RADAR BALI - Persija Jakarta bergerak cepat melakukan perombakan skuad untuk menyambut musim baru. Sebagai bagian dari evaluasi tim pasca-kompetisi, Macan Kemayoran resmi mengumumkan perpisahan dengan para pemainnya.
Langkah besar ini diambil seiring dengan hengkangnya pelatih Mauricio Souza dari kursi pelatih. Evaluasi menyeluruh tersebut berujung pada keputusan melepas para legiun asing demi menyusun kembali komposisi tim yang lebih tangguh untuk musim depan.
Kontribusi dan Statistik 7 Pemain yang Dilepas
Proses evaluasi tim musim ini melibatkan pelepasan tujuh pemain yang memiliki situasi kontrak, kontribusi, serta rapor performa yang berbeda sepanjang mengawal jersi Macan Kemayoran pada musim 2025/2026:
Carlos Eduardo
Dari ketujuh pemain yang dilepas pada bursa transfer ini, kiper asal Brasil ini menjadi pemain yang paling lama membela Persija sejak bergabung pada musim 2024/2025.
Sebagai pilar senior di bawah mistar gawang, Eduardo Tampil dalam 21 pertandingan dengan catatan 31 penyelamatan (saves) dan sukses membukukan 8 kali clean sheet.
Emaxwell Souza
Didatangkan untuk mempertajam lini depan pada era Mauricio Souza, pemain asal Brasil ini menjadi salah satu pilar penyerangan paling menonjol. Emaxwell memberikan kontribusi lewat daya jelajahnya yang tinggi serta insting mencetak gol yang mumpuni.
Pada musim 2025/2026, Emaxwell menjadi pemain paling produktif di antara nama-nama yang dilepas dengan koleksi 16 gol dan 4 assist.
Allano Lima
Allano Lima berkontribusi sebagai pemecah kebuntuan dari lini kedua. Gaya mainnya yang eksplosif, spartan, dan penuh determinasi di sektor sayap sering kali merepotkan bek-bek lawan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Allano tampil impresif sepanjang musim lalu dengan sumbangan 9 gol dan 9 assist sepanjang musim bergulir.
Jean Mota
Bergabung di pertengahan kompetisi sebagai jenderal lapangan tengah, Jean Mota berkontribusi dalam mengatur ritme permainan, mendistribusikan bola, serta menjaga keseimbangan transisi tim. Visi bermainnya yang luas sangat membantu orkestrasi taktik Persija di atas lapangan.
Bermain dalam 12 pertandingan (377 menit), Jean Motta hanya berkontribusi 1 gol dan 3 assist.
Bruno Tubarao
Diplot sebagai motor serangan di sektor sayap, Tubarao memberikan kontribusi berupa kecepatan dalam membongkar pertahanan lawan.
Sepanjang musim, ia aktif melepaskan umpan-umpan silang ke dalam kotak penalti untuk memanjakan lini serang. Berakhirnya kontrak jangka pendek membuat kebersamaannya dengan Persija harus usai.
Thales Lira
Sebagai pilar pertahanan tangguh yang didatangkan dengan status pinjaman, Thales Lira memberikan kontribusi luar biasa dalam menggalang lini belakang.
Ketangguhannya dalam duel udara dan pembacaan posisi yang interseptif menjadi alasan utama Persija menjadi salah satu tim yang sulit ditembus hingga mampu finis di peringkat ketiga.
Thales Lira meninggalkan tim untuk kembali ke Arema FC seiring berakhirnya masa peminjaman.
Alaeddine Ajaraie
Penyerang tajam asal Maroko ini juga didatangkan dengan status pinjaman dari klub India NorthEast United FC.
Ajaraie memberikan dimensi menyerang yang menakutkan bagi pertahanan lawan lewat pergerakannya yang dinamis serta gol-gol krusialnya.
Mengemas 11 penampilan, Alaeddin menyumbangkan 2 gol di kompetisi domestik.
Presiden Persija Mohamad Prapanca memberikan penghormatan dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi ketujuh pemain tersebut selama mengenakan jersi merah khas Macan Kemayoran.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka yang selama ini telah menunjukkan etos kerja, perjuangan, dan profesionalisme yang luar biasa dari hari ke hari bersama Persija," kata Mohamad Prapanca.
Prapanca menyebut, kontribusi para pemain tersebut pada musim 2025/2026 akan terus dikenang keluarga besar Persija. Mereka juga dianggap bagian dari keluarga besar Macan Kemayoran.
Kerangka Tim dan Target Musim Depan
Meski melakukan perombakan besar dan melepas banyak pilar asing, Persija Jakarta sebenarnya masih memiliki enam legiun asing dalam skuad saat ini.
Mereka adalah Carlos Eduardo, Paulo Ricardo, Thales Lira, Van Basty Sousa, Fabio Calonego, dan Gustavo Almeida. Kerangka yang tersisa ini akan dikombinasikan dengan belanja pemain baru yang lebih efektif.
Langkah cuci gudang ini dirasa krusial mengingat hasil musim lalu. Pada Super League musim 2025/2026, Persija finis di urutan ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin dari 34 pertandingan, di mana trofi juara Super League musim itu berhasil direbut oleh Persib Bandung.***
Editor : Ibnu Yunianto