DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Empat atlet asal Bali bersiap memperkuat kontingen Indonesia pada Kejuaraan Asia Binaraga dan Fitness 2026 di Bangkok, Thailand.
Menjelang keberangkatan, jajaran Pengurus Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Bali memohon doa dan restu kepada Ketua Dewan Pembina PBFI Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
Pengurus PBFI Bali yang dipimpin Ketua Umum I Nyoman Yoan Saputra bersama para atlet bersilaturahmi dengan De Gadjah untuk menyampaikan kesiapan menghadapi kejuaraan tingkat Asia tersebut.
Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum bagi para atlet untuk mendapatkan arahan dan motivasi sebelum bertolak ke Bangkok pada 23 September 2026.
Ketua PBFI Bali I Nyoman Yoan Saputra mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk meminta izin sekaligus doa dan restu agar seluruh rangkaian perjalanan, persiapan hingga pertandingan dapat berjalan lancar.
“Kami mohon doa dan restu agar seluruh rangkaian perjalanan, persiapan sampai pertandingan nantinya diberikan kelancaran, kesehatan dan keselamatan.
Mudah-mudahan hasilnya juga sesuai dengan apa yang sudah kami persiapkan dan rencanakan,” ujar Yoan Saputra, Senin (21/9/2026).
Yoan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan, arahan dan motivasi yang diberikan De Gadjah kepada jajaran PBFI Bali dan para atlet.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi tambahan semangat bagi para atlet yang akan membawa nama Bali sekaligus Indonesia di pentas Asia.
“Kami berangkat dengan doa dan bertanding dengan semangat. Yang kami bawa bukan hanya nama Bali, tetapi juga nama Indonesia,” tegasnya.
Ia menargetkan para atlet Bali mampu menembus posisi tiga besar dan, jika memungkinkan, meraih medali emas sehingga lagu kebangsaan Indonesia Raya dapat berkumandang di Bangkok.
“Target kita tentu mengibarkan bendera Merah Putih. Tiga besar menjadi target besar dan kalau bisa juara satu, kita ingin lagu Indonesia Raya berkumandang,” ujarnya.
Yoan mengakui persaingan pada kejuaraan tingkat Asia cukup ketat. Salah satu negara yang dinilai memiliki kekuatan besar adalah India, yang menurutnya memiliki dukungan pembiayaan atlet yang relatif lebih kuat.
“Saingan terberat India. Kita mengirimkan empat atlet dari Bali, satu dari Papua dan satu dari Aceh. Kita pasti berhadapan dengan mereka.
Mereka mendapat dukungan yang cukup kuat dari negaranya, sementara kita masih banyak yang harus kita support secara mandiri,” katanya.
Empat Atlet Bali Wakili Indonesia
Dalam Kejuaraan Asia Binaraga dan Fitness 2026 di Bangkok, empat atlet asal Bali akan memperkuat kontingen Indonesia. Mereka berasal dari Kabupaten Buleleng, Gianyar dan Badung.
Dari Buleleng, Komang Gading Darmawan akan turun pada nomor binaraga kelas 75 kilogram. Sementara Dewa Putu Bayu akan tampil pada nomor Men’s Athletic Physique Up to 175 sentimeter.
Dari Gianyar, Dayat Suderajat akan bertanding di nomor binaraga kelas 60 kilogram. Sedangkan wakil Badung, Yosua Pratama, akan turun pada nomor binaraga kelas 85 kilogram.
Selain mengirimkan empat atlet, PBFI Bali juga mengirimkan satu international judge. Rombongan PBFI Bali dijadwalkan bertolak menuju Bangkok pada 23 September 2026.
De Gadjah Dorong Dukungan Atlet Diperkuat
Sementara itu, De Gadjah berharap seluruh atlet Bali yang tampil di Kejuaraan Asia mampu memberikan kemampuan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Indonesia.
Ia menilai keberangkatan para atlet tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana sistem pembinaan dan dukungan terhadap atlet berprestasi di Bali dapat terus diperkuat.
Menurut De Gadjah, persoalan pembiayaan atlet perlu menjadi perhatian bersama.
Sebab, ketika seorang atlet tampil di kejuaraan internasional, yang dibawa bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi juga nama daerah dan bahkan nama Indonesia.
“Ini bukan soal siapa yang harus disalahkan. Saya melihatnya sebagai tanggung jawab kita bersama.
Ketika atlet Bali sudah sampai membawa nama Indonesia ke tingkat Asia, tentu kita semua harus memberikan dukungan semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan aturan yang ada,” kata De Gadjah.
Ia mengakui pemerintah daerah selama ini telah memberikan perhatian terhadap dunia olahraga.
Namun, menurutnya, ke depan dukungan tersebut masih dapat terus diperkuat, khususnya bagi atlet yang telah berhasil lolos ke ajang nasional maupun internasional.
“Kita harus melihat olahraga bukan hanya ketika atlet sudah menang dan membawa pulang medali. Dukungan justru sangat dibutuhkan sejak mereka menjalani persiapan, mengikuti pemusatan latihan, sampai berangkat bertanding,” ujarnya.
De Gadjah berharap Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota, KONI, organisasi cabang olahraga dan pihak swasta dapat membangun pola pembinaan yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan tidak selalu harus dalam bentuk pembiayaan penuh, tetapi dapat diberikan melalui fasilitas latihan, perlengkapan, pembinaan, akses sponsorship, penghargaan bagi atlet berprestasi maupun dukungan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau atlet kita berprestasi, nama Bali ikut harum. Karena itu, mari kita hadir bersama-sama. Pemerintah punya peran, organisasi olahraga punya peran, dunia usaha punya peran, dan masyarakat juga punya peran,” katanya.
Ia menegaskan, kritik mengenai dukungan pembiayaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai masukan agar ekosistem olahraga di Bali semakin baik.
“Harapan saya sederhana, jangan sampai ada atlet yang sudah punya kemampuan dan sudah lolos ke kejuaraan internasional, tetapi kemudian terkendala karena persoalan biaya.
Kita ingin mereka fokus bertanding dan mengharumkan nama Bali serta Indonesia,” ujar De Gadjah.
De Gadjah juga meminta para atlet tetap fokus, menjaga kesehatan dan menunjukkan semangat juang selama bertanding.
“Berangkat dengan doa, bertanding dengan keyakinan dan pulang membawa kebanggaan. Apapun hasilnya nanti, mereka sudah membawa nama Bali dan Indonesia. Tetapi tentu kita berharap hasil terbaik dan mudah-mudahan Merah Putih berkibar di Bangkok,” pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar