RADAR BALI - Nasib gelandang bertahan Arema FC, Pablo Oliveira, benar-benar dinaungi awan mendung.
Dua musim perjalanannya bersama tim Singo Edan selalu berujung tragis akibat cedera parah. Kondisi fisik yang rentan ini akhirnya membuat manajemen Arema FC mengambil keputusan tegas untuk tidak memperpanjang kontrak pemain asal Brasil tersebut.
Pablo Oliveira pertama kali mendarat di Malang pada 13 Agustus 2024 guna memperkuat lini tengah Arema FC di ajang Liga 1 2024/2025.
Meski sempat tidak menjadi pilihan utama Pelatih Joel Cornelli di awal musim, Pablo perlahan mampu membuktikan kualitasnya.
Memasuki putaran kedua, posisinya sebagai jangkar permainan seolah tak tergantikan. Pada musim perdananya di Indonesia itu, ia tampil solid dalam 27 pertandingan dan sukses menyumbang 3 gol.
Badai Cedera Beruntun
Sayangnya, kisah manis itu berbalik menjadi mimpi buruk. Tepat setelah menandatangani perpanjangan kontrak untuk musim Super League 2025/2026, Pablo dihantam cedera parah pada bagian lutut, yakni kerusakan Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan Medial Collateral Ligament (MCL).
Cedera horor ini memaksanya menepi dari lapangan hijau dalam waktu yang sangat lama.
Setelah melewati perjuangan panjang dan kerja keras di ruang rehabilitasi, harapan sempat kembali membubung ketika Pablo dinyatakan pulih dan bergabung lagi dengan tim pada Januari 2026.
Namun, dewi fortuna tampaknya masih enggan berpihak. Baru mencicipi 3 pertandingan di putaran kedua Super League 2025/2026, ia kembali dihantam cedera serupa pada ligamen lututnya. Akibatnya, pada April 2026, Pablo harus pulang lebih awal ke Brasil untuk naik meja operasi.
Apresiasi dari Manajemen
Meski kontribusinya terbatas akibat faktor kebugaran, manajemen Singo Edan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas profesionalisme sang pemain.
"Di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya, Pablo tetap menunjukkan dedikasi tinggi terhadap klub. Pada musim Super League 2025/2026, ia masih mampu mencatatkan 3 penampilan bersama Arema FC sebelum kembali menjalani proses pemulihan," ujar Manajer Arema Yusrinal pada Sabtu (13/6/2026).
Karena itu, manajemen Arema menyampaikan salam perpisahan yang hangat dan berharap sang pemain bisa segera pulih total untuk melanjutkan kariernya.
"Atas nama seluruh keluarga besar Arema FC, manajemen menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas seluruh pengabdian yang telah diberikan Pablo. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC," pungkas Yusrinal.
Eksodus Besar-besaran Singo Edan
Didepaknya Pablo Oliveira sekaligus menandai gelombang eksodus besar-besaran di kubu Arema FC menjelang musim baru. Pablo menjadi pemain ke-14 yang resmi dilepas, sekaligus legiun asing keempat yang angkat kaki setelah Lucas Frigeri, Valdeci Moreira, dan Dalberto Luan Bello.
Selain empat pilar ekspatriat tersebut, Arema FC juga merombak total skuad lokal mereka dengan melepas 10 pemain domestik. Mereka adalah Rifad Marasambessy, Iksan Lestaluhu, Aswin, Agusti Ardiansyah, Andrian Casvari, Anwar Rifa'i, Achmad Figo, Shulton Fajar, Bayu Aji, dan Dedik Setiawan.***
Editor : Ibnu Yunianto