Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persib Bandung Kena Sanksi Transfer FIFA, Manajemen Komitmen Bayar Utang Kontrak Daisuke Sato

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:53 WIB
Eks Bek Persib Bandung Daisuke Sato.
Eks Bek Persib Bandung Daisuke Sato.

 

RADAR BALI — Kabar mengejutkan datang dari sepak bola nasional. Persib Bandung resmi masuk dalam daftar cekal induk organisasi sepak bola dunia, FIFA Registration Ban List, per Jumat (29/5).

Akibat sanksi ini, klub berjulukan Maung Bandung tersebut dilarang melakukan pendaftaran pemain baru di bursa transfer tanpa batas waktu, alias hingga sanksi resmi dicabut.

Berdasarkan regulasi FIFA, klub yang dijatuhi sanksi ini sebenarnya tidak dilarang membeli pemain, melainkan dilarang mendaftarkan pemain baru, baik domestik maupun internasional, amatir maupun profesional, ke asosiasi sepak bola nasionalnya (PSSI).

Semua ini dipantau secara transparan oleh FIFA melalui basis data digital yang diperbarui setiap minggu agar diketahui oleh agen, pemain, dan asosiasi anggota.

Selama masa hukuman, klub tetap bisa menandatangani kontrak dengan pemain baru atau pemain bebas agen, tetapi pemain tersebut tidak dapat dimainkan dalam pertandingan resmi karena proses registrasinya diblokir otomatis oleh sistem Transfer Matching System (TMS) milik FIFA.

Sengketa Kontrak Daisuke Sato

Sempat muncul spekulasi bahwa sanksi ini berkaitan dengan gugatan mantan pelatih Persib, Luis Milla Aspas, ke CAS pada awal tahun 2025 terkait sengketa senilai Rp 374 juta.

Namun, manajemen Persib segera memberikan klarifikasi resmi bahwa sanksi terbaru ini dipicu oleh persoalan lain yang sangat spesifik.

Melalui Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, Persib mengonfirmasi bahwa masalah ini bersumber dari urusan terminasi kontrak dengan mantan bek asing mereka, Daisuke Sato.

"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023," katanya. 

"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan," jelas Adhitia dalam rilis resmi klub, Sabtu (30/5).

Daisuke Sato didatangkan pada Juni 2022 menjelang musim Liga 1 2022/2023 dengan kontrak 1 tahun ditambah opsi perpanjangan. 

Tampil militan di bawah asuhan Luis Milla, manajemen memperpanjang kontrak bek timnas Filipina ini selama 2 musim hingga Januari 2025.

Saat itu, nilai pasarnya di laman Transfermarkt berkisar antara Rp 3,48 miliar hingga Rp 3,91 milar.

Kerja sama berakhir lebih awal. Persib dan Sato sepakat melakukan terminasi kontrak pada Januari 2024 atas persetujuan bersama saat sisa kontrak menyisakan satu tahun.

Setelah berpisah dari Persib, pemain keturunan Jepang ini sempat membela Davao Aguilas FC sebelum akhirnya berlabuh di klub Philippines Football League (PFL) lainnya, One Taguig FC.

Sengketa administratif dari proses pemutusan kontrak inilah yang kemudian dilaporkan ke FIFA hingga memicu sanksi Registration Ban.

Mekanisme Pemulihan

Sanksi yang diterima Persib masuk dalam kategori ban "Until Lifted" atau penangguhan sampai kewajiban diselesaikan. Sanksi jenis ini bertindak sebagai tindakan koersif yang akan otomatis dicabut oleh FIFA begitu klub menyerahkan bukti pembayaran yang sah.

Manajemen Persib menegaskan komitmennya untuk segera melunasi seluruh kewajiban finansial kepada Daisuke Sato dalam waktu dekat demi memulihkan status klub di bursa transfer.

"Saat ini, kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan," kata Adhitia.

"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut," tambahnya.

Dia meminta para pendukung tidak perlu panik, karena situasi ini dipastikan sama sekali tidak mengganggu stabilitas internal tim dalam menyongsong kompetisi.

"Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target," pungkasnya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#fifa registration bans #Daisuke Sato #persib bandung #bursa transfer liga 1 #sanksi fifa