RADAR BALI - Tim nasional Indonesia bersiap melakoni laga di ajang Piala AFF 2026. Pertandingan di turnamen kawasan Asia Tenggara ini berpotensi meningkatkan peringkat dunia FIFA tim nasional Indonesia, meski dampaknya diperkirakan relatif terbatas.
Berdasarkan regulasi resmi, pertandingan di ajang Piala AFF diakui FIFA sebagai laga internasional kategori A. Namun, terdapat sejumlah faktor penentu yang membuat perolehan poin di ajang ini tidak sebesar turnamen resmi lainnya.
Peta Persaingan & Ranking FIFA Penghuni Grup A
Di fase penyisihan Grup A, tim nasional Indonesia (peringkat 118 FIFA) tergabung bersama empat negara pesaing kawasan. Berdasarkan pembaruan ranking FIFA dunia 2026 terbaru, berikut posisi dari masing-masing calon lawan skuad Garuda:
Vietnam: Peringkat 99 FIFA
Singapura: Peringkat 148 FIFA
Kamboja: Peringkat 175 FIFA
Timor Leste: Peringkat 201 FIFA
Faktor Penentu Perolehan Poin FIFA
1. Bobot Pertandingan Tergolong Rendah (I = 10)
Turnamen Piala AFF digelar di luar kalender resmi FIFA (FIFA Matchday). Hal ini membuat bobot perhitungan poinnya berada pada level terendah dalam kalkulasi sistem FIFA:Piala AFF / Laga di Luar Agenda FIFA: I = 10
Kualifikasi Piala Dunia: I = 25
Putaran Final Piala Asia: I = 35 - 40
Karena nilai bobot yang kecil, setiap kemenangan yang diraih tim nasional Indonesia di fase grup hanya menghasilkan tambahan poin yang terhitung minim.
2. Pengaruh Peringkat FIFA Tim Lawan
Kalkulasi peringkat dunia FIFA menggunakan sistem SUM yang mengukur selisih poin dan posisi antara dua tim bertanding. Mengalahkan tim dengan peringkat lebih tinggi seperti Vietnam (99) akan memberikan tambahan poin lebih berdampak.
Sebaliknya, meraih kemenangan atas tim yang berada jauh di bawah peringkat Indonesia, seperti Kamboja (175) dan Timor Leste (201), hanya menghasilkan poin minimal.
3. Risiko Pengurangan Poin Jika Hasil Minor
Sistem FIFA juga memberlakukan pengurangan poin jika meraih hasil tidak maksimal. Apabila tim nasional Indonesia ditahan imbang atau menelan kekalahan dari tim yang posisi FIFA-nya berada jauh di bawah, jumlah poin yang berkurang akan cukup signifikan.
Analisis Selisih Poin Indonesia dengan Pesaing Terdekat
Peluang skuad Garuda untuk merangkak naik dalam daftar peringkat dunia FIFA terbilang sangat terbuka lebar. Saat ini, tim nasional Indonesia menduduki posisi 118 dunia dengan raihan 1.157,14 poin.
Jarak poin Indonesia ke peringkat 117 yang ditempati Sudan terhitung sangat tipis, yakni hanya berselisih 0,08 poin saja mengingat Sudan mengantongi 1.157,22 poin.
Jika melihat peta persaingan di tingkat atasnya, Indonesia juga tidak berjarak terlalu jauh dari Gambia yang berada di urutan 116 dunia dengan 1.159,64 poin atau unggul 2,50 poin dari skuad Garuda.
Sementara itu, Lebanon menempati posisi 115 dunia dengan koleksi 1.172,22 poin, yang berarti memiliki margin 15,08 poin di atas posisi Indonesia saat ini.
Dampak Jika Tim Nasional Indonesia Sapu Bersih Fase Grup
Jika skuad asuhan pelatih tim nasional Indonesia meraih empat kemenangan beruntun di Grup A (Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura), perkiraan tambahan poin yang didapatkan berkisar antara +10,0 hingga +12,5 poin.
Kalkulasi Total Poin Baru:1157.14 + 10.00 s.d. 12.50 = 1167.14 s.d. 1169.64.
Peringkat:Sudan (1157.22): Langsung terlewati hanya dengan meraih satu kemenangan saja (tambahan minimal ~+1,5 hingga +2,0 poin sudah cukup menggeser posisi Sudan).
Gambia (1159.64): Terlewati setelah meraih dua kemenangan (membutuhkan akumulasi +2,51 poin).
Mendekati Lebanon (1172.22): Total poin baru Indonesia (~1167–1169) akan berada tepat di bawah posisi Lebanon.
Ajang Piala AFF 2026 tetap menjadi kesempatan berharga bagi skuad Garuda untuk menambah poin sekaligus menjaga kestabilan posisi di peringkat dunia.
Sapu bersih di fase grup tidak sekadar melampaui Sudan di peringkat 117, tetapi secara matematis dipastikan langsung melompati Gambia (peringkat 116) dan menempatkan Indonesia kokoh di peringkat 116 dunia, serta hanya berjarak sekitar 2,5 hingga 5 poin saja dari posisi 115 dunia (Lebanon).***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali