Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSIM Yogyakarta Resmi Perpanjang Kontrak Kiper Cahya Supriadi Dua Musim

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:24 WIB
PSIM resmi memperpanjang kontrak kiper utama Cahya Supriadi selama dua musim ke depan.
PSIM resmi memperpanjang kontrak kiper utama Cahya Supriadi selama dua musim ke depan.

 

RADAR BALI – PSIM Yogyakarta bergerak cepat mengamankan pilar lini pertahanan pada BRI Super League 2025/26 untuk mengarungi kompetisi musim depan.

Manajemen Laskar Mataram secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak penjaga gawang muda andalan mereka, Cahya Supriadi, dengan durasi dua musim ke depan.

Langkah strategis ini diambil setelah sang pemain menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/26.

Pemain berusia 23 tahun tersebut menjelma menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Laskar Mataram. Berdasarkan data komparatif performa sepanjang musim ini, Cahya tercatat tampil sebanyak 32 kali dari total 34 laga.

Sepanjang musim ini, Cahya Supriadi mencatatkan performa yang sangat solid dengan tampil dalam 32 pertandingan dan membukukan total 2.880 menit bermain di lapangan.

Di bawah mistar gawang, ia berhasil melakukan 102 kali penyelamatan krusial dengan rasio penyelamatan mencapai 83 persen.

Ketangguhannya terbukti lewat catatan 9 laga tanpa kebobolan atau clean sheet, meskipun ia harus memungut bola dari jalanya sebanyak 42 gol.

Selain itu, Cahya juga menunjukkan keahlian khusus dalam membaca arah bola dengan berhasil menggagalkan 3 kali penyelamatan penalti.

Dari segi kedisiplinan, penjaga gawang muda ini tampil sangat bersih tanpa mengoleksi satu pun kartu kuning maupun kartu merah.

Selain tangguh dalam mementahkan peluang lawan, Cahya Supriadi juga menonjol sebagai kiper modern yang aktif dalam skema permainan dari lini belakang (build-up).

Catatan distribusi dan kontribusi uniknya meliputi 595 umpan akurat dari total 797 percobaan sepanjang musim. Cahya juga menyumbang 1 assist yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh lini serang PSIM Yogyakarta.

Salah satu aksi heroik paling krusial musim ini terjadi pada laga pekan ke-30 melawan Persita. Cahya sukses menggagalkan eksekusi penalti Pablo Ganet pada menit ke-84. Secara total, ia berhasil menjinakkan 3 tendangan penalti sepanjang kompetisi bergulir.

“Alasan kita mempertahankan Cahya adalah karena performanya di musim lalu memang cukup bagus. Meskipun terkadang pasang surut, secara keseluruhan penampilannya memuaskan untuk ukuran kiper muda seperti dia,” kata General Manager PSIM Steven Sunny.

Manajemen juga menaruh apresiasi tinggi terhadap perkembangan karier internasional Cahya yang mulai mendapat kepercayaan dari tim nasional senior. Pemanggilan tersebut dinilai menaikkan nilai tawar dan mental bertanding sang penjaga gawang.

“Jadi, kita memang tidak hanya menginginkan pemain yang siap bermain, tetapi kita juga ingin memiliki pemain potensial yang bisa berkembang, termasuk Cahya,” ucapnya lagi.

Di sisi lain, keseriusan dan kepercayaan manajemen PSIM disambut baik oleh penggawa muda Cahya Supriadi. Kiper asal Karawang itu mengaku betah tinggal di Yogyakarta. "Proses negosiasi dapat berjalan dengan lancar hingga saya sepakat untuk bertahan dua musim ke depan,” jelasnya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Berita PSIM Terbaru #psim yogyakarta #cahya supriadi #bursa transfer liga 1 #laskar mataram