RADAR BALI – Manajemen Arema FC bergerak cepat dalam melakukan evaluasi dan perombakan skuad menjelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi, Super League musim 2026/2027.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, fokus awal tim Singo Edan kali ini adalah menjaga stabilitas di sektor kepelatihan sembari melakukan cuci gudang besar-besaran, terutama pada sektor legiun asing dan pemain lokal yang minim menit bermain.
Langkah ini diambil demi mematangkan kerangka tim baru yang lebih segar, bertenaga, dan siap bersaing di papan atas.
Fondasi utama Arema FC untuk musim depan dipastikan tetap kokoh setelah manajemen resmi memperpanjang kontrak pelatih kepala Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil tersebut dinilai sukses membangun karakter tim yang kuat serta menjaga kondusivitas ruang ganti sepanjang musim lalu.
Tidak bekerja sendiri, Marcos Santos akan tetap didampingi oleh sang asisten, Andre Caldas, yang kontraknya juga diperpanjang selama satu musim ke depan. Duet peracik taktik ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan skema permainan Singo Edan agar langsung tancap gas sejak awal kompetisi.
Joel Vinícius Resmi Datang, Sektor Asing Dirombak Total
Guna merealisasikan target tinggi dari manajemen, Arema FC langsung menggebrak dengan mengamankan tanda tangan striker asal Brasil, Joel Vinícius.
Penyerang tajam ini diikat dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2027 dan diproyeksikan menjadi tumpuan utama di lini serang.
Kedatangan Joel Vinícius sekaligus menandai perombakan total di sektor pemain asing. Manajemen Singo Edan memilih untuk tidak memperpanjang masa bakti bek tengah Luiz Gustavo yang kontraknya habis per Mei 2026.
Cedera parah Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang diderita Luiz sejak paruh musim lalu menjadi pertimbangan utama tim medis dan manajemen untuk menyudahi kerja sama.
Selain Luiz Gustavo, gerbong pemain asing yang resmi dilepas adalah Dalberto Luan Belo yang kini santer dikabarkan merapat ke Bhayangkara FC serta penjaga gawang Lucas Frigeri.
Menyusul kemudian gelandang Pablo Oliveira dan penyerang sayap Valdeci Moreira yang juga resmi mengakhiri kerja sama seiring hasil evaluasi menyeluruh dari tim pelatih.
Cuci Gudang Pemain Lokal
Pembersihan skuad tidak hanya menyasar pemain asing, tetapi juga barisan pemain domestik. Striker Dedik Setiawan, bek kanan Rifad Marasabessy, bek kanan Ahmad Figo, gelandang bertahan Shulton Fajar.
Selain itu, bek kiri Iksan Lestaluhu, bek tengah Anwar Rifai, bek tengah Bayu Aji, M. Rifai, kiper Andrian Casvari, kiper Aswin, dan Agusti Ardiansyah juga telah resmi meninggalkan Arema FC.
Carlos Franca dan Sederet Bintang Timnas Masuk Radar
Setelah melepas banyak pemain, Arema FC kini gencar berburu amunisi pengganti. Satu nama yang santer dikabarkan menjadi bidikan utama di lini depan adalah Carlos Franca.
Eks striker Persijap Jepara yang sukses mengoleksi 10 gol musim lalu ini diproyeksikan menjadi rekan duet ideal bagi Joel Vinícius atau sebagai opsi penyerang bayangan untuk menggantikan posisi Dalberto.
Menariknya, ambisi besar manajemen tidak berhenti sampai di situ. Arema FC dirumorkan sedang melakukan pergerakan senyap untuk mendaratkan sederet bintang berlabel Timnas Indonesia.
Nama-nama besar seperti Ivar Jenner, Egy Maulana Vikri, hingga penyerang naturalisasi Ole Romeny mulai dikaitkan dengan klub kebanggaan Aremania ini.***
Jika manuver berani ini berhasil terealisasi, Arema FC dipastikan akan menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perburuan gelar juara Super League musim 2026/2027.
Editor : Ibnu Yunianto