RADAR BALI - Persija Jakarta bergerak cepat dalam menyusun kekuatan baru untuk menyongsong musim kompetisi 2026/2027.
Di bawah kendali penuh pelatih anyar, Shin Tae-yong, klub berjuluk Macan Kemayoran ini mulai menunjukkan arah kebijakan transfer mereka.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengamankan tanda tangan bek tengah asal Brasil, Paulo Ricardo, untuk tetap mengawal lini pertahanan ibu kota.
Kabar perpanjangan kontrak pemain berusia 28 tahun tersebut diungkapkan oleh jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, melalui media sosial X. Mengutip pernyataan sang agen, Goran Sabolic, Paulo Ricardo diklaim telah sepakat untuk menambah masa baktinya.
"Ya, kami telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak Paulo Ricardo selama 12 bulan. Dia sangat senang di Persija Jakarta, segalanya berjalan baik," ujar Sabolic seperti yang ditulis Lepore.
Bangkit dari Cedera hingga Amankan Kepercayaan
Keputusan mempertahankan Paulo Ricardo terbilang menarik mengingat perjalanannya di Jakarta tidak dimulai dengan mudah. Mendarat pada putaran kedua liga musim lalu, ia sempat didera cedera yang memaksanya absen dalam beberapa laga.
Namun, perlahan tapi pasti, mantan pemain bertahan ini mampu membuktikan kapasitasnya. Ia merebut kepercayaan tim pelatih hingga menjadi pilar krusial di area pertahanan pada paruh kedua kompetisi, dengan catatan 11 penampilan dan sumbangan satu gol di semua ajang.
Langkah mengamankan Paulo Ricardo ini menjadi kontras di tengah gelombang perombakan besar-besaran skuad asing Persija Jakarta.
Manajemen sejauh ini telah resmi melepas tujuh pemain impor, yaitu Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, Emaxwell Souza, Allano Lima, Thales Lira, dan Alaaeddine Ajaraie.
Sementara itu, status tiga pemain asing lainnya, Van Basty Sousa, Fabio Calonego, dan Gustavo Almeida, masih belum menemui titik kejelasan. Persija Jakarta juga sebenarnya masih memiliki Ryo Matsumura, gelandang asal Jepang yang musim lalu menghabiskan masa kontraknya sebagai pemain pinjaman di klub lain.
Kendali Penuh di Tangan Pelatih Anyar
Masa depan para pemain yang tersisa ini sepenuhnya berada di tangan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Presiden Persija Mohamad Prapanca mengungkapkan bahwa manajemen memberikan kebebasan mutlak kepada sang pelatih untuk menentukan komposisi legiun asing, termasuk mengisi tujuh slot kosong yang ditinggalkan pemain musim lalu.
Dalam wawancara di TV One, Prapanca menjelaskan bahwa pertemuan dengan pelatih pada pekan depan akan menjadi penentu nasib para pemain yang tersisa. Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada kebutuhan taktik tim yang baru.
"Minggu depan saya tahu detail dari rencana pelatih, maunya apa, pemainnya siapa saja, termasuk asisten pelatih. Harus segera, kalau enggak, nanti diambilin orang pemainnya," kata Prapanca.
Prapanca juga menekankan bahwa pelatih meminta kendali penuh atas rekrutmen pemain asing demi menghindari masalah internal, berkaca pada pengalaman STY saat menukangi klub Ulsan HD selama tiga bulan.
Wajah Baru yang Lebih Berwarna
Perubahan nakhoda ini dipastikan membawa pergeseran strategi yang signifikan bagi Macan Kemayoran. Jika musim lalu di bawah arahan pelatih Mauricio Souza seluruh 11 pemain asing Persija berasal dari Brasil, musim depan komposisinya dipastikan akan jauh lebih heterogen.
Prapanca mengindikasikan bahwa rekrutmen baru nanti akan mencakup talenta-talenta dari berbagai penjuru dunia. "Akan lebih berwarna, waktu dipegang coach Mauricio kan semua pemain asingnya dari Brasil, nah sekarang mungkin semua benua ada," tuturnya.
Dengan situasi bursa transfer yang masih sangat dinamis, publik kini menanti apakah Paulo Ricardo akan menjadi satu-satunya legiun lama yang bertahan, atau akan ada nama lain yang masuk dalam rencana besar pelatih Shin Tae-yong untuk musim depan.***
Editor : Ibnu Yunianto