RADAR BALI - Arema FC memastikan tidak akan mengendurkan permainan saat menghadapi PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/5/2026) sore.
Meski kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan dan tim sudah aman dari ancaman degradasi, Singo Edan tetap memburu kemenangan demi memperbaiki posisi klasemen akhir.
Namun, laga ini bukan sekadar formalitas penutup musim. Pertandingan pamungkas tersebut bakal menjadi penentu nasib Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos.
Manajemen Singo Edan memastikan akan melakukan evaluasi final terhadap performa tim setelah pertandingan, termasuk menentukan apakah pelatih asal Brasil itu masih layak dipertahankan untuk musim depan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan bahwa proses evaluasi sebenarnya sudah berjalan dalam satu bulan terakhir. Meski posisi Marcos Santos saat ini masih relatif aman, hasil negatif pada laga penutup bisa saja mengubah keputusan manajemen.
"Evaluasi sudah berjalan sebulan terakhir. Kami akan melihat posisi finis Arema FC di klasemen sebelum mengambil keputusan final. Kita lihat hasilnya di akhir. Jadi belum final," kata Yusrinal.
Misi Memperbaiki Posisi Klasemen
Saat ini Arema FC berada di papan tengah klasemen sementara dengan koleksi 45 poin dari 33 pertandingan, hasil dari 12 kemenangan, sembilan imbang, dan 12 kekalahan.
Capaian ini sebenarnya masih kalah dari hasil finis musim lalu ketika Singo Edan menorehkan 47 poin. Target manajemen untuk menembus papan atas pun sudah dipastikan hangus, terutama setelah dua hasil buruk dalam Derbi Jawa Timur saat Arema FC kalah telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dan tumbang 2-3 dari Persik Kediri.
Melalui laga ini, Marcos Santos menegaskan bahwa anak asuhnya harus tetap menjaga mental kompetitif sekaligus mempertahankan momentum positif setelah pada pekan sebelumnya berhasil menang meyakinkan 5-2 di kandang PSBS Biak.
"Kami ingin memberikan yang terbaik dan hal positif bagi suporter Arema. Kami harus berusaha memberi performa terbaik untuk menutup kompetisi dengan baik, serta mencoba naik posisi di klasemen," ujar Santos dalam keterangan resmi klub, Senin (18/5/2026).
Singo Edan hanya terpaut tiga poin dari Bali United yang berada di posisi kedelapan. Kemenangan atas PSIM Jogja akan membuka peluang bagi Arema FC untuk mengakhiri musim di posisi yang lebih baik.
Ambisi Serupa dari Laskar Mataram
Di sisi lain, PSIM Jogja datang ke Malang dengan motivasi yang tidak kalah tinggi. Skuad Laskar Mataram juga mengoleksi 45 poin dari 33 laga yang sudah dijalani.
Di bawah asuhan Pelatih Van Gastel, PSIM mencatatkan 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Mereka saat ini berada di peringkat ke-11 karena kalah selisih gol dari Persita dan Arema FC.
PSIM sendiri modal yang bagus menjelang laga tandang ini. Pada pekan ke-33, mereka sukses menutup laga kandang terakhir musim ini dengan memetik kemenangan 2-1 atas Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026) malam WIB.
Aroma Revan Pertemuan Pertama
Selain pertaruhan nasib pelatih dan posisi klasemen, pertandingan ini membawa misi balas dendam bagi kubu tuan rumah. Pada pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025), Arema FC harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Saat itu Singo Edan sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Dalberto Luan Belo pada menit ke-41. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Roberto Pimenta Vinagre Filho mencetak gol bunuh diri pada menit ke-88.
Hasil imbang dramatis tersebut masih membekas bagi skuad Singo Edan. Bermain di depan pendukung sendiri di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (22/5/2026) pukul 15.30 WIB nanti menjadi kesempatan emas bagi Arema FC untuk menebus kegagalan tersebut, sekaligus menjadi penentu masa depan Marcos Santos di kursi kepelatihan.***
Editor : Ibnu Yunianto