RADAR BALI - Marcus Rashford tampaknya tak ingin lagi menyembunyikan masa depannya.
Melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada akhir pekan lalu, menyusul keberhasilan Barcelona mengunci gelar juara La Liga, penyerang berusia 28 tahun itu secara gamblang mengisyaratkan keinginannya untuk tetap berkarier di Spanyol.
Dalam unggahan yang menampilkan deretan momen terbaiknya bersama skuat asuhan Pelatih Barcelona Hansi Flick, Rashford menyematkan kalimat pendek yang sarat makna: "Selalu menyenangkan. Musim 25/26, haus akan lebih banyak FC Barcelona".
Isyarat kuat ini langsung memicu gelombang spekulasi di Eropa, mengingat status sang pemain yang hanya merupakan pinjaman selama semusim dari Manchester United.
Selama merumput di Camp Nou, Rashford sebenarnya menikmati masa-masa yang sangat produktif. Ia menjelma menjadi pilar penting di lini serang tim Catalan dengan sumbangan 14 gol dan 14 assist di semua kompetisi.
Namun, meski kontribusinya sangat nyata dalam membantu tim mengawinkan gelar La Liga dan Piala Super Spanyol, masa depannya masih berada di area abu-abu.
Pihak Barcelona hingga kini belum juga mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai 26,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 569 miliar.
Keterbukaan Rashford di media sosial ini seolah mempertegas bahwa ikatan emosionalnya dengan Manchester United sudah terputus.
Maklum saja, sebelum mendarat di Spanyol, Rashford sempat mengalami periode kelam di Old Trafford dan kehilangan tempat di skuat utama sewaktu Setan Merah masih dinakhodai oleh Pelatih Manchester United saat itu, Ruben Amorim.
Perubahan nasib yang drastis di bawah asuhan Hansi Flick diakui Rashford sebagai titik balik yang menyelamatkan kariernya. Flick sendiri sangat memercayai pemain Inggris tersebut dan telah meminta manajemen klub untuk mempertahankannya.
Namun, mewujudkan transfer permanen ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hambatan terbesar saat ini adalah masalah klasik: nominal transfer.
Manchester United bersikeras tidak ingin merugi dan meminta Barcelona membayar penuh klausul yang ada. Sebaliknya, Barcelona yang masih dibayangi kendala finansial mencoba bernegosiasi untuk mendapatkan potongan harga atau skema pembayaran yang lebih ringan.
Jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa kubu United sama sekali tidak tertarik untuk menurunkan harga. Jika buntu, Rashford terancam harus pulang ke Old Trafford pada Juli mendatang, sebuah skenario yang tentu tidak diinginkan oleh sang pemain.
Situasi yang menggantung ini mulai memicu kasak-kusuk baru. Barcelona dilaporkan bakal mengajukan opsi peminjaman untuk musim kedua jika pembelian permanen gagal.
Hanya saja, tawaran ini kemungkinan besar akan ditolak mentah-mentah oleh manajemen Setan Merah yang sedang membutuhkan dana segar untuk merombak skuat.
Jika kedua klub terus egois dalam bernegosiasi, Real Madrid dikabarkan siap memanfaatkan momentum ini untuk membajak Rashford ke Santiago Bernabeu.
Jika akhirnya Barcelona berhasil mempermanenkan Rashford, mereka dipastikan akan memiliki salah satu trio lini serang paling mematikan di Eropa bersama Lamine Yamal dan Joao Felix.
Sebaliknya, jika Rashford terpaksa pulang ke Manchester United, situasi ini bisa menjadi mimpi buruk bagi semua pihak.
Rashford harus bermain di klub yang sudah tidak membuatnya nyaman, sementara Pelatih Manchester United Michael Carrick juga akan kesulitan menghadapi situasi mental sang pemain yang sudah telanjur tidak betah.
Belum lagi beban gaji Rashford yang tinggi berpotensi menyandera pergerakan belanja United di bursa transfer.
Ketidakpastian ini pun langsung membelah opini publik di jagat maya, hingga membuat tagar #Rashford2026 sempat bertengger di daftar tren platform X.
Pendukung Barcelona menyambut antusias sinyal dari sang penyerang, sementara loyalis Manchester United meradang dan menudingnya tidak lagi memiliki loyalitas.
Menariknya, Legenda Manchester United Patrice Evra justru mengambil sikap berseberangan dengan arus kemarahan suporter. Evra secara terbuka menyarankan agar Rashford bersikap egois dan mengutamakan kebahagiaan kariernya sendiri dengan tetap bertahan di Barcelona.***
Editor : Ibnu Yunianto