RADAR BALI — Laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang mempertemukan PERSIB Bandung dan Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (25/7/2026) pukul 19.30 WIB, dipastikan menyajikan duel sengit.
Tak sekadar menjadi ajang pemanasan menyongsong Super League 2026/2027, bentrok dua kekuatan besar sepak bola Indonesia ini juga diwarnai bumbu reuni emosional serta adu gengsi antar-pelatih.
Bagi gelandang PERSIB, Adam Alis, laga malam nanti terasa sangat istimewa. Pemain bernomor punggung 18 tersebut akan berhadapan dengan Arema FC, klub yang pernah dibelanya hingga sukses mengantarkan Singo Edan merengkuh trofi Piala Presiden 2017.
Lebih dari sekadar nostalgia dengan mantan tim, Adam juga bakal bereuni dengan Alfeandra Dewangga dan Robi Darwis, dua eks rekannya di skuat Pangeran Biru yang kini menyeberang membela Arema FC.
"Pasti saya banyak mengenal teman-teman lama di Arema karena sebelumnya pernah main di sana dan ikut menyumbangkan piala pada 2017," ujar Adam Alis saat sesi konferensi pers jelang pertandingan.
Meski sarat akan nilai emosional, Adam menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utamanya. Ia bertekad membawa PERSIB meraih hasil maksimal demi memberikan tontonan yang memikat bagi para suporter.
"Sangat menarik untuk pertandingan besok karena bisa bertemu teman-teman yang kemarin main di PERSIB. Saya berharap pertandingan berjalan bagus dan enak ditonton buat semua," tambahnya.
Di lain sisi, kedua juru taktik mengusung filosofi yang berbeda dalam menatap laga ini. Pelatih PERSIB, Igor Tolic, menegaskan tidak menjadikan hasil akhir sebagai target utama meski timnya baru menjalani masa persiapan selama dua pekan.
Pelatih asal Kroasia itu lebih menitikberatkan pada implementasi hasil latihan dan perkembangan performa para pemainnya di lapangan.
Kendati demikian, Tolic menyadari betul besarnya ekspektasi publik Bandung. Ia menegaskan timnya memiliki tanggung jawab moril untuk menyuguhkan permainan terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada Bobotoh yang akan memadati stadion.
"Kami merasa bertanggung jawab memberikan penampilan terbaik untuk Bobotoh yang telah membeli tiket dan datang langsung mendukung. Jadi, kami harus tampil dengan tim terbaik," tegas Tolic.
Sebaliknya, nada optimistis dan sarat ambisi ditiupkan dari kubu lawan. Arema FC datang ke Bandung tidak hanya sekadar melakoni laga uji coba pramusim. Tim berjuluk Singo Edan tersebut mengusung misi besar untuk menjaga reputasi dan status mereka sebagai kolektor gelar terbanyak di ajang Piala Presiden.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan, kesiapan timnya sudah berada di jalur yang benar. Walaupun sasaran utamanya adalah membentuk kedalaman skuat untuk Super League musim depan, mentalitas juara tetap menjadi pegangan utama anak asuhnya.
"Persiapan kami berjalan baik. Kami akan menggunakan kompetisi ini sebagai persiapan Super League musim depan. Namun, Arema FC adalah tim yang paling banyak meraih juara, jadi kami datang ke sini untuk mempertahankan gelar," tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Dua pendekatan berlawanan ini dipastikan membuat jalan sengitnya pertandingan sulit ditebak. Apakah pendekatan tanpa beban ala Igor Tolic yang dipadukan dengan dukungan penuh Bobotoh mampu meredam ambisi besar Singo Edan, ataukah mentalitas juara Arema FC yang justru mencuri panggung di Si Jalak Harupat? Jawabannya bakal terhampar di atas lapangan malam nanti.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali