RADAR BALI - Menghadapi sisa kompetisi BRI Super League 2025/26, PSBS Biak mulai mengalihkan fokus mereka.
Pertandingan melawan Malut United yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4) malam, tidak lagi sekadar mengejar poin, melainkan menjadi sarana pemetaan skuad untuk kompetisi kasta kedua pada musim mendatang.
Berada di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin membuat peluang PSBS Biak untuk bertahan di kasta tertinggi nyaris tertutup.
Situasi ini mendorong manajemen dan tim pelatih untuk mengambil langkah berani dengan memprioritaskan jam terbang bagi talenta lokal.
Dari sisi pemain asing, klub hanya menyisakan tiga nama, yaitu Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Lucas Luquinhas.
Pelatih PSBS Biak Marian Mihail mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjamin keberlanjutan tim.
"Keputusan pertamanya adalah menggunakan lima pertandingan terakhir ini untuk melihat pemain mana yang mampu lanjut di divisi kedua," katanya.
Meskipun dalam posisi sulit, bek PSBS Biak Moses Elias Madjar memastikan rekan-rekannya tidak akan tampil loyo. Ia menyebut evaluasi dari kekalahan telak di pertemuan pertama sudah dilakukan.
"Persiapan laga besok kami sudah siap secara fisik untuk menghadapi Malut. Kami juga sudah belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya," ujar bek PSBS Biak Moses Elias Madjar.
Misi Bangkit Laskar Kie Raha
Di kubu lawan, Malut United datang dengan beban target yang berat. Walaupun secara peringkat berada di posisi ke-5, performa tim sedang menurun setelah gagal menang dalam lima partai terakhir.
Duel melawan tim juru kunci ini menjadi momentum wajib bagi mereka untuk kembali ke jalur kemenangan.
Pelatih Malut United Hendri Susilo menuntut konsentrasi penuh dari anak asuhnya agar tidak terpeleset di Sleman.
"Kami tidak main-main melawan PSBS Biak. Tim akan mengerahkan 200 persen kekuatan untuk meraih tiga poin besok malam," ujarnya.
Hendri Susilo menekankan bahwa pembenahan aspek psikologis menjadi kunci utama dalam persiapan kali ini. Ia ingin memastikan para pemain melupakan rentetan hasil buruk sebelumnya.
"Kami sudah melupakan hasil pertandingan sebelumnya. Mulai hari ini sampai besok, fokus penuh tim ada pada duel melawan PSBS. Pelatih dan pemain sepakat untuk sama-sama bekerja keras meraih hasil terbaik," katanya.
"Besok adalah kesempatan yang kesekian kalinya dan kami tak mau kehilangan momentum lagi," tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Malut United Taufik Rustam menyatakan kesiapannya untuk mengamankan poin penuh.
"Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi PSBS. Insya Allah, semua pemain siap mendapatkan tiga poin," katanya.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit. PSBS Biak tampil tanpa beban demi masa depan pemainnya, sedangkan Malut United bermain dengan tuntutan besar untuk tetap bersaing di papan atas klasemen.***
Editor : Ibnu Yunianto