RADAR BALI - Laga antara Persis Solo melawan Persebaya Surabaya selalu menyajikan drama menarik dalam kompetisi BRI Super League 2025/26.
Pertemuan kali ini di Stadion Manahan Solo, Sabtu (9/5) malam, akan terasa lebih emosional bagi beberapa pihak.
Fokus utama tertuju pada kembalinya dua mantan penggawa Persebaya yang kini membela panji Laskar Sambernyawa.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares secara terbuka memuji perkembangan Dejan Tumbas dan Kadek Raditya sejak pindah ke Solo.
Di bawah asuhan pelatih Persis, kedua pemain tersebut dinilai telah bertransformasi menjadi pilar penting bagi tim tuan rumah.
Transformasi Mantan Pemain
Menurut pengamatan pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut, Dejan Tumbas mengalami perubahan posisi yang signifikan.
Jika sebelumnya lebih sering diplot sebagai bek kiri saat membela Persebaya, kini ia lebih dinamis sebagai gelandang atau pemain sayap.
"Di satu pertandingan melawan Bhayangkara FC ia mulai sebagai bek kiri, tapi biasanya bermain di posisi yang berbeda. Dia mencetak dua gol kalau tidak salah dan performanya bagus," puji sang pelatih asal Portugal tersebut.
Kadek Raditya pun setali tiga uang. Menit bermain yang lebih banyak di Solo dianggap sebagai keputusan tepat bagi karier sang pemain.
Meski memiliki sejarah manis bersama klub asal Surabaya itu, sisi emosional dipastikan akan dikesampingkan selama 90 menit di lapangan hijau.
Misi Kontras di Manahan
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan ambisi yang sangat kontras.
Persis Solo saat ini berada di posisi berbahaya dan membutuhkan poin penuh untuk menjauh dari zona degradasi demi bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Laskar Sambernyawa berada di peringkat ke-16 dengan 27 poin alias berada di zona merah. Diatasnya, atau peringkat ke-15, ada Persijap Jepara yang sudah mengoleksi 31 poin atau berjarak empat poin dari Persis.
Tim dengan warna kebanggaan merah itu tentu tak mau mengikuti jejak PSBS Biak dan Semen Padang FC yang sudah memastikan terdepak alias masuk dalam jurang degradasi ke kasta kedua musim depan.
Persis masih punya tiga pertandingan lagi termasuk laga lawan Persebaya yang wajib dimaksimalkan. Sebagai jika sampai imbang terlebih kalah, maka kans Persis untuk bertahan di kasta tertinggi makin tipis.
“Laga nanti adalah laga penting untuk kami, kita punya tiga laga final yang harus kita hadapi dengan baik. Laga lawan Persebaya adalah laga penting dan tentu ada peluang bagi kami untuk meraih tiga poin," kata Dejan Tumbas.
Sedangkan Persebaya Surabaya sedang dalam kondisi on fire dan bertekad menjaga momentum untuk mengamankan posisi di empat besar klasemen.
“Ya kita tahu Persis Solo punya pemain bagus, tim bagus, mereka kuat di sini. Kita tidak lihat posisi di dalam table, dan kita sudah siap, kita fokus untuk dapat tiga poin,” ujar Francisco Rivera.
Bernardo Tavares menyadari bahwa Persis akan tampil habis-habisan dengan dukungan penuh suporter fanatiknya di Manahan. Namun, ia menegaskan bahwa target timnya tetap membawa pulang poin sempurna.
"Tugas kami adalah mencoba memenangkan pertandingan, dan saya juga tahu tugas mereka pun ingin memenangkan pertandingan," katanya.
"Kami menghormati mereka, tapi saat peluit pertandingan dimulai, kami akan fokus pada apa yang perlu kami lakukan," pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto