Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSIM Yogyakarta Lepas Eks Ajax Donny Warmerdam dan Deri Corfe, Ini Catatan Statistiknya

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:42 WIB
PSIM Yogyakarta melepas gelandang Donny Warmerdam dan striker Deri Corfe.
PSIM Yogyakarta melepas gelandang Donny Warmerdam dan striker Deri Corfe.

 

RADAR BALI - PSIM Yogyakarta bergerak cepat merombak komposisi tim menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Laskar Mataram resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan beberapa pilar penting mereka dari musim lalu, termasuk dua legiun asing dan satu pemain lokal potensial.

Gelandang asal Belanda eks akademi Ajax Amsterdam, Donny Warmerdam, menjadi salah satu nama yang disudahi kebersamaannya setelah satu musim merumput di Yogyakarta.

Setelah menjajaki tahun pertamanya di Liga Indonesia, pemain kelahiran 2 Januari 2002 ini memutuskan untuk kembali ke negara asalnya dan berlabuh ke De Graafschap, klub yang pernah ia bela di Eerste Divisie (divisi dua Liga Belanda).

Perjuangan Melawan Cedera dan Catatan Performa

Perjalanan Donny bersama PSIM sebenarnya tidak berjalan mulus sejak awal. Bergabung saat kompetisi BRI Super League 2025/2026 bergulir, ia justru langsung dihantam nasib buruk berupa cedera kaki fracture weber pada masa pra-musim.

Akibatnya, ia harus menepi cukup lama dan baru bisa melakoni debutnya pada paruh kedua kompetisi, tepatnya saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 dalam laga kandang melawan Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) malam.

"Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera yang cukup panjang, sejak awal kompetisi resmi dimulai," ungkap General Manager PSIM Steven Sunny.

"Namun, ketika kondisinya sudah membaik dan kesempatan datang, ia menunjukkan kualitasnya dengan beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi positif bagi tim."

Meski terlambat panas akibat cedera, statistik Donny dalam 11 laga di putaran kedua terbilang mengesankan. Ia mencatatkan akurasi umpan brilian dengan 361 operan sukses dari 395 percobaan.

Di sektor pertahanan, Donny membukukan 15 tekel, 13 intersepsi, dan satu sapuan. Ia juga rajin membantu serangan dengan melepaskan empat tembakan, di mana dua di antaranya tepat sasaran.

Bagi Donny, atmosfer sepak bola Indonesia memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan.
"Penampilan perdanaku, laga comeback melawan Bali. Saat itulah pertama kalinya aku merasakan atmosfer di stadion. Selain itu, laga tandang melawan Persib juga sangat seru," kenang Donny.

"Semusim di PSIM, aku benar-benar menikmati waktuku di sana. Seandainya saja aku bisa bermain lebih banyak, karena dukungan dari para penggemar sungguh luar biasa."

Deri Corfe: Penyerang Versatile yang Profesional

Selain Donny, PSIM juga resmi menyudahi pengabdian penyerang asing mereka, Deri Anthony Corfe. Selama satu musim penuh, pemain asal Inggris ini menjadi salah satu pilar kepercayaan Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel.

Deri tercatat tampil sebanyak 30 kali dari total 34 pertandingan resmi PSIM di BRI Super League 2025/2026. Sebagai pemain yang serbaguna, Deri diplot sebagai penyerang sayap kiri pada paruh pertama musim, sebelum akhirnya kerap dipasang sebagai striker murni pada paruh akhir kompetisi.

Dari keseluruhan laga tersebut, Deri menyumbang tiga gol dan satu assist. Ia melepaskan 25 tembakan (12 tepat sasaran) dan sukses mengalirkan 469 operan dari 546 percobaan.

"Mewakili manajemen, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Deri Corfe. Selama satu musim bersama Laskar Mataram, ia berhasil menunjukkan profesionalitas dan etos kerja yang luar biasa, baik di dalam maupun luar lapangan," puji Steven Sunny.

"Deri juga cukup membantu tim karena bisa bermain di dua posisi sekaligus. Walaupun jalan kebersamaan kita harus berpisah di titik ini, pengalaman dan kehadiran Deri telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanan klub."

Melepas Ikhsan Chan ke Kampung Halaman

Perombakan tim tidak berhenti di sektor pemain asing. Manajemen PSIM bersama tim pelatih juga sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sama dengan pemain muda asal Medan, Ikhsan Chan.

Pemain kelahiran 1 Mei 2004 ini membela PSIM pada musim 2025/2026 sebelum akhirnya sempat dipinjamkan ke klub Liga 2, FC Bekasi City, hingga kompetisi berakhir.

Saat ini, Ikhsan memilih kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarga sembari menjalani latihan mandiri demi menyongsong musim baru.

"Perasaan saya sangat bangga dan senang sudah bisa bergabung dengan tim yang sangat besar seperti PSIM. Momen paling berkesan bagi saya hampir setiap waktu, ketika saya bekerja keras bersama teman-teman. Saya juga menikmati Kota Jogja yang sangat indah ini," tutur Ikhsan.

"Ia adalah sosok pemain muda potensial yang memiliki komitmen serta daya juang tinggi untuk tim. Kami mendoakan kelancaran serta kesuksesan untuk Ikhsan di pelabuhan karier selanjutnya."

Komitmen Jangka Panjang Pelatih Jean-Paul Van Gastel

Di tengah gelombang perpisahan pemain, kabar baik datang dari kursi kepelatihan. Pelatih Kepala Jean-Paul Van Gastel memastikan diri untuk bertahan bersama Laskar Mataram untuk musim depan.

Musim 2025/2026 menjadi pengalaman perdana bagi mantan juru taktik FC Besiktas tersebut berkarier di Indonesia. Ia mengaku banyak belajar dan beradaptasi dengan kultur baru, termasuk dinamika jadwal kompetisi di Indonesia yang terkadang mengharuskan tim melakoni laga tandang selama empat hari berturut-turut.

Satu hal yang paling menyita perhatian Van Gastel adalah fanatisme suporter. Ia sangat menikmati atmosfer pertandingan yang dihadiri puluhan ribu penonton, seperti saat bertandang ke Jakarta dan Bandung.

Namun, ia juga menyayangkan masih adanya beberapa pertandingan yang digelar tanpa penonton di Liga Indonesia. "Menurut saya, itulah esensi dari sepak bola: bermain untuk suporter yang datang dalam jumlah besar," tegasnya.

Selain kenyamanan keluarga setahun tinggal di Yogyakarta, faktor visi misi manajemen yang sehat menjadi alasan kuat arsitek asal Belanda ini memilih bertahan.

"Saya melihat klub ini stabil, dan pihak manajemen serta pemilik klub sangat bersedia menjadikan klub ini benar-benar stabil, sehingga mereka dapat tumbuh tahap demi tahap. Salah satu tugas saya di sini adalah membantu mereka secara bertahap dalam memperbaiki semua aspek struktur organisasi," tutup Van Gastel optimistis.***

Editor : Ibnu Yunianto
#bursa transfer liga indonesia #psim yogyakarta #Deri Corfe #laskar mataram #Donny Warmerdam