15.30 WIB.
Pemindahan ini merujuk pada surat rekomendasi Polres Malang Nomor: B/666/IV/YAN.2.1./2026 yang belum mengizinkan penggunaan Stadion Kanjuruhan untuk laga risiko tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Erwin Hardiyono mengakui keputusan ini menyisakan kekecewaan, namun pihaknya memilih patuh pada regulasi demi keamanan.
Laga panas tersebut dipastikan berlangsung tanpa penonton dari kedua kubu berdasarkan koordinasi dengan Polda Bali.
Misi Berbeda di Derby Jatim
Bagi Persebaya Surabaya (Peringkat 6, 45 poin), kemenangan adalah harga mati untuk menembus papan atas.
Jika menang, tambahan tiga angka akan membuat poin Persebaya menjadi 48, otomatis menggeser Malut United (46 poin) dan Bhayangkara FC (47 poin) untuk melesat ke posisi ke-4.
Sebaliknya, kekalahan akan membuat posisi mereka rentan digusur Bali United (45 poin) dan Dewa United (44 poin).
"Kami tahu Arema tim yang kuat, tetapi kami juga tim yang kuat. Jika kami bermain seperti saat melawan Malut (menang 2-0), kami bisa saja memberikan kejutan," ujar Pelatih Persebaya Bernardo Tavares.
Kendalanya, sejumlah pemain kunci Persebaya diperkirakan tidak bisa diturunkan seperti kapten tim Bruno Moreira dan kiper Ernando Ari Sutaryadi.
Sementara itu, Arema FC (Peringkat 10, 39 poin) mengincar poin penuh guna memperbaiki posisi di klasemen.
Kemenangan akan membuat poin mereka menjadi 42 dan berpeluang naik ke peringkat ke-9 menggeser Persita.
Namun, jika kalah, posisi Arema FC terancam melorot ke peringkat ke-11 apabila pesaing terdekat mereka, PSIM Yogyakarta, berhasil meraih kemenangan.
Kutukan Markas Bali United bagi Singo Edan
Bagi Arema FC, bermain di Gianyar merupakan tantangan mental yang berat. Stadion Kapten I Wayan Dipta seolah menjadi arena yang tidak ramah bagi Singo Edan.
Dalam dua pertemuan terakhir melawan Persebaya di lokasi yang sama dengan status tuan rumah usiran, Arema FC gagal meraih poin penuh setelah takluk 0-1 dan bermain imbang 1-1.
Secara historis, Persebaya memegang kendali penuh atas rival sewilayahnya ini. Dari 13 pertemuan terakhir, Arema FC hanya mampu menang 2 kali, sementara Bajul Ijo unggul telak dengan 8 kemenangan.
Pelatih Arema Marcos Santos menegaskan bahwa bermain tanpa dukungan Aremania justru harus menjadi motivasi ekstra.
"Kami tahu ini bukan situasi yang mudah. Tapi justru itulah yang membuat kami semakin termotivasi. Ini adalah derby. Kami ingin mempersembahkan tiga poin untuk Aremania," tegasnya.
Skuad Singo Edan akan kembali mengandalkan ketangguhan kiper Lucas Frigeri untuk memutus tren negatif di stadion yang selama ini sulit mereka taklukkan.***
Editor : Ibnu Yunianto