RADAR BALI - Persija Jakarta kembali dihadapkan pada momen perpisahan yang tidak mudah menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Empat penggawa lokal mereka, yakni Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama Pranata, Riko Simanjuntak, dan Alfriyanto Nico Saputro, resmi mengakhiri masa bakti bersama tim ibu kota.
Perpisahan ini meninggalkan jejak cerita tersendiri, mengingat kontribusi, kerja keras, dan momen-momen penting yang pernah mereka ukir bersama Macan Kemayoran di berbagai fase kompetisi.
Tiga dari empat pemain tersebut, yaitu Riko, Nico, dan Hansamu, resmi menuntaskan kebersamaan setelah masa kontrak mereka habis.
Sebelum benar-benar berpisah, ketiganya sempat menjalani periode peminjaman ke klub lain sepanjang musim kompetisi 2025/2026 demi mendapatkan menit bermain yang lebih reguler.
Riko Simanjuntak, winger lincah yang menjadi bagian dari Persija sejak Liga 1 2018, sempat dipinjamkan ke PSS Sleman sejak awal Januari 2025 hingga kontraknya berakhir di pertengahan tahun 2026.
Selama berkostum Macan Kemayoran, Riko menjelma menjadi pilar penting yang mempersembahkan gelar juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, hingga Piala Menpora 2021, dengan torehan impresif 12 gol dan 67 assist dari 207 laga.
Sementara itu, Alfriyanto Nico yang mulai mengorbit di level profesional pada Liga 1 2021/2022, mencatatkan 55 penampilan dengan koleksi empat gol dan dua assist.
Dalam periode lima musim setelah debutnya, Nico mematangkan kemampuannya melalui masa peminjaman ke beberapa klub, termasuk PSIM Yogyakarta (2023/2024), Dewa United (2024/2025), dan terakhir memperkuat Persis Solo pada paruh kedua musim 2025/2026.
Jalur serupa juga dilewati Hansamu Yama yang bergabung sejak Liga 1 2022/2023 dan dipercaya tampil dalam 63 pertandingan.
Pada bursa transfer paruh musim (Januari 2026), bek yang mendapatkan julukan Mr. Last Minute dari juru taktik Thomas Doll ini dipinjamkan ke Arema FC.
Bersama Singo Edan, Hansamu sukses menunjukkan kualitasnya hingga dipermanenkan dan dipertahankan untuk musim 2026/2027.
Melalui Instagram pribadinya, bek asal Mojokerto tersebut mengunggah momen kebersamaannya dengan tim dan The Jakmania sembari menuliskan pesan emosional, "Selalu di hati."
Berbeda dengan ketiga rekannya yang dilepas karena habis kontrak, perpisahan Hanif Sjahbandi terjadi melalui skema mutual termination atau pemutusan kontrak atas kesepakatan bersama pada Rabu, 17 Juni 2026.
Padahal, gelandang berusia 29 tahun itu sebenarnya masih memiliki ikatan kontrak bersama tim ibu kota hingga Juli 2027. Kesepakatan ini sekaligus menutup kebersamaan empat musim Hanif bersama Macan Kemayoran.
Sejak bergabung, Hanif selalu menjadi andalan di lini tengah. Pada musim perdana (2022/2023), ia tampil dalam 28 pertandingan, lalu meningkat pada musim berikutnya dengan membukukan tiga gol dan tiga assist dari 26 laga.
Performa apik itu terjaga hingga musim 2024/2025 saat ia mencatatkan 33 penampilan. Sayangnya, situasi sulit menghampiri Hanif pada musim 2025/2026.
Cedera lutut yang dialami menjelang berakhirnya putaran pertama membuat menit bermainnya berkurang drastis, sehingga ia hanya mampu tampil dalam 11 pertandingan dengan sumbangan tiga assist.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan yang telah ditunjukkan oleh keempat pemain tersebut selama berseragam Merah-Putih.
"Kami mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Riko, Nico, dan Hansamu atas perjuangannya. Mereka adalah bagian dari perjalanan penting klub ini," katanya.
"Kami juga bangga pernah berjalan bersama Hanif, seorang pemain yang selalu menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam setiap perjuangannya. Namun, saat ini kami telah memilih jalan masing-masing," tutur Prapanca.***
Editor : Ibnu Yunianto