Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Drama Madison Square Garden: Spurs Bangkit di Game 3, Tempel Ketat Knicks 2-1 di NBA Finals 2026

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:01 WIB
NBA Finals 2026: New York Knights memimpin 2-1 atas San Antonio Spurs dalam laga berformat best of seven.
NBA Finals 2026: New York Knights memimpin 2-1 atas San Antonio Spurs dalam laga berformat best of seven.

 

RADAR BALI – Tensinya semakin memanas. Babak pamungkas NBA Finals 2026 yang mempertemukan New York Knicks dan San Antonio Spurs benar-benar menyajikan tontonan berkelas bagi pencinta bola basket dunia.

Hingga selesainya pertempuran berdarah di Game 3, Knicks masih memegang keunggulan tipis 2-1 dalam seri berformat best-of-seven ini. Namun, momentum kini mulai bergeser ke kubu Texas.

Sebelum melangkah ke drama terbaru di Madison Square Garden, mari kita tengok kembali bagaimana rivalitas sengit ini bermula:

Game 1 (Kamis, 4 Juni 2026 WIB): San Antonio Spurs 95 - 105 New York Knicks

Knicks langsung menghentak sejak awal seri. Bertamu ke markas Spurs, New York sukses mencuri kemenangan pertama berkat penampilan kesetanan dari sang jenderal lapangan, Jalen Brunson.

Game 2 (Sabtu, 6 Juni 2026 WIB): San Antonio Spurs 104 - 105 New York Knicks

Laga ini menyajikan drama tingkat tinggi di detik-detik akhir. Sebuah turnover krusial dari raksasa Spurs, Victor Wembanyama, berhasil dimanfaatkan dengan dingin oleh Jalen Brunson untuk mengunci kemenangan tipis satu poin sekaligus membawa Knicks terbang tinggi dengan keunggulan 2-0.

Game 3: Panggung Penebusan Wembanyama dan Kebangkitan Spurs

Memasuki Game 3 yang digelar Selasa, 9 Juni 2026 WIB, giliran Knicks yang menjamu Spurs di hadapan publik New York yang bergemuruh.

Berada di ujung tanduk kekalahan, San Antonio Spurs memperlihatkan mentalitas juara yang sesungguhnya. Mereka bangkit secara heroik untuk membungkam tuan rumah dengan skor ketat 115-111, sekaligus memperkecil ketertinggalan agregat menjadi 2-1.

Laga ini praktis menjadi panggung adu mekanik dua megabintang utama dari masing-masing tim.

Victor Wembanyama dan Jalen Brunson sama-sama mengamuk di lapangan dan kompak menggelontorkan 32 poin.

Wembanyama Mengamuk, Lini Belakang Spurs Solid

Membayar lunas kesalahannya di Game 2, Wembanyama tampil sangat dominan dan efisien di bawah ring.

Pemain asal Prancis ini memasukkan 11 dari 18 tembakan (61.1%), sembari mengamankan 8 rebounds, 6 assists, serta melakukan 3 blok krusial yang membuat para pemain Knicks frustrasi.

Kembalinya performa impresif Spurs juga ditopang oleh akurasi mematikan Devin Vassell dan Stephon Castle. Castle yang bermain selama 38 menit tampil dingin sebagai motor serangan kedua dengan sumbangan 23 poin.

Sementara itu, meski De'Aaron Fox mengalami malam yang sulit dalam penyelesaian akhir (hanya melempar 28.6% akurasi), ia tetap berkontribusi besar membagi bola dengan mencatatkan 8 assists.

Disiplin tinggi menjadi kunci utama anak-anak Texas. Sepanjang laga panas ini, Spurs hanya melakukan 9 turnovers, sebuah catatan yang sangat impresif untuk laga seketat final NBA.

Amunisi Meledak Knicks yang Berakhir Antiklimaks

Di kubu tuan rumah, Jalen Brunson sebenarnya tampil kesetanan demi membawa timnya unggul 3-0. Menghabiskan 35 menit di lapangan, ia menjadi tumpuan utama serangan Knicks dengan 32 poin.

Langkah Brunson disokong penuh oleh OG Anunoby yang bermain sangat efisien lewat sumbangan 28 poin dengan akurasi tembakan mencapai 69.2%. Jangan lupakan pula kerja keras Josh Hart yang hampir mencetak double-double dengan 16 poin dan 9 rebounds.

Sayangnya, performa luar biasa para starter Knicks tidak mendapat dukungan seimbang dari bangku cadangan. Landry Shamet yang diharapkan menjadi pemecah kebuntuan dari lini kedua justru mengalami malam yang kelam.

Bermain selama 23 menit, Shamet hanya mampu memasukkan 1 dari 8 tembakan (14.3%), yang membuatnya mencatatkan minus tertinggi dalam laga ini (-20 +/-).

Meskipun Jordan Clarkson sempat memberikan angin segar dengan 10 poin kilatnya, rapuhnya efisiensi lini kedua serta total 13 turnovers yang dilakukan anak-anak New York akhirnya menjadi bumerang yang menggagalkan ambisi menjauhkan keunggulan.

Menatap Laga Hidup Mati Berikutnya

Kemenangan tipis 115-111 di Game 3 membuktikan bahwa Spurs menolak mati kutu. Dengan kedudukan yang kini merapat menjadi 2-1, Game 4 dipastikan bakal menjadi laga penentu arah momentum yang sangat krusial.

Berikut adalah jadwal sisa pertempuran NBA Finals 2026:

Game 4: Kamis, 11 Juni 2026 – di New York

Game 5: Minggu, 14 Juni 2026 – di San Antonio

Game 6: Rabu, 17 Juni 2026 – di New York (jika diperlukan) * Game 7: Sabtu, 20 Juni 2026 – di San Antonio (jika diperlukan)

Apakah Knicks mampu bangkit di markas sendiri dan kembali memperlebar jarak, ataukah Spurs yang akan menyamakan kedudukan dan merebut kembali keunggulan lapangan? Kita tunggu pembuktiannya di Game 4 nanti.***

Editor : Ibnu Yunianto
#San Antonio Spurs #NBA Finals 2026 #time is #hasil pertandingan NBA #new york knicks