Ferran Torres Pahlawan Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Dibuang Barcelona, Ulang Magis Iniesta

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:53 WIB
Ferran Torres saat mencetak gol tunggal Spanyol di Final Piala Dunia 2026.
Ferran Torres saat mencetak gol tunggal Spanyol di Final Piala Dunia 2026.

 

RADAR BALI – Timnas Spanyol kembali naik ke singgasana sepak bola dunia. La Furia Roja sukses menundukkan Argentina 1-0 lewat drama 120 menit untuk merebut gelar juara Piala Dunia 2026, sekaligus menggagalkan misi Albiceleste mempertahankan trofi.

Pada laga final yang digelar di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106. Gol ini lahir setelah kedua tim bermain tanpa gol sepanjang waktu normal.

Gelar ini menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sukses menjadi juara pada edisi 2010. Penantian selama 16 tahun pun berakhir, sementara Argentina harus merelakan mahkota juara dunia yang mereka rebut empat tahun lalu lepas dari genggaman.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Spanyol vs Ketangguhan Martinez

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Di sisi lain, Argentina memilih lebih banyak bertahan dan mengandalkan duel-duel fisik untuk memutus ritme permainan lawannya.

Peluang pertama Spanyol hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal memainkan umpan satu-dua dengan Dani Olmo sebelum melepaskan tembakan, namun bola masih bisa diamankan Emiliano Martinez.

Skuad asuhan Pelatih Spanyol Luis de la Fuente kembali mengancam pada menit ke-38 lewat sepakan first time Mikel Oyarzabal dari depan kotak penalti, tetapi arah bola membentur pelukan Martinez.

Tensi pertandingan meninggi saat Lisandro Martinez menerima kartu kuning pada menit ke-40 akibat melanggar Oyarzabal. Setelah Marc Cucurella mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh yang melebar tipis, petaka menghampiri Argentina tiga menit berselang.

Lisandro Martinez mengalami cedera paha kanan dan terpaksa digantikan oleh Nicolas Otamendi.

Memasuki babak kedua, kendali permainan masih menjadi milik Spanyol. Masuknya Otamendi dan kedisiplinan Gonzalo Montiel di lini belakang sempat membuat aliran bola Spanyol terputus beberapa kali. Dani Olmo sempat memperoleh peluang pada menit ke-64, namun tembakannya terlalu lemah.

Melihat kebuntuan tersebut, Luis de la Fuente memasukkan Nico Williams dan Mikel Merino pada menit ke-75 untuk menambah daya gedor. Gelombang serangan Spanyol kian bertubi-tubi; tembakan Pedri (77'), sepakan Pau Cubarsi (79'), hingga sundulan Aymeric Laporte (80') secara luar biasa terus-menerus digagalkan oleh penampilan gemilang Emiliano Martinez.

Ketegangan memuncak di ujung waktu normal. Pada menit ke-93, sepakan Nico Williams kembali ditepis Martinez. Semenit berselang, situasi semakin sulit bagi Argentina ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua usai melanggar keras Pau Cubarsi.

Sebelum peluit panjang berbunyi, tendangan bebas Yamal memaksa Martinez melakukan penyelamatan penting lainnya, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Drama Kartu Merah dan Gol Tunggal Ferran Torres

Bermain dengan 10 orang, Argentina kian digempur. Pada awal babak pertama extra time, sundulan Nico Williams memanfaatkan umpan silang Pedri masih mampu ditepis Martinez.

Drama sempat terjadi pada menit ke-96 ketika gol Nico Williams membuat kubu Spanyol bersorak. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Ferran Torres dinilai lebih dulu melanggar Otamendi dalam prosesnya.

Setelah Mikel Merino membuang peluang lewat sundulan yang melebar pada menit ke-103, momen yang dinanti akhirnya tiba.

Kebuntuan pecah pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang jauh Pedro Porro, Nico Williams memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah tiang jauh.

Ferran Torres yang bergerak tanpa kawalan langsung melepaskan sepakan first time kaki kiri yang menghujam pojok atas gawang Argentina. Skor berubah 1-0.

Catatan Sejarah Spanyol:

2 Trofi: Koleksi gelar Piala Dunia untuk tim nasional Spanyol (2010, 2026).

1 Gol Berharga: Satu-satunya gol Ferran Torres sepanjang turnamen yang langsung menyegel trofi emas.

Momen Iniesta: Keberhasilan ini mengulangi memori manis 16 tahun silam saat gol extra time Andres Iniesta pada menit-menit akhir babak tambahan membawa Spanyol juara di Piala Dunia 2010.

Ferran sempat hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-113, tetapi golnya dianulir karena offside. Di sisa laga, Argentina mengerahkan seluruh kekuatan. Lionel Messi sempat mengirim umpan silang dari sisi kanan yang langsung diamankan Mikel Merino dan Pau Cubarsi.

Peluang terakhir Argentina datang melalui tembakan keras Giuliano Simeone dari situasi sepak pojok, tetapi bola melambung di atas mistar.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Seusai laga, ketegangan sempat berlanjut yang berujung kartu merah untuk penggawa Argentina, Leandro Paredes.

Ironi Ferran Torres: "Dibuang" Barcelona, Jadi Pahlawan Negara

Keberhasilan ini menjadi panggung pembuktian yang ironis bagi Ferran Torres. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-62 menggantikan Mikel Oyarzabal, pemain berusia 26 tahun ini sempat menghadapi gelombang kritik akibat penyelesaian akhir yang kurang maksimal sepanjang turnamen.

Namun, takdir rupanya menyimpan gol pertamanya untuk laga yang paling krusial.

"Saya percaya hari ini takdir sudah ditulis. Memang sudah menjadi bagian kami untuk menang. Kami jauh dari para suporter, tetapi kami berusaha membuat mereka merasa sedekat mungkin," ujar Ferran Torres selepas laga.

Di level klub, situasi Ferran Torres justru sedang berada di ujung tanduk. Manajemen Barcelona dikabarkan menunda pembicaraan kontrak barunya demi mematuhi regulasi pembatasan anggaran gaji pemain (financial fair play).

Ditambah dengan rencana kedatangan penyerang baru seperti Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund, Barcelona telah mengambil sikap tegas: perpanjang kontrak atau dijual pada bursa transfer musim panas ini agar tidak kehilangan sang pemain secara gratis.

Kondisi ini dimanfaatkan serius oleh Paris Saint-Germain (PSG). Pelatih PSG Luis Enrique, yang pernah bekerja sama dengan Torres di tim nasional, sangat mengagumi kualitasnya. Torres bahkan dikabarkan telah memberikan lampu hijau dan mencapai kesepakatan prinsip untuk pindah ke klub raksasa Ligue 1 tersebut.

Statistik Ferran Torres di Laga Final:

Menit Bermain: 59 menit

Gol: 1

Tembakan: 3 (2 tepat sasaran)

Akurasi Operan: 80% (8 berhasil dari 10 percobaan)

Dengan torehan bersejarah ini, pemain yang kerap dianggap sebagai ban serep di Camp Nou tersebut sukses mengawinkan gelar Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 dalam kurun waktu dua tahun.

Aksi heroiknya di New Jersey tidak hanya mempersembahkan bintang kedua di jersey Spanyol, tetapi juga meroketkan nilai pasarnya yang kini berada di kisaran 47 hingga 50 juta Euro, memberi Barcelona posisi tawar yang jauh lebih kuat di meja perundingan transfer.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
ferran torres Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Hasil Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina 1-0 Gol Ferran Torres Piala Dunia