Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Media Vietnam Soroti Pemain Persib di Skuad Garuda

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Marselino Ferdinan berduel dengan pemain Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia di Stadion My Dihn, Hanoi, Selasa (26/3/2024). Indonesia menang 3-0.
Marselino Ferdinan berduel dengan pemain Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia di Stadion My Dihn, Hanoi, Selasa (26/3/2024). Indonesia menang 3-0. (Humas PSSI)

 

RADAR BALI - Persaingan di Grup A Piala AFF 2026 kian memanas setelah Timnas Vietnam meraih hasil imbang tanpa gol saat menjamu Singapura di Stadion Mỹ Đình, Hanoi, Jumat (31/7/2026). Skuad asuhan Pelatih Kim Sang Sik tampil frustrasi dan hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.

Di saat bersamaan, Timnas Indonesia sukses memetik kemenangan telak 3-0 atas Timor Leste di Stadion Chonburi melalui gol Shayne Pattynama, Thom Haye, dan Mitchell Baker. Hasil ini mengubah konfigurasi papan atas klasemen sementara.

Singapura memimpin di puncak dengan koleksi 7 poin dari 3 laga, disusul Indonesia di posisi kedua dengan 6 poin dari 2 laga, sementara Vietnam melorot ke peringkat ketiga dengan nilai 4 dari 2 pertandingan.

Situasi tersebut menjadikan duel antara Indonesia dan Vietnam di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/8/2026) sebagai partai krusial yang menentukan langkah kedua tim ke babak semifinal.

Media Vietnam Merekam Trauma Masa Lalu

Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri memicu gelombang sorotan dari media-media lokal Vietnam. Media lokal Soha menyoroti bahwa hasil imbang ini menempatkan Vietnam dalam situasi kritis. Mereka kehilangan kendali penuh atas nasib sendiri jika gagal menundukkan Indonesia di Pakansari.

Soha menilai keberadaan pemain naturalisasi dalam skuad Merah Putih masih menjadi tantangan serius bagi lini pertahanan The Golden Star Warriors. Walau Indonesia tidak bisa menurunkan 100 persen kekuatan karena beberapa pemain yang berlaga di Eropa tidak mendapatkan izin, keberadaan pemain naturalisasi yang berkiprah di kompetisi domestik tetap mendongkrak kualitas tim secara signifikan.

Dalam ulasannya, Soha juga mengingatkan kembali memori kekalahan telak Vietnam dari Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu. Momen tersebut membayangi pertemuan kedua tim di ajang ini.

"Jelas untuk mengatakan bahwa Indonesia yang punya skuad pemain naturalisasi akan jadi tantangan besar bagi pelatih Kim Sang Sik di Piala AFF. Momen terakhir timnas Vietnam menghadapi Indonesia yang terdiri dari pemain naturalisasi ada pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu, Vietnam di bawah Troussier, kalah 0-3 di kandang di My Dinh. Banyak pemain Vietnam yang mungkin masih ingat Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen."

Selain kekalahan telak tersebut, Soha juga mengulas track rekor Pelatih Kim Sang Sik sewaktu berhadapan dengan Indonesia pada ajang sebelumnya.

"Sebelumnya Kim sempat menghadapi Indonesia di Piala AFF 2024, namun saat itu Indonesia tidak menurunkan pemain terbaik."

Peringatan Pengamat dan Mantan Pemain

Ancaman kekuatan Indonesia juga diakui oleh Pengamat Sepak Bola Vietnam, Quang Huy. Dalam wawancaranya bersama Soha, ia menilai Indonesia merupakan pesaing utama di grup yang bisa memicu petaka bagi langkah Vietnam menuju babak empat besar.

"Kekalahan Vietnam dari Timnas Indonesia di laga tandang di Stadion Pakansari berpotensi memaksa Golden Star Warriors finis sebagai runner-up dan terjebak menghadapi Thailand di semifinal."

Peringatan serupa dilontarkan mantan pemain Timnas Vietnam, Nguyen Tuan Phong. Ia meminta skuad The Golden Star Warriors untuk tidak lagi membuang poin saat bertandang ke Indonesia, mengingat rekor pertemuan terakhir yang berpihak pada skuad Garuda.

"Ingatlah bahwa Indonesia, tim yang akan dikunjungi Vietnam pada 3 Agustus mendatang, bahkan jauh lebih baik daripada Singapura. Sudah sejak lama, ketika Indonesia kembali membawa pemain-pemain naturalisasi yang pernah bermain di Eropa, mereka sering mengalahkan Timnas Vietnam. Di Piala AFF 2026, meski Indonesia tidak bisa memanggil banyak pemain yang merumput di Eropa, mereka masih memiliki skuad yang berkualitas, sehingga akan cukup sulit bagi tim Vietnam untuk meraih kemenangan."

Tuan Phong menambahkan kalkulasi matematis jika Vietnam gagal meraih poin penuh di Bogor.

"Meraih satu poin melawan Indonesia berarti tim Vietnam tidak bisa menentukan nasibnya sendiri di pertandingan terakhir, meskipun menang melawan Kamboja. Sebab jika Singapura dan Indonesia bermain imbang dengan skor tinggi, mereka tetap akan tersingkir."

Skenario dan Syarat Kelulusan Vietnam ke Semifinal

Guna melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026, terdapat tiga hitung-hitungan yang dihadapi tim asuhan Pelatih Kim Sang Sik:

Skenario Utama: Vietnam wajib mengamankan kemenangan di dua laga sisa, yakni melawan Indonesia (3 Agustus) dan Kamboja (7 Agustus). Tambahan 6 poin akan mengantar nilai akhir menjadi 10 poin sekaligus mengunci tiket semifinal secara otomatis.

Skenario Imbang Lawan Indonesia: Jika menahan imbang Indonesia dan menang atas Kamboja, poin maksimal Vietnam adalah 8. Nasib mereka kelak sangat bergantung pada selisih gol serta hasil laga pemungkas antara Indonesia kontra Singapura.

Skenario Gugur: Vietnam dipastikan tersingkir apabila kalah dari Indonesia, lalu di partai pemungkas Indonesia dan Singapura bermain imbang. Skenario ini menempatkan Indonesia di puncak (10 poin), Singapura sebagai runner-up (8 poin), dan Vietnam tertahan di posisi ketiga dengan poin maksimal 7.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Timnas Vietnam piala aff 2026 kim sang sik timnas indonesia thom haye