RADAR BALI - Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, angkat bicara mengenai peta persaingan dan kesiapan tim jelang turnamen Piala AFF 2026 yang berlangsung mulai pekan ini.
Juru taktik asal Inggris tersebut menyebut Vietnam sebagai kompetitor paling berat, sembari menegaskan kesiapan mental anak asuhnya yang jauh lebih segar ketimbang sang rival.
Herdman menilai persiapan masif yang dilakukan Vietnam sejak pertengahan tahun menjadi sinyal kuat bahwa mereka tidak main-main dalam menatap turnamen ini.
"Saya harus mengatakan, saya pikir Vietnam mungkin adalah tim terberat di turnamen ini. Mereka memulai persiapan lebih awal di bulan Juni, tanggal 22 Juni. Mereka sudah bersama untuk waktu yang lama," ujar John Herdman.
Kematangan skuad Vietnam juga didukung oleh stabilitas di kursi kepelatihan serta hadirnya amunisi tambahan dari pemain keturunan yang merumput di luar negeri.
"Semua tahu mereka memiliki pelatih yang sudah berada di sana untuk beberapa waktu. Mereka tahu cara menang, memiliki kelompok pemain inti yang tetap bersama, dan mereka telah menambahkan pemain-pemain diaspora," jelasnya.
Kendati demikian, alih-alih merasa gentar, Herdman justru tertantang untuk segera menguji level permainan anak asuhnya. Menariknya, selain Vietnam, ia juga menyimpan ambisi besar untuk melakoni partai sarat gengsi melawan rival abadi Indonesia.
"Mereka akan sangat tangguh bagi tim kami. Kami bersemangat tentang hal itu, itu adalah lawan yang baik bagi kami untuk menguji diri sendiri," tuturnya.
"Tapi, kami juga ingin sekali bertanding melawan Malaysia. Kapan pun Indonesia mendapatkan kesempatan untuk bermain melawan Malaysia, mudah-mudahan kita bisa bertemu di babak gugur," jabar Herdman.
Rekor Pertemuan Indonesia vs Vietnam dan Thailand di Piala AFF
Pernyataan Herdman mengenai ketangguhan Vietnam serta ambisi berhadapan di panggung regional semakin menegaskan sengitnya rekor pertemuan Indonesia dengan negara-negara terkuat ASEAN di ajang Piala AFF.
1. Rekor Pertemuan: Indonesia vs Vietnam
Catatan statistik menunjukkan persaingan Indonesia dan Vietnam di Piala AFF selalu berlangsung seimbang dan penuh tensi.
Total Pertemuan: 12 Kali
Indonesia Menang: 3 Kali
Imbang: 6 Kali
Vietnam Menang: 3 Kali
Catatan Penting:
Dominasi Laga Gugur: Indonesia memiliki rekor impresif atas Vietnam pada fase knockout, seperti kemenangan di semifinal Piala AFF 2004 (skor 3-0 di Hanoi) dan semifinal Piala AFF 2016 (agregat 4-3).
Pertemuan Terakhir: Pada semifinal Piala AFF 2022, langkah Indonesia terhenti setelah bermain imbang 0-0 pada leg pertama di Jakarta dan takluk 0-2 pada leg kedua di Hanoi.
2. Rekor Pertemuan: Indonesia vs Thailand
Selain Vietnam, Thailand tetap menjadi benteng tangguh yang kerap menghalangi langkah Indonesia.
Total Pertemuan: 15 Kali
Indonesia Menang: 3 Kali
Imbang: 2 Kali
Thailand Menang: 10 Kali
Catatan Penting:
Partai Final: Indonesia dan Thailand telah berhadapan di partai puncak sebanyak empat kali (edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020), di mana Thailand selalu keluar sebagai juara.
Pertemuan Terakhir: Pertemuan terakhir kedua tim di fase grup Piala AFF 2022 berakhir imbang dengan skor 1-1.
Strategi Persiapan Mepet dan Manajemen Mental Skuad Garuda
Di sisi lain, publik sempat mengkhawatirkan masa persiapan Timnas Indonesia yang dinilai mepet jika dibandingkan dengan pergerakan cepat Vietnam. Namun, Herdman langsung menepis anggapan bahwa skuad Garuda terlambat panas dalam memulai pemusatan latihan.
"Tidak, sama sekali tidak. Saya pikir semuanya ada kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda memulai terlalu awal, para pemain akan kelelahan saat turnamen tiba, baik secara mental maupun kognitif," tegas mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Herdman menambahkan bahwa keputusan memberikan waktu libur sebelum pemusatan latihan demi menjaga kebugaran psikologis para pemain, terutama pilar asal Persib Bandung yang baru saja menguras energi di kompetisi domestik.
"Jika kami memulai terlalu lambat, maka para pemain belum siap. Saya pikir kami telah menyeimbangkannya," kata Herdman.
"Ini adalah musim yang panjang dan berat bagi para pemain Persib yang harus berjuang untuk meraih gelar juara, dan kami memiliki banyak dari mereka di sini. Jadi, mereka butuh pemulihan," jabarnya.
Bagi Herdman, aspek kebahagiaan dan kesegaran mental pemain di luar lapangan sama pentingnya dengan genjotan taktik fisik. Strategi manajemen manusia ini diklaim berhasil melahirkan komitmen total dari seluruh anggota tim saat kembali berkumpul.
"Kami harus memberikan waktu kepada para pemain bersama keluarga dan teman-teman mereka untuk menikmati hidup," kata dia.
"Jadi, saya sudah mengumpulkan mereka kembali sekarang dan mereka bekerja keras. Mereka segar dan semuanya berkomitmen penuh. Sangat bersemangat," pungkas Herdman.***
Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali