Casemiro Samai Rekor Dwight Yorke, Man Utd Berpeluang Lolos Liga Champions di Anfield

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB
Gelandang Manchester United Casemiro. (Dok. Manchester United)
Gelandang Manchester United Casemiro. (Dok. Manchester United)

 

RADAR BALI - Ambisi Manchester United untuk kembali ke panggung elite Eropa kian mendekati kenyataan.

Kemenangan tipis 2-1 atas Brentford di Old Trafford pada Selasa (28/4/2026) dini hari WIB, menjadi pijakan krusial yang menempatkan Setan Merah dalam posisi menguntungkan di tabel klasemen.

Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dihasilkan oleh Casemiro dan Benjamin Sesko pada paruh pertama laga.

Meski Mathias Jensen sempat memperkecil ketertinggalan bagi tim tamu di menit-menit akhir, skuad asuhan Michael Carrick tetap berhasil mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukung sendiri.

Peran Vital Sang Gelandang asal Brasil

Sorotan utama dalam pertandingan pekan ke-34 ini tertuju pada Casemiro. Gelandang jangkar tersebut sukses membuka keunggulan lewat tandukan maut setelah memaksimalkan umpan sundulan dari Harry Maguire.

Gol ini tidak hanya sekadar angka di papan skor, tetapi juga menempatkan namanya sejajar dengan sejarah klub.

Dengan koleksi delapan gol sundulan di liga musim ini, pemain asal Brasil tersebut kini menyamai pencapaian Dwight Yorke pada musim 1999/2000.

Catatan ini membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar perusak alur serangan lawan, melainkan juga ancaman nyata dalam situasi bola mati.

"Waktunya di liga ini, agresivitasnya, tekniknya, adalah yang terbaik yang pernah saya lihat dan latih," puji Harry Maguire sebagaimana dikutip dari BBC Sport.

"Sangat klinis, dan dia telah menjadi dorongan besar bagi kami musim ini, karena tanpa gol-golnya, kami tidak akan berada di posisi mana pun di klasemen."

Transformasi Taktis di Lapangan

Harry Maguire mengungkapkan bahwa jalannya laga tidak sepenuhnya mudah bagi tuan rumah.

Setelah sempat dominan di awal, United mulai kehilangan kendali selepas menit ke-25 akibat tekanan balik dari Brentford.

Namun, perubahan skema yang diterapkan Michael Carrick pada interval kedua terbukti ampuh meredam agresivitas lawan.

"Kami sedikit mengubah formasi di babak kedua dan terasa jauh lebih solid. Kami lebih banyak menguasai lapangan, dan lebih sedikit umpan silang yang masuk ke kotak penalti," jelas bek berusia 33 tahun tersebut via BBC Sport.

Penyesuaian strategi ini membuat pertahanan tim menjadi lebih rapat meski Maguire tetap memberi catatan agar tim lebih responsif menutup ruang tembak lawan.

Menatap Kelolosan di Markas Rival

Kini, Manchester United menduduki peringkat ketiga dengan raihan 61 poin, unggul tiga angka dari rival abadi mereka, Liverpool.

Secara kalkulasi, Setan Merah hanya memerlukan tambahan dua poin lagi untuk memastikan diri tidak terlempar dari zona empat besar, mengingat perolehan poin tim-tim di bawahnya seperti Brighton sudah sulit mengejar.

Namun, skenario paling ideal adalah mengunci status kelolosan tersebut saat melawat ke kandang Liverpool pada Minggu (3/5/2026).

Jika mampu meraih kemenangan di pertandingan klasik tersebut, United tidak hanya mengamankan tiket Champions League secara matematis, tetapi juga melakukannya di hadapan rival terberat mereka.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
man utd vs brentford Liverpol manchester united Liga Champions Eropa casemiro