RADAR BALI - Persija Jakarta dan Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit jelang duel panas atau El Clasico pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 yang akan berlangsung pada 10 Mei 2026.
Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI pada 5 Mei 2026, kedua klub mendapatkan sanksi denda dengan total mencapai ratusan juta rupiah akibat berbagai pelanggaran.
Rincian Sanksi Persija Jakarta
Persija Jakarta mendapatkan sanksi berat berupa denda dengan total mencapai Rp 260 juta.
Denda ini merupakan akumulasi dari sejumlah pelanggaran yang terjadi pada pertandingan sebelumnya:
Laga vs Bhayangkara Presisi Lampung FC (5 April 2026):
Adanya suporter Persija sebagai klub tamu: Rp 25 juta
Penyalaan flare dan petasan di Tribun Utara dan Tribun Selatan: Rp 120 juta
Pelemparan air minum kemasan di Tribun Utara: Rp 30 juta
Laga vs Persebaya Surabaya (11 April 2026):
Panitia pelaksana pertandingan gagal mengantisipasi kehadiran suporter: Rp 25 juta
Penyalaan petasan di Tribun Utara dan Tribun Barat oleh suporter: Rp 60 juta
Sanksi untuk Persib Bandung
Tidak hanya Persija, Persib Bandung juga dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI.
Maung Bandung didenda sebesar Rp 25 juta akibat gagal mengantisipasi kehadiran suporter Arema FC pada laga yang berlangsung tanggal 24 April 2026.
Menjelang El Clasico, kedua tim diharapkan dapat mengevaluasi diri demi menjaga ketertiban di dalam dan di luar lapangan, sembari fokus mengamankan tiga poin penting di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026.
Optimisme Macan Kemayoran Jelang El Clasico
Di tengah sanksi yang ada, Macan Kemayoran membawa modal berharga setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persijap pada 4 Mei 2026.
Bek Persija Shayne Pattynama menatap laga kontra Persib dengan penuh keyakinan dan menganggap hasil positif tersebut sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri tim.
“Saya pikir ini bagus untuk kepercayaan diri. Tentu saja pertandingan berikutnya adalah pertandingan besar, El Clasico," katanya.
"Saya tahu bagaimana pertandingan di putaran pertama. Saya menontonnya sendiri saat masih di klub lama saya. Saya melihat ada banyak emosi, pertandingan besar, dan saya pikir Persija bermain bagus, tapi sayangnya kami tidak memenangkan pertandingan,” ungkap Shayne.
Pemain berusia 27 tahun tersebut memahami bahwa laga melawan Persib bukan sekadar mencari tambahan poin. Ia menegaskan seluruh elemen tim memahami betapa pentingnya duel ini, baik bagi klub maupun Jakmania.
“Kami tahu apa artinya bagi para penggemar, kami tahu apa artinya bagi kami. Saya pikir kami memiliki tim yang bagus dan kami siap untuk memainkan pertandingan berikutnya. Saya sangat percaya diri kami akan mendapatkan tiga poin,” tuturnya.
“Semuanya dimulai dengan kualitas kami, bagaimana kami bermain dan bekerja. Tentu saja, jika Anda memenangkan pertandingan, itu bagus untuk kepercayaan diri menghadapi laga berikutnya,” tambah Shayne.***
Editor : Ibnu Yunianto