Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenal Stand Up Paddle, yuk..Gabungan Kano dan Surfing ini Makin Diakrabi

Hari Puspita • Minggu, 6 November 2022 | 18:11 WIB
SEMAKIN DIAKRABI : Olahraga yang baru beberapa tahun diakrabi ini semakin banyak  yang menyukai di Pantai Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng. (foto: eka prasetia/radar bali)
SEMAKIN DIAKRABI : Olahraga yang baru beberapa tahun diakrabi ini semakin banyak yang menyukai di Pantai Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng. (foto: eka prasetia/radar bali)
Ada pemandangan menarik di Pantai Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula. Di pantai tersebut ada puluhan papan surfing yang dipajang. Namun pantai itu tak layak untuk olahraga surfing. Sebab ombaknya sangat tenang. Rupanya papan surfing itu akan digunakan untuk olahraga stand up paddle.

APA  itu stand up paddle merupakan olahraga baru yang diperkenalkan sekitar 10 tahun lalu. Olahraga itu menggabungkan antara kano dan surfing.

Para atlet harus berdiri di atas papan surfing dan mengayuh seperti sedang berada di atas kano atau kayak.Meski terbilang baru, olahraga itu disebut akan diperkenalkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

Selain itu olahraga ini kian terkenal, tatkala mantan Menteri Kelautan dan Perikan Susi Pudjiastuti kerap melakukan paddling.

Kemarin (5/11), para penggemar olahraga stand up paddle berkumpul di Pantai Penyumbahan. Mereka mengikuti ajang Internasional Stand Up Paddle 2022 Bali Series. Kejuaraan itu merupakan lanjutan dari seri Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat.

Ketua Panitia Kejuaraan, Gede Eka Sandi Asmadi mengungkapkan ada puluhan atlet yang ikut serta. Mereka berasal dari Belitung, Jakarta, Depok, dan beberapa orang diantaranya merupakan ekspatriat yang mukim di Bali. Mereka berlomba pada 14 kategori, dari kelas junior hingga profesional. Mulai dari jarak kayuh satu kilometer hingga lima kilometer.

Ia menjelaskan, olahraga stand up paddle sebenarnya sederhana. Atlet harus berdiri di atas papan surfing. Mereka kemudian mengayuh mengikuti jalur yang telah ditentukan. Atlet yang pertama menyentuh garis finish, adalah pemenangnya.

“Ini memang olahraga baru. Mungkin baru dikenalkan sekitar 10 tahun lalu. Jadi olahraga ini bukan hanya untuk ajang prestasi saja. Bisa untuk ajang rekreasi juga. Istilah kerennya healing. Karena mengayuh, kemudian sampai di tempat yang tenang, itu sangat membantu proses relaksasi,” kata pria yang akrab disapa Lolo itu.

Salah seorang atlet, Teddy mengaku bersyukur bisa ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Teddy berhasil keluar sebagai runner up pada kelas elite man hardboard. Pria asal Belitung itu mengaku mulai menggeluti olahraga stand up paddle sejak beberapa tahun terakhir.

Awalnya ia bergelut di olahraga surfing. Belakangan ia mengenal olahraga stand up paddle. Berkat olahraga itu, ia sempat  melawat ke Jepang pada tahun 2019 lalu. Tatkala itu Teddy berhasil naik podium di peringkat ketiga.

“Sekarang sengaja datang ke Bali. Karena Bali itu kan kiblatnya water sport. Pertama berlomba di sini juga seru. Lautnya bersih. Malah kita bisa lihat koral saat mengayuh,” ujar Teddy. (eka prasetya/radar bali)

  Editor : Hari Puspita
#stand up paddle #olahraga baru #Tejakula Buleleng #olahraga air