RADAR BALI – Menyambut kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi Super League musim depan, manajemen Laskar Sembada mulai bergerak senyap di bursa transfer.
Sejumlah nama legiun asing gencar dirumorkan sedang didekati secara intensif untuk memperkuat kerangka skuad demi bisa bersaing di papan atas.
Sektor penjaga gawang dan lini belakang menjadi fokus utama perburuan. Dua nama besar dari klub rival pun mencuat sebagai target utama Super Elja, yakni mantan kiper Persija Jakarta, Carlos Eduardo, dan bek tangguh Borneo FC, Christophe Nduwarugira.
Carlos Eduardo, penjaga gawang asal Brasil berusia 34 tahun, menjadi salah satu kandidat terkuat pengawal mistar gawang PSS.
Setelah resmi berpisah dengan Macan Kemayoran, manajemen PSS dikabarkan langsung bergerak cepat melakukan negosiasi intensif.
Penampilan Eduardo sepanjang kompetisi lalu terbilang cukup solid; ia mencatatkan 21 pertandingan dengan total 1.890 menit bermain dan berhasil membukukan 8 kali clean sheet.
Pengalamannya di bawah mistar diproyeksikan mampu menjadikannya tembok pertahanan terakhir yang kokoh bagi Laskar Sembada.
Untuk menemani Eduardo, bidikan diarahkan kepada Christophe Nduwarugira. Bek berusia 31 tahun asal Burundi ini dikenal sangat konsisten dalam mengawal lini pertahanan Borneo FC.
Berdasarkan data performa terbaru, pemain Timnas Burundi dengan 45 caps ini tampil sangat kokoh sepanjang musim dengan mengemas 32 pertandingan (2.880 menit bermain) di Super League dan turut menyumbang 1 gol.
Kehadiran Nduwarugira diproyeksikan mampu menjadi komandan baru di sektor belakang Super Elja yang musim lalu menjadi titik lemah.
Selain memperkokoh lini pertahanan, kreativitas serangan juga ditingkatkan dengan membidik Melvyn Lorenzen. Pemain berlabel Timnas Uganda kelahiran London ini dikabarkan selangkah lagi bergabung.
Mantan penggawa Muangthong United di Liga Thailand ini memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu beroperasi sebagai sayap kanan, sayap kiri, maupun penyerang tengah.
Sepanjang musim lalu di Thai League, Lorenzen tampil cukup produktif dengan mencatatkan 24 pertandingan, mengemas 9 gol, serta menyumbang 4 assist. Ketajamannya di lini depan diharapkan mampu menjadi solusi bagi produktivitas gol Laskar Sembada.
Evaluasi Besar-Besaran dan Rencana Pelepasan Pemain
Rencana kedatangan para penggawa baru dengan statistik mentereng ini otomatis memicu perombakan besar-besaran di dalam tim. Langkah cuci gudang pun tidak terhindarkan demi merestrukturisasi neraca gaji dan memberikan ruang bagi skema taktis yang baru.
Di sektor pemain asing, nama bek Alan Jose dan penyerang Danilo Alves santer dikabarkan akan dilepas oleh manajemen. Performa kedua pemain asal Brasil tersebut dinilai belum memenuhi ekspektasi sepanjang kompetisi lalu.
Nasib serupa juga tampaknya akan menimpa gelandang asal Korea Selatan, Moon Chang-jin, yang kontribusinya dinilai masih inkonsisten dalam mengangkat performa tim.
Tidak hanya legiun asing, perampingan skuad ini juga berdampak pada sejumlah pemain lokal, terutama mereka yang minim menit bermain. Beberapa nama yang posisinya terancam dievaluasi antara lain bek kanan I Nyoman Ansanay dan gelandang bertahan Wahyudi Hamisi.
Bahkan, penyerang sayap Ricky Cawor yang sempat menjadi tumpuan kini berpotensi dilepas atau dipinjamkan akibat inkonsistensi performa. Opsi peminjaman ke klub kasta kedua juga tengah dipertimbangkan untuk pemain muda seperti Rezin Diop Wamu agar bisa mendapatkan jam terbang yang lebih reguler.
Menanggapi geliat transfer ini, pihak manajemen PT Putra Sleman Sembada menyatakan bahwa proses pembentukan skuad saat ini masih berjalan dinamis.
Langkah perburuan maupun pelepasan pemain sepenuhnya berada di ranah penjajakan tim pelatih dan tim scouting agar komposisi tim benar-benar matang saat kompetisi resmi bergulir.***
Editor : Ibnu Yunianto