RADAR BALI – Manajemen PSS Sleman secara resmi kembali menunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih Kepala untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.
Kembalinya Pieter Huistra di jajaran tim pelatih Super Elang Jawa bukan sekadar menghadirkan sosok pelatih kepala, melainkan membawa kembali visi, pengalaman, dan kepemimpinan yang mampu menjadi fondasi penting dalam perjalanan PSS menghadapi tantangan musim mendatang.
“Kami meyakini bahwa tim yang kuat dibangun melalui konsistensi, kerja keras, dan proses yang berkelanjutan. Coach Pieter merupakan bagian penting dari proses tersebut dan memiliki pemahaman yang baik terhadap identitas, karakter, serta visi misi yang ingin diwujudkan oleh PSS Sleman,” ungkap Executive Representative PSS Vita Subiyakti.
Penunjukan kembali Pieter Huistra juga menjadi wujud komitmen PSS Sleman untuk terus membangun tim secara berkesinambungan.
Pengalaman dan kepemimpinan yang dimilikinya diharapkan dapat membantu tim berkembang dan tampil lebih kompetitif sepanjang musim.
“Kini saatnya seluruh elemen tim fokus bekerja keras, mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan menatap Super League 2026/2027 dengan optimisme serta tekad untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi PSS Sleman dan seluruh pendukungnya,” imbuh Vita Subiyakti.
Rekam Jejak dan Statistik Kepelatihan
Juru taktik asal Belanda ini sebenarnya bukan orang baru bagi publik Sleman. Pieter Huistra pertama kali bergabung dengan PSS Sleman pada pertengahan Februari 2025 untuk menggantikan posisi Mazola Junior di paruh kedua musim kompetisi 2024/2025. Tugas utamanya saat itu adalah menakhodai tim dalam 11 pertandingan tersisa.
Dalam masa bakti awalnya sebagai pelatih kepala tersebut, Huistra mendampingi tim dalam 11 pertandingan. Di bawah asuhannya, Super Elang Jawa berhasil mengemas 6 kemenangan dan menelan 5 kekalahan tanpa sekalipun meraih hasil imbang.
Catatan ini membuat PSS Sleman mengumpulkan rata-rata 1,64 poin per laga. Salah satu momentum impresif yang sempat ditorehkan Huistra saat itu adalah keberhasilan membawa tim menyapu bersih 4 kemenangan beruntun di 4 pertandingan terakhir musim.
Kinerja dan Kontribusi Besar di Pegadaian Championship (Liga 2)
Memasuki musim 2025/2026, manajemen PSS Sleman tetap mempertahankan jasa Huistra untuk mengurus aspek teknis tim sebagai direktur teknik.
Selama mengawal Super Elang Jawa mengarungi kasta kedua, ia menorehkan sejumlah kinerja dan kontribusi krusial.
Di bawah supervisi teknis Huistra dan ramuan taktik pelatih kepala Ansyari Lubis, PSS Sleman tampil sangat dominan sepanjang musim. Dari total 27 pertandingan yang dilakoni di kompetisi kasta kedua tersebut, performa Laskar Sembada mencatatkan 16 kemenangan, 8 kali, dan 3 kali kalah.
Hustra dan tim kepelatihan berhasil keluar sebagai runner-up Pegadaian Championship dan secara otomatis mengamankan tiket promosi ke Super League.
Sebagai Direktur Teknik, juru taktik asal Belanda ini bertanggung jawab penuh atas kebugaran, kedisiplinan, serta kualitas visi bermain skuad.
Salah satu kinerjanya yang disorot adalah keberhasilannya dalam menjaga level fisik dan fokus para pemain agar tetap berada di puncak performa, bahkan setelah melewati jeda kompetisi yang cukup panjang seperti libur Idulfitri.
Huistra juga jeli dalam mengelola kedalaman skuad, termasuk manajemen pemain asing. Ketika bek asing andalan Cleberson Martins mengalami cedera parah di paruh kedua musim, strategi penyesuaian teknis dilakukan dengan mendatangkan Lucas Gamma (Lucao) dari Persik Kediri.
Hal itu dilakukan untuk menambal kekosongan lini belakang. Langkah ini terbukti berhasil menjaga kerapian pertahanan PSS Sleman hingga akhir kompetisi.
Kehadiran Huistra di jajaran manajemen teknis memberikan suntikan pengalaman yang sangat besar bagi staf kepelatihan.
Ansyari Lubis sendiri mengakui bahwa Huistra bertindak layaknya seorang mentor dan panutan yang luar biasa, membantu merumuskan pendekatan taktis yang disiplin, efektif, dan menanamkan mentalitas percaya diri kepada seluruh anggota tim.
Berkat kinerjanya yang dinilai sukses besar dalam mengembalikan marwah PSS Sleman ke kasta tertinggi, manajemen secara resmi kembali memercayai Pieter Huistra untuk memegang kendali penuh sebagai Pelatih Kepala demi menghadapi Super League musim 2026/2027.***
Editor : Ibnu Yunianto