RADAR BALI - Laga penutup pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan tuan rumah Borneo FC melawan Persita Tangerang di Stadion Segiri, Samarinda, pada Selasa (5/5/2026) malam.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Borneo FC untuk mengusung misi balas dendam atas kekalahan di putaran pertama.
Borneo FC datang dengan tekad kuat setelah memiliki waktu persiapan yang ideal. Situasi ini dinilai sangat menguntungkan setelah jadwal padat yang mereka lalui sebelumnya.
Skuad Pesut Etam saat ini sedang dalam tren positif dengan mencatatkan lima kemenangan beruntun, serta lini pertahanan yang solid berkat catatan dua clean sheet pada dua laga sebelumnya.
Optimisme Pesut Etam
Bek Borneo FC Christophe Nduwarugira menyatakan bahwa timnya sangat fokus dan tidak merasa tertekan meski bersaing dengan Persib yang baru saja memetik 3 poin atas PSIM di kandang.
Menurutnya, situasi tersebut justru menjadi sumber motivasi tambahan yang menunjukkan bahwa mereka berada di jalur yang benar menuju gelar juara.
Selain itu, Christophe menyoroti peningkatan level persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang lebih kompetitif.
"Jika dibandingkan beberapa musim lalu, biasanya di fase ini kita sudah tahu siapa juaranya. Tapi sekarang tidak. Artinya level kompetisi Indonesia meningkat," ungkap Christophe.
Pelatih Kepala Borneo FC Fabio Lefundes memastikan timnya tidak memiliki kendala berarti dan siap menghadapi laga krusial ini.
Lefundes menegaskan bahwa timnya memiliki target besar dan harus membalas kekalahan yang dialami pada putaran pertama di kandang Persita.
"Persita mengalahkan kami di sana (kandang Persita). Kami harus membalasnya. Borneo FC punya pemain bagus dan siap untuk pertandingan."
Kesiapan Persita Tangerang
Di sisi lain, Persita Tangerang tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi meski memiliki waktu persiapan yang singkat usai melakoni laga tandang di Yogyakarta.
Saat ini, tim yang dijuluki Pendekar Cisadane tersebut menempati peringkat kesembilan dengan 44 poin, usai memetik kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta yang memutus tren negatif empat kekalahan beruntun.
"Persiapan kita memang pendek karena baru kembali dari Jogja, tapi semua pemain siap kecuali Matheus. Kemenangan kemarin memberi kami kepercayaan diri," ungkapnya.
Carlos Pena menegaskan bahwa pendekatan taktik tidak diubah secara drastis, melainkan berfokus pada evaluasi internal guna memperbaiki kekurangan dan mengincar poin penuh.
Pemain Persita Rayco Rodriguez mengakui bahwa laga ini akan menjadi ujian yang berat karena Borneo FC sedang berjuang di papan atas klasemen.
Namun, modal positif dari kemenangan sebelumnya membuat seluruh tim tetap optimistis mampu memberikan perlawanan maksimal.
Situasi Klasemen dan Skenario Poin
Borneo FC saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan perolehan 69 poin, tertinggal 3 poin dari Persib di posisi pertama yang telah mengumpulkan 72 poin dari 31 pertandingan.
Untuk kembali merebut puncak klasemen, Borneo harus menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan. Jika berhasil memenangkan 4 pertandingan tersisa, Borneo akan mengumpulkan total 81 poin (69 poin saat ini + 12 poin).
Jika Persib kehilangan lebih dari 3 poin, Borneo akan memimpin klasemen dengan keunggulan poin.
Namun, jika Persib juga memenangkan seluruh 3 laga sisa, Persib berhak atas posisi pertama karena unggul head-to-head atas Borneo. Oleh karena itu, Borneo juga harus memperhatikan selisih gol.
Jika pada akhir musim kedua tim memiliki jumlah poin yang sama, penentuan posisi akan merujuk pada regulasi head-to-head dan selisih gol. Saat ini, Persib memiliki selisih gol +35, sedangkan Borneo +34.
Artinya, Borneo harus mencetak gol sebanyak mungkin di laga sisa untuk melampaui selisih gol Persib, terutama jika penentuan peringkat ditentukan oleh selisih gol.
Secara keseluruhan, untuk kembali memimpin klasemen, Borneo wajib memenangkan pertandingan mereka dan berharap Persib terpeleset di kandang Persija pekan depan. ***
Editor : Ibnu Yunianto