Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Misi Bangkit dari Degradasi, Persis Solo Rekrut Eks Pelatih Persija Ricky Nelson

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:22 WIB
Ricky Nelson melatih Zanadin Fariz dkk di Liga Championship 2026/2027.
Ricky Nelson melatih Zanadin Fariz dkk di Liga Championship 2026/2027.

 

RADAR BALI - Manajemen Persis Solo bergerak cepat menyongsong musim baru. Laskar Sambernyawa resmi mengumumkan Ricky Nelson sebagai pelatih baru untuk membangun kembali kekuatan tim setelah terdegradasi musim lalu.

Persis Solo tampil di kasta kedua Liga Indonesia untuk musim kompetisi 2026-2027 setelah hanya mengoleksi 34 poin dari 34 laga di ajang Super League 2025-2026. 

Jumlah poin tersebut setara dengan PSM Makassar yang berada di zona aman, namun Persis harus turun kasta karena kalah catatan head-to-head.

Pelatih berlisensi Pro-AFC itu mengaku menerima tawaran Persis karena percaya dengan keseriusan pihak manajemen untuk segera bangkit.

Pria kelahiran Kupang ini menegaskan bahwa target utamanya adalah melakukan perombakan tim pascadegradasi dan mengusung misi mutlak untuk membawa kembali Persis ke kasta tertinggi.

"Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Sebenarnya saya sangat yakin dengan apa yang saya punya, dan nanti juga apa yang akan dibuat oleh manajemen Persis. Saya sangat yakin kami akan bisa kembali ke Super League atau Liga 1," katanya.

Rekam Jejak dan Karakter Taktis Ricky Nelson

Di kancah sepak bola nasional, juru taktik berusia 45 tahun ini dikenal memiliki pendekatan taktikal yang rapi, fokus pada pengembangan pemain muda, serta reputasi mumpuni sebagai pencari bakat yang jeli.

Sebelum berlabuh di Solo, rekam jejak kepelatihannya terbilang sangat dinamis di sejumlah klub besar Tanah Air.

Eksperimen Sukses di Borneo FC (2017)

Nama Ricky Nelson pertama kali mencuri perhatian publik sepak bola nasional secara luas saat memegang kendali di Borneo FC pada tahun 2017.

Piala Presiden 2017: Ia dipercaya memimpin tim satelit (Borneo FC II) yang mayoritas diisi pemain pelapis dan pilar muda. Di luar dugaan, ia berhasil membawa tim berjuluk Pesut Etam ini melaju hingga ke babak final, sebelum akhirnya kalah dari Arema FC.

Caretaker Tim Senior: Berkat kesuksesan tersebut, ia sempat diangkat menjadi pelatih interim tim senior Borneo FC di kompetisi resmi Liga 1 setelah manajemen mendepak Dragan Djukanovic. Setelah masa tugasnya selesai, ia kembali fokus di sektor pembinaan sebagai Director of Youth Development klub.

Peletak Fondasi Muda di Persija Jakarta (2018 & 2024–2025)

Peran Ricky Nelson di Macan Kemayoran berfokus pada sektor pembinaan strategis dan transisi tim senior.

Persija U-19 (2018): Ia ditunjuk menakhodai Persija Jakarta U-19 di Liga 1 U-19 untuk menerapkan filosofi bermain modern, disiplin taktikal, transisi cepat, serta menjaring talenta muda lokal.

Direktur Teknik & Caretaker Senior (2024–2025): Sebelum dipinang Persis, ia menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persija sekaligus bertindak sebagai Asisten Pelatih untuk tim senior mendampingi Pelatih Persita Carlos Pena dan Mauricio Souza. Ia bahkan sempat ditunjuk menjadi pelatih interim (caretaker) tim senior Persija Jakarta menjelang akhir musim kompetisi pada Mei 2025.

Rekonstruksi Skuad Persipura Jayapura (2022)

Ricky Nelson juga tercatat menjadi pelatih kepala Persipura Jayapura pada pertengahan tahun 2022. Tugasnya saat itu terbilang sangat berat, yakni membangun kembali mentalitas tim Mutiara Hitam yang baru saja mencatat sejarah kelam terdegradasi ke Liga 2 untuk pertama kalinya.

Ia berhasil meracik skuad yang kompetitif dengan mengombinasikan pemain senior loyal seperti Ian Louis Kabes dan Gunansar Mandowen dengan talenta muda asli Papua. Sebelum kompetisi dihentikan akibat ketidakpastian pasca-Tragedi Kanjuruhan, ia berhasil membawa Persipura memimpin klasemen sementara Grup Timur Liga 2 dengan catatan 3 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 1 kali kalah dari 6 pertandingan.

Pengalaman Lintas Kompetisi

Selain tiga klub di atas, arsitek taktik asal Nusa Tenggara Timur ini juga sempat menakhodai beberapa tim penantang di Liga 2 serta tim daerah:

Sulut United (2020–2021): Membangun skuad yang solid dan kompetitif di papan atas Wilayah Timur melalui karakter permainan yang disiplin.

Persika Karawang (2017–2018): Berlabuh ke Jawa Barat untuk menerapkan visinya dalam mengombinasikan pemain berpengalaman dengan darah muda.

Persik Kendal (2018): Mengarsiteki tim di pertengahan musim untuk mendongkrak performa klub yang kala itu berjuang di zona bawah.

Tim PON NTT (2019–2020): Mendedikasikan ilmunya untuk tanah kelahiran dan mencetak sejarah dengan meloloskan tim sepak bola NTT ke putaran final PON XX Papua.

Dengan modal pengalaman matang dalam menstabilkan tim yang sedang terluka serta keahliannya memoles pemain muda, kehadiran Ricky Nelson diharapkan mampu menjadi juru selamat bagi masa depan Persis Solo untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#bursa transfer liga indonesia #pelatih baru persis #persis solo #Liga 2 Indonesia #ricky nelson