Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gagal Tembus 5 Besar, Arema FC Cuci Gudang dan Rombak 50 Persen Skuad

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:13 WIB
Arema resmi melepas kiper Lucas Henrique Frigeri dan dikabarkan telah sepakat mendatangkan kiper jangkung asal Kroasia, Ivan Susak.
Arema resmi melepas kiper Lucas Henrique Frigeri dan dikabarkan telah sepakat mendatangkan kiper jangkung asal Kroasia, Ivan Susak.

 

RADAR BALI - Arema FC bergerak cepat menyongsong musim baru 2026/2027. Setelah resmi mempertahankan Pelatih Arema FC Marcos Santos, manajemen Singo Edan langsung mengambil langkah ekstrem dengan berencana merombak hingga 50 persen kekuatan skuadnya.

Langkah radikal ini diambil setelah tim kebanggaan Aremania ini hanya mampu finis di urutan ke-9 pada musim 2025/2026, meleset dari target awal yang mencanangkan posisi lima besar.

Sebagai langkah awal dari revolusi skuad ini, manajemen resmi merilis daftar 12 pemain yang dipastikan bertahan untuk musim depan.

Komposisi ini terdiri dari sembilan penggawa lokal dan tiga legiun asing, yakni Ahmad Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Hansamu Yama, Tito Hamzah, Achmad Maulana, Dwiki Mardiyanto, Dimas Arya, Bayu Setiawan, Matheus Blade, Julian Guevara, dan Betinho Filho.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa stabilitas skuad tetap menjadi pertimbangan penting demi menjaga fondasi taktik pelatih. Di barisan pemain lokal, kejutan besar terjadi saat manajemen sukses mematenkan status bek senior Hansamu Yama Pranata.

Pemain yang datang di pertengahan musim lalu dengan status pinjaman dari Persija Jakarta ini dinilai memberikan kontribusi luar biasa. Pengalaman dan leadership Hansamu di lini belakang menjadi alasan utama Singo Edan mengunci tanda tangan eks bek Timnas Indonesia tersebut.

Selain Hansamu, kejutan juga datang dari kembalinya Hamzah Titofani Rivaldy dan diprioritaskannya kiper muda Dimas Arya. Musim lalu, Tito dipinjamkan ke Deltras Sidoarjo untuk menambah jam terbang dan terbukti berkembang pesat di level profesional.

Sementara Dimas Arya, yang baru berusia 20 tahun dan merupakan produk asli Akademi Arema, dipertahankan karena memiliki prospek jangka panjang yang cerah meski musim lalu lebih banyak menjadi pelengkap di sesi latihan.

Di sektor legiun asing, Arema FC memilih bermain aman dengan memperpanjang masa bakti trio gelandang jangkar mereka: Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade.

Ketiganya dinilai menunjukkan konsistensi, profesionalisme, dan komitmen yang tinggi. Selain kokoh mengawal lini tengah, nilai lebih trio asing ini terletak pada fleksibilitas posisi mereka yang sempat tampil apik sebagai stoper darurat saat Arema dihantam krisis pemain belakang musim lalu.

Di sisi lain, kuartet asing yang masih terikat kontrak resmi, yakni Walisson Maia, Gustavo França, Gabriel Silva, dan Joel Vinicius, dipastikan aman. Bahkan, Joel Vinicius telah mendapatkan jaminan masa depan yang panjang di Malang hingga tahun 2027 mendatang.

Namun, hukum industri sepak bola selalu adil; ada yang bertahan, tentu ada pula yang harus angkat koper. Proses cuci gudang pun tidak bisa dihindari. Arema FC resmi berpisah dengan penjaga gawang asal Brasil, Lucas Frigeri, serta gelandang serang Valdeci Moreira.

Slot yang ditinggalkan Valdeci sengaja dikosongkan demi memberi ruang bagi sosok kreator serangan baru yang lebih sesuai dengan selera taktis Marcos Santos.

Nasib paling getir justru menimpa duo benteng tangguh asal Negeri Samba, Gildson Pablo de Oliveira Silva dan Luiz Gustavo Tavares Conde. Keduanya terpaksa dilepas bukan karena penurunan performa, melainkan akibat cedera parah.

Pablo dihantam cedera ligamen lutut parah (MCL dan ACL) hingga harus pulang kampung ke Brasil, sementara Luiz Gustavo juga harus menepi lama akibat hantaman cedera ACL sejak Januari 2026 lalu.

Gelombang keluar ini diprediksi masih akan berlanjut karena manajemen dan tim pelatih masih mendiskusikan nasib beberapa pemain yang belum resmi dilepas tetapi juga belum diperpanjang kontraknya.

Nama-nama seperti Adi Satryo, Gianluca Pandeynuwu, M. Rafli, Salim Tuharea, Leo Guntara, Rio Fahmi, Walisson Maia, Gabriel Silva, Joel Vinicius, dan Gustavo Franca masih menunggu kepastian.

Sementara itu, beberapa pemain muda yang masih menyisakan kontrak, salah satunya Arkhan Fikri, akan terus dipantau perkembangannya.

Meski manajemen masih menutup rapat informasi mengenai rekrutan baru, rumor transfer di media sosial sudah telanjur liar bergulir. Jagat maya sepak bola Malang Raya mendadak heboh dengan rumor penjajakan serius terhadap dua pilar Terengganu FC, Diego Landis, bek tengah bertinggi badan 193 cm, dan Careca.

Selain itu, bomber asal Brasil yang merumput di Liga Vietnam, Gustavo Henrique Rodrigues, dikabarkan sudah mengeklaim sepakat bergabung dengan Arema FC. Spekulasi kian menarik dengan munculnya nama kiper raksasa asal Kroasia bertinggi 2,03 meter, Ivan Susak, serta penyerang mentereng seperti Mateus Pato dan Carlos Franca.

Menanggapi kehebohan tersebut, manajemen Arema menegaskan bahwa semua nama rekrutan baru sudah final dievaluasi dan berada di kantong mereka, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dirilis secara resmi.

Pergerakan cepat dan agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa Arema FC emoh sekadar menjadi tim penggembira dan siap kembali mengaum keras di papan atas sepak bola tanah air pada musim depan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Skuad Arema 2026 #Marcos Santos #hansamu yama #bursa transfer liga 1 #arema fc