RADAR BALI – Borneo FC Samarinda harus memulai persiapan menghadapi musim baru 2026/27 dengan revolusi. Klub berjuluk Pesut Etam ini resmi berpisah dengan pelatih Fabio Lefundes dan 15 pemainnya.
Pemutusan kontrak Fabio Lefundes cukup mengejutkan mengingat juru taktik asal Brasil itu baru menjalani satu musim bersama tim. Meski demikian, Lefundes berhasil membawa tim tampil impresif hingga bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dengan Persib Bandung.
Manajemen Borneo mengatakan bahwa berakhirnya kontrak Fabio Lefundes karena alasan pribadi. Selain mantan pelatih Madura United tersebut, dua asistennya yakni Joao Pedro dan Vinicius Alves mengakhiri kontraknya.
Saat ditunjuk memimpin tim untuk musim 2025/26, Fabio Lefundes datang menggantikan posisi Pelatih Joaquin Gomez yang sebelumnya membawa tim finis di posisi kelima. Di bawah arahannya, Borneo FC tampil luar biasa dan mengakhiri kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia di posisi kedua dengan perolehan 79 poin.
Jumlah poin tersebut sebenarnya sama dengan Persib, namun klub asal Bandung itu berhak menjadi kampiun karena unggul head-to-head. Persaingan ketat hingga pekan-pekan terakhir ini sukses membuat Borneo FC menjadi salah satu klub paling disegani sepanjang musim.
Tidak ingin berlama-lama larut dalam perpisahan, Borneo FC Samarinda bergerak cepat menyambut musim baru 2026/27. Hanya tiga hari setelah melepas Fabio Lefundes, manajemen langsung memperkenalkan Mauro Jeronimo sebagai juru taktik anyar.
Eksodus Besar: 15 Pemain Resmi Dilepas
Di balik kedatangan juru taktik baru, perombakan radikal juga terjadi di dalam komposisi pemain. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 15 pemain resmi meninggalkan klub.
Berikut adalah daftar pemain yang dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuat Pesut Etam untuk musim depan adalah Mohammad Khanafi, Syahrul Trisna, Mohammad Anez, Ahmad Agung, Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, Daffa Fasya, dan Ikhsannul Zikrak.
Selain itu, Ardi Idrus, Cleylton Santos, Kaio Nunes, Koldo Obieta, Kei Hirose, Muhammad Sihran, dan Mariano Peralta.
Langkah cuci gudang massal ini menunjukkan bahwa Borneo FC tidak sekadar melakukan penyegaran ringan, melainkan sedang membangun ulang total skuat demi menyesuaikan kebutuhan dan filosofi sepak bola yang dibawa oleh Pelatih Mauro Jeronimo.***
Editor : Ibnu Yunianto