Piala Presiden 2026: STY Akui Persija Minim Persiapan, Persebaya Fokus Pemanasan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB
Kiper Persebaya Reza Arya Pratama berlatih menjelang bertemu Persija di Piala Presiden 2026. Eks kiper utama PSM Makassar ini berebut tepat di skuad Persebaya dengan kiper senior Ernando Ari Sutaryadi, Kenzo Albar, dan Ilham Al-Arif. (Foto: Persebaya)
Kiper Persebaya Reza Arya Pratama berlatih menjelang bertemu Persija di Piala Presiden 2026. Eks kiper utama PSM Makassar ini berebut tepat di skuad Persebaya dengan kiper senior Ernando Ari Sutaryadi, Kenzo Albar, dan Ilham Al-Arif. (Foto: Persebaya)

 

RADAR BALI – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 kembali menyuguhkan duel klasik bertajuk big match yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Indonesia, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Pertandingan perdana Grup B ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (26/7/2026) pukul 19.30 WIB. Menjelang bentrokan seru tersebut, kedua kubu membawa modal dan sudut pandang yang berbeda dalam menatap persaingan.

Dari kubu tamu, juru taktik Persija Jakarta, Pelatih Shin Tae-yong, secara terbuka mengakui bahwa skuad Macan Kemayoran tidak berada dalam kondisi sempurna. Persiapan timnya dinilai belum maksimal lantaran adanya penyesuaian dan perubahan agenda latihan.

Pelatih Shin Tae-yong menjelaskan bahwa rencana awal tim untuk menjalani training camp (TC) di Thailand selama tiga pekan mulai 27 Juli 2026 harus disesuaikan. Perubahan ini berdampak langsung pada proses pemantapan tim. Selain itu, faktor fisik pemain yang baru kembali dari masa libur panjang turut menjadi kendala tersendiri dalam mengembalikan kebugaran ideal.

"Memang kami tidak terlalu sempurna untuk proses persiapan pertandingan besok, tetapi kita tetap akan bekerja keras. Pemain sudah liburan lama, jadi sekarang memang fokus untuk meningkatkan kekuatan pemain. Memang sulit sekali untuk bicarakan bagaimana harus membuat kondisi para pemain jadi stabil," lanjutnya.

Meski demikian, juru taktik berpengalaman itu menegaskan bahwa Persija tidak ingin menjadikan keterbatasan persiapan sebagai alasan. Ia menuntut anak asuhnya untuk tetap tampil profesional dan menjaga konsistensi di atas lapangan.

Nada optimistis juga disuarakan oleh winger Persija, Witan Sulaeman. Ia memastikan seluruh pemain siap memberikan yang terbaik demi meraih prestasi di ajang pramusim ini.

"Karena kami juga akan ikut di Piala Presiden ini, Pelatih Shin juga selalu bilang ke kami bahwa kalau kita ingin ikut turnamen tersebut, kita harus bekerja keras. Kita harus melakukan yang terbaik supaya kita bisa berprestasi," tegas Witan Sulaeman.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya memandang Piala Presiden 2026 sebagai sarana pemanasan yang ideal untuk mematangkan taktik dan membangun chemistry skuad menuju kompetisi resmi.

Arsitek Persebaya, Pelatih Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa timnya dipenuhi banyak wajah baru yang masih membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan beradaptasi dengan filosofi permainan.

"Saya pikir Piala Presiden menjadi ajang yang sangat baik bagi Persebaya. Turnamen ini memberi kami kesempatan untuk memainkan pertandingan kompetitif, karena target utama kami saat ini adalah membangun tim. Kami memiliki banyak pemain baru, bahkan ada yang setelah sepekan berlatih bersama masih belum mengenal seluruh rekan setimnya," kata Pelatih Bernardo Tavares.

Guna menyiasati kondisi fisik pemain yang belum seratus persen fit serta memberikan kesempatan membuktikan diri bagi seluruh anggota skuad, pelatih asal Portugal tersebut berencana memaksimalkan aturan delapan pergantian pemain.

Semangat persaingan yang sehat juga dirasakan di sektor pertahanan Green Force. Penjaga gawang anyar Persebaya, Reza Arya Pratama, menyambut positif persaingan di bawah mistar gawang bersama nama-nama seperti Ernando Ari Sutaryadi, Kenzo Albar, dan Ilham Al-Arif. Kiper berusia 26 tahun yang baru merantau dari PSM Makassar itu menyatakan kesiapannya jika dipercaya tampil oleh tim pelatih.

"Kalau mendapat kesempatan bermain, saya ingin memberikan penampilan terbaik. Target saya tentu mencatatkan clean sheet dan membantu tim meraih kemenangan. Persaingan pasti ada di setiap tim. Saya dan Ernando sudah saling mengenal. Siapa pun yang dipercaya bermain, semuanya demi kepentingan Persebaya," tutur Reza Arya Pratama.

Reza Arya Pratama menyadari bahwa Piala Presiden merupakan langkah awal untuk menguji kesiapan tim sebelum mengarungi ketatnya persaingan kompetisi domestik.

"Ini adalah turnamen pramusim. Apa pun hasilnya nanti harus menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi liga, karena fokus utama kami tetap ada di Super League," pungkasnya.

Laga antara Persebaya dan Persija di Stadion GBT tidak hanya menjadi ajang perebutan poin di Grup B yang juga dihuni oleh PSMS Medan dan Port FC, tetapi juga menjadi panggung pembuktian proses pembentukan kekuatan kedua tim sebelum mengarungi musim baru.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Piala Presiden 2026 Persebaya vs Persija Berita Liga Indonesia shin tae-yong Bernardo Tavares